UNISMUH.AC.ID, Krabi, Thailand – Mahasiswi Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menginisiasi School Journalism Training bertema Young Journalists, Strong School Voices di Eakkapapsasanawich Islamic School, Krabi, Thailand. Program yang berlangsung selama tiga pekan, mulai Selasa, 10 Juni 2026 hingga Juli mendatang ini melibatkan Students Council sebagai peserta utama untuk membangun budaya literasi sekaligus meningkatkan kemampuan jurnalistik dan produksi media digital di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang digagas oleh mahasiswi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Unismuh Makassar, Nurunnisaa Alimah A., bertujuan membekali siswa dengan keterampilan membaca, menulis, dan mengelola informasi secara kreatif, akurat, serta bertanggung jawab melalui berbagai platform digital. Pelatihan dilaksanakan melalui kombinasi penyampaian materi dan praktik langsung agar peserta mampu menjadi pengelola media sekolah yang profesional.
Nurunnisaa menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh sekaligus menyebarkan informasi. Karena itu, sekolah perlu memperkuat literasi media agar peserta didik tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang kredibel.
“Saya menginisiasi School Journalism Training karena melihat potensi besar yang dimiliki siswa untuk menjadi penyampai informasi yang baik di lingkungan sekolah. Saya ingin mereka tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga belajar bagaimana memberitakan setiap kegiatan sekolah secara profesional melalui media sosial,” ujar Nurunnisaa saat kegiatan berlangsung, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menambahkan, peserta juga memperoleh pelatihan voice over, podcast, videografi, fotografi, hingga teknik membuat konten yang informatif dan menarik. “Harapannya, siswa dapat menjadi tim media sekolah yang mampu mempublikasikan berbagai prestasi dan kegiatan Eakkapapsasanawich Islamic School dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Nurunnisaa, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya literasi yang berkelanjutan di sekolah. Ia menilai kemampuan menulis berita harus diimbangi dengan penguasaan komunikasi digital sehingga siswa mampu menyampaikan informasi secara efektif sekaligus memahami etika dalam memproduksi dan menyebarkan konten di media sosial.
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) Unismuh Makassar, Dr. Radiah Hamid, M.Pd., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan pelatihan jurnalistik sebagai bagian dari penguatan literasi dan keterampilan komunikasi digital di sekolah mitra internasional. Menurutnya, program tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa pascasarjana tidak hanya menguasai aspek akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan di tingkat global.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Nurunnisaa Alimah A. yang menghadirkan pelatihan jurnalistik bagi siswa di Eakkapapsasanawich Islamic School. Program ini menunjukkan bahwa mahasiswa MPBI Unismuh mampu mengintegrasikan kompetensi bahasa Inggris, literasi, dan komunikasi digital dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi sekolah mitra,” ujar Dr. Radiah Hamid.
Radiah menjelaskan bahwa School Journalism Training merupakan implementasi pembelajaran berbasis pengabdian yang menjadi salah satu fokus MPBI Unismuh Makassar dalam mendukung internasionalisasi pendidikan. Ia menilai pengalaman lintas negara seperti ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional.
“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang sehingga semakin banyak mahasiswa yang mampu berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan di tingkat internasional. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai peserta program mobilitas, tetapi juga sebagai agen perubahan yang membawa inovasi pembelajaran dan memperkuat citra Unismuh Makassar di tingkat global,” kata Dr. Radiah Hamid.
Selama program berlangsung, peserta mempelajari berbagai materi, mulai dari dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, fotografi, videografi, produksi podcast, penyusunan voice over, hingga pengelolaan media sosial sekolah. Mereka juga mengikuti praktik wawancara, peliputan kegiatan, penyuntingan foto dan video, serta penyusunan berita berdasarkan kaidah jurnalistik.
Menurut Nurunnisaa, pendekatan berbasis praktik dipilih agar siswa memperoleh pengalaman langsung dalam memproduksi konten. Ia menilai metode tersebut mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta sekaligus membentuk kemampuan komunikasi yang dibutuhkan pada era digital.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan pelatihan. Salah seorang peserta, Wafi Mitsalae, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru, terutama dalam menyusun informasi yang layak dipublikasikan melalui media sekolah.
“Saya sangat terkesan saat mempelajari cara menyusun pesan berita dan mengatur struktur konten untuk setiap unggahan, khususnya mengenai istilah-istilah kunci yang perlu disertakan. Saya bangga bisa memperoleh pengetahuan ini dan menemukan solusi atas berbagai kendala yang sebelumnya tidak saya ketahui cara mengatasinya,” ujar Wafi, Kamis, 25 Juni 2026.
Wafi juga menyampaikan apresiasi kepada pemateri dari Indonesia yang telah membagikan pengalaman dan pengetahuan selama pelatihan. Ia mengatakan berbagai materi yang diberikan membuka wawasan baru mengenai pengelolaan media sekolah yang lebih profesional.
“Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pengajar dari Indonesia atas saran-sarannya dalam kegiatan ini. Pertemuan ini sungguh mengesankan bagi saya,” kata Wafi.
Melalui pelatihan tersebut, Eakkapapsasanawich Islamic School diharapkan memiliki tim jurnalis muda yang mampu mendokumentasikan setiap kegiatan sekolah secara profesional sekaligus mempublikasikan program, prestasi, dan aktivitas sekolah secara konsisten melalui media sosial maupun situs web resmi. Kehadiran tim media siswa juga diharapkan dapat memperkuat citra sekolah di tengah perkembangan komunikasi digital.
Program School Journalism Training menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Eakkapapsasanawich Islamic School dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada aspek literasi, komunikasi digital, dan keterampilan abad ke-21. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cakap menulis berita, tetapi juga mampu menjadi kreator konten yang bertanggung jawab serta menjadi duta informasi bagi sekolah dan masyarakat. Sementara itu, MPBI Unismuh Makassar berharap kolaborasi internasional serupa terus berkembang sebagai bagian dari komitmen mencetak lulusan yang berdaya saing global dan memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan.

