UNISMUH.AC.ID, PATTANI, Thailand Selatan — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memanfaatkan program KKN Internasional Batch 2 sebagai ruang pengabdian sekaligus sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tingkat global. Senin 8 Juni 2026.
Melalui kegiatan dakwah, silaturahmi, dan dialog keislaman bersama masyarakat Muslim di kawasan Tanyong, Pattani, mahasiswa KPI tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan, tetapi juga membangun hubungan persaudaraan antara masyarakat Muslim Indonesia dan Thailand Selatan.
Salah seorang peserta KKN Internasional, Erwin, yang ditempatkan di Ban Tanyong School, Pattani, menggelar kegiatan silaturahmi dan penguatan komunikasi dakwah bersama tokoh agama, imam masjid, serta masyarakat setempat. Kegiatan tersebut menjadi implementasi langsung dari kompetensi komunikasi Islam yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus bentuk pengabdian masyarakat dalam konteks internasional.
Dalam pertemuan yang berlangsung di salah satu masjid di kawasan Tanyong, Erwin memperkenalkan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Ia juga menjelaskan sejarah berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan pada 1912, konsep Islam berkemajuan yang menjadi landasan gerakan, serta perkembangan berbagai amal usaha Muhammadiyah di Indonesia.
Selain itu, masyarakat setempat diperkenalkan dengan perkembangan pendidikan tinggi Muhammadiyah, termasuk kontribusi Unismuh Makassar dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dialog berlangsung hangat dan interaktif. Masyarakat tidak hanya menanyakan tentang Muhammadiyah, tetapi juga menunjukkan ketertarikan terhadap sistem pendidikan Islam di Indonesia, peran generasi muda dalam dakwah, serta kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pembangunan masyarakat yang maju dan berdaya saing.
Sebagai mahasiswa KPI, Erwin memanfaatkan keterampilan komunikasi yang dimilikinya untuk menyampaikan materi secara komunikatif dan mudah dipahami. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi Islam tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pesan dakwah, tetapi juga menjadi instrumen membangun relasi sosial, mempererat persaudaraan, dan memperkuat kerja sama antarumat Islam lintas negara.
Interaksi langsung dengan masyarakat Thailand Selatan juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami budaya lokal, memperluas wawasan keislaman, serta mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya yang semakin penting di era global.
Ketua Program Studi KPI FAI Unismuh Makassar, Dr. Aliman, menilai aktivitas mahasiswa di Thailand Selatan selaras dengan kompetensi yang dikembangkan program studi.
“Mahasiswa KPI dibekali kemampuan komunikasi, dakwah, dan penyiaran Islam yang tidak hanya diterapkan di ruang kelas, tetapi juga harus mampu hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat. Apa yang dilakukan mahasiswa di Thailand Selatan menunjukkan bahwa komunikasi Islam dapat menjadi sarana membangun pemahaman, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta memperluas jaringan dakwah pada tingkat internasional,” ujarnya.
Menurut Aliman, program KKN Internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada masyarakat internasional.
Apresiasi serupa disampaikan Dekan FAI Unismuh Makassar, Dr. Amirah Mawardi. Ia menilai keterlibatan mahasiswa dalam program internasional menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang memiliki wawasan keislaman yang kuat, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapan menghadapi tantangan global.
“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa yang mampu membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dan memperkenalkan Muhammadiyah kepada masyarakat internasional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa sebagai duta dakwah dan duta akademik yang membawa citra positif Islam dan Indonesia di tingkat global,” katanya.
Program KKN Internasional Batch 2 yang dikelola LP3M Unismuh Makassar merupakan bagian dari skema International Community Service yang dirancang untuk memberikan pengalaman global kepada mahasiswa melalui kegiatan pengabdian masyarakat lintas negara.
Dari total 30 peserta program, delapan mahasiswa berasal dari Fakultas Agama Islam, terdiri atas lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, dua mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, serta satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Mereka ditempatkan di sejumlah lokasi pengabdian di Provinsi Pattani, Narathiwat, dan Yala sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Melalui kegiatan di Ban Tanyong School dan masyarakat sekitar, mahasiswa KPI FAI Unismuh Makassar tidak hanya menjalankan tugas sebagai peserta KKN Internasional, tetapi juga menjadi jembatan persaudaraan antara masyarakat Muslim Indonesia dan Thailand Selatan. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa komunikasi Islam yang inklusif, dialogis, dan berorientasi pada penguatan ukhuwah dapat menjadi sarana efektif untuk membangun hubungan harmonis di tingkat internasional sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Islam berkemajuan kepada masyarakat dunia.

