UNISMUH AC.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) resmi memulai program pembinaan berasrama bagi mahasiswi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) angkatan 2024 melalui Pesantren Mahasiswa K.H. Djamaluddin Amien (Pesmadina). Program tersebut diikuti 47 mahasiswi kelompok III yang diwajibkan tinggal di asrama selama dua bulan sebagai bagian dari pembinaan karakter, kedisiplinan, dan penguatan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK).
Ketua Konsorsium Pesmadina Unismuh Makassar, Siti Chaerani Djaya, M.Pd., mengatakan program pembinaan kali ini menjadi gelombang spesial karena seluruh peserta merupakan mahasiswi dan harus menempuh perjalanan dari asrama menuju kampus FKIK di Samata menggunakan armada bus yang disiapkan universitas. Kegiatan berlangsung di Pesmadina Unismuh Makassar, Jumat, 16 Mei 2026.
Siti Chaerani Djaya menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk mendukung kegiatan pembinaan selama dua bulan. Fasilitas tersebut meliputi armada bus, layanan laundry, katering, hingga pengawasan aktivitas harian mahasiswa melalui musyrifah dan tim pembina.
“Gelombang tiga ini gelombang spesial karena berbeda dengan sebelumnya. Kalau dulu kuliahnya dekat dengan asrama, sekarang mahasiswa harus ke Samata sehingga kami menyiapkan armada bus universitas,” ujar Siti Chaerani Djaya.
Ia mengatakan, disiplin menjadi salah satu fokus utama dalam pembinaan di Pesmadina. Mahasiswi diwajibkan mengikuti jadwal harian mulai dari bangun sebelum subuh, shalat berjamaah, pembinaan AIK, hingga kegiatan akademik di kampus.
Menurut Siti, mahasiswa yang tidak disiplin berpotensi tertinggal dalam pembinaan dan dapat memengaruhi kelulusan program asrama. Ia menegaskan bahwa sertifikat kelulusan Pesmadina menjadi syarat penting untuk mengikuti sejumlah ujian akademik di FKIK.
“Kalau target pembinaan tercapai lebih cepat, kami bisa pulangkan lebih awal. Tapi kalau tidak tercapai, nilainya bisa tertunda dan sertifikatnya belum keluar,” katanya.
Selain pembinaan karakter, Pesmadina juga menerapkan aturan ketat terkait kehidupan berasrama. Mahasiswi diwajibkan mematuhi jam malam, menjaga etika berpakaian, serta membangun komunikasi aktif dengan pembina apabila memiliki kepentingan di luar jadwal asrama.
Wakil Dekan I FKIK Unismuh Makassar, Dr. dr. Andi Weri Sompa, M.Kes., Sp.N.K., mengatakan program asrama merupakan bentuk ikhtiar universitas dalam membentuk lulusan dokter yang islami dan berkarakter Muhammadiyah. Ia menyebut pembinaan tersebut menjadi bagian penting dari visi FKIK.
“Jangan kita cuma lihat visi di kampus menghasilkan lulusan dokter islami. Karakter itu harus dibentuk dan dibiasakan sejak awal,” ujar Andi Weri Sompa.
Ia menilai kehidupan berasrama dapat membentuk kebiasaan baik mahasiswa, mulai dari kedisiplinan, kebiasaan ibadah, hingga tanggung jawab sosial. Menurutnya, pembinaan karakter tidak cukup hanya dilakukan melalui perkuliahan di kelas.
Andi Weri Sompa juga menyampaikan bahwa mahasiswa kedokteran memiliki tantangan besar di tengah perkembangan lingkungan sosial saat ini. Karena itu, pembinaan melalui Pesmadina diharapkan mampu menjaga karakter dan identitas mahasiswa sebagai calon dokter Muhammadiyah.
Secara tidak langsung, ia menjelaskan bahwa lulusan FKIK Unismuh diharapkan mampu menunjukkan citra positif sebagai dokter yang islami, disiplin, dan menjaga etika dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengakui masih terdapat sejumlah alumni yang melakukan pelanggaran karakter sehingga evaluasi pembinaan terus dilakukan.
“Aturan itu dibuat untuk keselamatan mahasiswa. Jangan dianggap mengekang, tetapi sebagai bentuk perhatian dan penjagaan dari kampus,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor II Unismuh Makassar, Dr. Hj. Ihyani Malik, S.Sos., M.Si., mengatakan pendidikan berasrama merupakan bagian dari kebijakan universitas untuk membentuk mahasiswa yang mandiri dan berdisiplin. Ia menyebut konsep asrama sejalan dengan pendidikan karakter yang diharapkan dalam lingkungan Muhammadiyah.
Ihyani Malik menuturkan, mahasiswa kedokteran diperlakukan secara khusus karena memiliki kebutuhan pembinaan yang berbeda dibanding fakultas lain. Selain itu, faktor keamanan dan lingkungan tempat tinggal mahasiswa di sekitar kawasan Samata juga menjadi perhatian universitas.
Menurutnya, universitas sedang mengupayakan pembangunan asrama baru di kawasan kampus Samata agar pembinaan mahasiswa kedokteran dapat berjalan lebih optimal. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kami melihat mahasiswa kedokteran harus dikelola dengan cara yang unik karena mereka adalah calon dokter yang akan membawa nama Muhammadiyah di masyarakat,” ujar Ihyani Malik.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan Pesmadina Unismuh Makassar saat ini menjadi salah satu rujukan bagi pesantren mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. Menurutnya, sistem pembinaan yang diterapkan telah memiliki kurikulum dan standar operasional yang jelas.
Ihyani mengimbau seluruh mahasiswi agar menikmati proses pembinaan selama tinggal di asrama dan tidak menganggapnya sebagai beban. Ia berharap pembinaan selama dua bulan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang lebih baik.
Program pembinaan Pesmadina bagi mahasiswi FKIK angkatan 2024 ini akan berlangsung selama dua bulan dengan pengawasan penuh dari tim pembina dan musyrifah. Universitas berharap program tersebut dapat melahirkan calon dokter yang unggul secara akademik, disiplin, serta memiliki karakter islami sesuai nilai-nilai Muhammadiyah.

