June 24, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Mahasiswa PAI Unismuh Makassar Perkuat Pendidikan Sejarah Islam di Thailand

UNISMUH.AC.ID, Narathiwat, Thailand Selatan — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melaksanakan pembelajaran Sejarah Islam bagi siswa kelas 2 SMP di Mattayom Sungai Padi School, Narathiwat, Thailand Selatan, Selasa, 23 Juni 2026. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Batch 2 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar.

Program tersebut menjadi bagian dari skema International Community Service yang menempatkan mahasiswa di sejumlah wilayah Thailand Selatan, termasuk Narathiwat, Pattani, dan Yala. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sejarah peradaban Islam sekaligus menanamkan nilai karakter kepada siswa melalui pendekatan pembelajaran lintas negara.

Mahasiswa PAI Unismuh Makassar, Aina Mardhiyah dan Nur Ain Syafika, memaparkan materi sejarah Islam yang mencakup perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, masa Khulafaur Rasyidin, hingga perkembangan peradaban Islam dalam bidang ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami siswa.

Pembelajaran tidak hanya dilakukan secara satu arah, tetapi juga menggunakan metode interaktif seperti diskusi kelompok, cerita inspiratif, tanya jawab, dan refleksi nilai. Pendekatan tersebut membuat suasana kelas lebih hidup dan meningkatkan partisipasi siswa dalam memahami materi sejarah Islam.

Aina Mardhiyah menegaskan bahwa pembelajaran sejarah Islam tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Ia menyampaikan, “Sejarah Islam menyimpan banyak pelajaran berharga tentang perjuangan, kejujuran, tanggung jawab, dan semangat menuntut ilmu. Melalui pembelajaran ini, kami berharap siswa dapat mengambil inspirasi dari para tokoh Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Nur Ain Syafika menilai bahwa pemahaman sejarah Islam penting untuk membangun kesadaran identitas dan warisan peradaban. Ia mengatakan, “Kami ingin siswa memahami bahwa peradaban Islam memiliki kontribusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan dunia. Dengan memahami sejarah, mereka dapat lebih menghargai warisan intelektual Islam sekaligus termotivasi untuk menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa Mattayom Sungai Padi School menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, terlibat dalam diskusi, serta menyampaikan pandangan terkait nilai-nilai yang dapat diambil dari sejarah Islam. Respons positif ini menunjukkan tingginya minat belajar terhadap materi yang disampaikan.

Pihak sekolah menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program KKN Internasional tersebut. Menurut pihak Mattayom Sungai Padi School, metode pembelajaran interaktif yang digunakan mahasiswa Unismuh Makassar mampu meningkatkan pemahaman siswa sekaligus memperkaya pengalaman belajar mereka. Hal ini juga dinilai memperkuat hubungan pendidikan lintas negara.

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Unismuh Makassar, Dr. Abdul Fattah, S.Th.I., M.Th.I., memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa dalam mengajar. Ia menyatakan, “Mahasiswa PAI tidak hanya dituntut menguasai materi keislaman, tetapi juga mampu menyampaikannya melalui metode pembelajaran yang kreatif dan efektif. Kegiatan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan sejarah Islam dengan pendekatan pendidikan yang mampu membangun karakter peserta didik,” tuturnya.

Dekan Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar, Dr. Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., menilai kegiatan ini sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa di tingkat internasional. Ia menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini merupakan upaya memperkenalkan nilai Islam yang moderat dan berkemajuan kepada masyarakat global, sekaligus memperkuat peran Unismuh Makassar di kancah internasional.

Program KKN Internasional Batch 2 yang dikelola LP3M Unismuh Makassar melibatkan 30 mahasiswa dari berbagai fakultas. Sebanyak delapan di antaranya berasal dari FAI, terdiri atas lima mahasiswa PAI, dua mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta satu mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Program ini menjadi wadah pembelajaran lintas budaya sekaligus pengabdian masyarakat.

Melalui kegiatan pembelajaran Sejarah Islam di Thailand Selatan ini, mahasiswa PAI Unismuh Makassar menegaskan peran pendidikan sebagai sarana transfer ilmu sekaligus pembentukan karakter. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam di kalangan generasi muda serta membuka ruang kolaborasi pendidikan internasional yang berkelanjutan.