June 25, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Mahasiswi Prodi MPBI Unismuh Makassar Perkuat Literasi Bahasa di Islamwittaya Foundation School Thailand

UNISMUH.AC.ID, SATUN, Thailand — Mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Lady Maysuri Ma’rufi, melaksanakan praktik mengajar melalui International Internship Program di Islamwittaya Foundation School, Provinsi Satun, Thailand, pada 2026. Dalam program tersebut, ia mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu bagi siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) dengan tujuan meningkatkan kemampuan berbahasa asing siswa melalui pendekatan pembelajaran interaktif.

Selama mengikuti program, Lady mendapat tanggung jawab mengajar 21 kelas setiap pekan yang tersebar pada tiga jenjang pendidikan. Tugas tersebut memberinya pengalaman mengajar yang beragam sekaligus menjadi bagian dari upaya Unismuh Makassar memperkuat kolaborasi pendidikan internasional dengan sekolah mitra di Thailand.

Pada tahap awal kegiatan, Lady melakukan observasi untuk memahami karakteristik peserta didik, budaya belajar, serta kebutuhan pembelajaran di sekolah. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa memiliki minat tinggi untuk mempelajari bahasa asing, namun masih menghadapi keterbatasan dalam penggunaan Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu.

“Sebagian besar siswa memiliki minat yang tinggi untuk mempelajari bahasa asing, tetapi mereka masih menghadapi berbagai kendala dalam penggunaan Bahasa Inggris maupun Bahasa Melayu,” kata Lady Maysuri Ma’rufi.

Menurut Lady, banyak siswa belum terbiasa menggunakan kedua bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu menyebabkan kemampuan mereka dalam memahami instruksi, mengingat kosakata, serta berkomunikasi secara sederhana masih relatif terbatas.

Ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar selama mengajar bukan hanya perbedaan bahasa, melainkan juga minimnya penguasaan kosakata siswa. Bahkan, pada beberapa kesempatan, siswa masih mengalami kesulitan memahami instruksi sederhana yang disampaikan dalam Bahasa Inggris.

“Pada beberapa kesempatan, siswa tampak kesulitan memahami instruksi sederhana yang disampaikan dalam Bahasa Inggris. Untuk kosakata yang umum digunakan dalam aktivitas kelas pun sebagian siswa masih membutuhkan penjelasan tambahan,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Lady menerapkan pendekatan Student-Centered Learning dengan memanfaatkan berbagai strategi kreatif. Ia menggunakan bahasa tubuh, ekspresi wajah, gerakan, gambar, benda nyata di sekitar kelas, hingga demonstrasi langsung untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran.

Selain itu, ia juga memanfaatkan aplikasi Google Translate sebagai media pendukung komunikasi ketika terdapat kendala bahasa. Menurutnya, penggunaan teknologi membantu memperjelas pesan yang ingin disampaikan sehingga proses belajar dapat berlangsung lebih efektif.

“Bahasa tubuh, gambar, demonstrasi langsung, dan teknologi seperti Google Translate menjadi sarana penting untuk membantu siswa memahami materi pembelajaran,” tutur Lady.

Lady juga merancang berbagai aktivitas interaktif seperti permainan edukatif, latihan pengucapan, kuis kosakata, praktik percakapan sederhana, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus mengurangi rasa takut siswa saat menggunakan bahasa asing.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan positif mulai terlihat. Lady mengungkapkan bahwa siswa yang sebelumnya hanya mampu menjawab dengan satu atau dua kata mulai berani menyusun kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris. Beberapa siswa yang awalnya pasif juga mulai aktif bertanya dan berpartisipasi dalam kegiatan kelas.

Ia menilai peningkatan kepercayaan diri siswa menjadi salah satu indikator keberhasilan pembelajaran. Meski perkembangan kemampuan bahasa berlangsung secara bertahap, perubahan sikap siswa menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang komunikatif mampu meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar.

Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Unismuh Makassar, Dr. Radiah Hamid, M.Pd., mengapresiasi capaian yang ditunjukkan Lady Maysuri Ma’rufi selama mengikuti International Internship Program di Thailand. Menurutnya, pengalaman mengajar di lingkungan pendidikan internasional menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan global.

“Program internasional seperti ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dalam situasi nyata yang penuh tantangan. Kemampuan beradaptasi, kreativitas dalam mengajar, dan keberhasilan membangun komunikasi dengan siswa dari latar budaya yang berbeda merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan oleh pendidik masa depan,” kata Radiah.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa menciptakan pembelajaran yang interaktif di tengah keterbatasan bahasa menunjukkan kualitas lulusan yang tidak hanya menguasai aspek akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas budaya dan keterampilan interpersonal yang baik. Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan visi program studi untuk mencetak pendidik bahasa Inggris yang berdaya saing global.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa kami mampu menjadi duta akademik yang membawa nilai-nilai profesionalisme, adaptabilitas, dan inovasi pembelajaran di tingkat internasional. Pengalaman seperti ini sangat penting untuk membentuk pendidik yang siap menghadapi dinamika pendidikan global,” ujar Radiah.

Radiah berharap program serupa dapat terus diperluas pada masa mendatang. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan internasional tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta program, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Thailand.

“Kami akan terus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program-program internasional sebagai bagian dari penguatan kompetensi global. Selain meningkatkan kapasitas individu mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat reputasi institusi serta hubungan kerja sama pendidikan lintas negara,” katanya.

Lady juga menegaskan bahwa pengalaman mengajar di Thailand memberikan pelajaran berharga bagi dirinya sebagai calon pendidik profesional. Ia memahami bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan guru membangun komunikasi, memahami kebutuhan siswa, dan menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kondisi kelas.

Keberhasilan program ini turut didukung oleh kerja sama yang baik antara pihak sekolah, guru pendamping, dan seluruh warga sekolah. Dukungan tersebut memungkinkan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa maupun peserta program.

Melalui International Internship Program, Lady berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kemampuan berbahasa siswa sekaligus memperkenalkan pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan komunikatif. Program tersebut juga menjadi wujud komitmen Unismuh Makassar dalam mencetak pendidik yang mampu berkontribusi di tingkat global serta memperkuat hubungan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Thailand.

Pengalaman mengajar di Thailand menjadi bukti bahwa bahasa tidak selalu menjadi penghalang dalam proses pembelajaran. Dengan kreativitas, kesabaran, dan kemauan untuk terus belajar bersama, setiap perbedaan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan guru dan siswa dalam mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik, sekaligus membuka peluang kolaborasi pendidikan internasional yang lebih luas di masa mendatang.