May 7, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA KAMPUS

Santri Darul Fallaah Belajar Olah Limbah Dapur Jadi Kompos di SWSC Unismuh

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Limbah dapur yang dihasilkan setiap hari dari aktivitas memasak tidak selalu harus berakhir menjadi sampah. Melalui pengelolaan yang tepat, sisa makanan dan limbah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan.

Semangat itu diperkenalkan kepada santri Pondok Pesantren Darul Fallaah Bissoloro Unismuh Makassar melalui kunjungan edukasi ke Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah Makassar. Kegiatan berlangsung di Kantor Bank Sampah SWSC Unismuh Makassar, Rabu 6 Mei 2026.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal proses pengelolaan sampah organik, mulai dari pemilahan limbah dapur hingga pengolahannya menjadi kompos. Pembelajaran ini dikemas secara langsung dan praktis agar mudah dipahami peserta.

Salah satu sesi yang menarik perhatian siswa ialah demonstrasi pengolahan limbah dapur menggunakan ember komposter. Demonstrasi diperagakan mahasiswa SWSC Eco Ranger yang dipimpin Ketua Divisi Operasional Pengelolaan Limbah SWSC Unismuh Makassar, Sahlan, S.P., M.Si.

Para siswa diperlihatkan tahapan sederhana pengolahan limbah organik, mulai dari memilah sisa dapur, memasukkan bahan ke dalam ember komposter, hingga proses penguraian yang menghasilkan kompos. Metode yang sederhana dan mudah diterapkan membuat suasana berlangsung interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang diperagakan.

Usai demonstrasi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Rumah Kompos SWSC Unismuh Makassar. Di lokasi tersebut, siswa menyaksikan secara langsung proses pengolahan kompos yang dilakukan secara berkelanjutan oleh tim SWSC. Mereka juga melihat pemanfaatan kompos pada berbagai jenis tanaman yang dikelola di area SWSC.

Kepala Pusat SWSC Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., menyambut baik kunjungan edukatif tersebut. Menurut dia, SWSC tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengelolaan sampah, tetapi juga ruang pembelajaran lingkungan bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan belajar dari Pondok Pesantren Darul Fallaah Bissoloro Unismuh Makassar. SWSC tidak hanya menjadi tempat pengelolaan sampah, tetapi juga ruang edukasi agar anak-anak sejak dini memahami bahwa limbah bisa dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Trenqaun Unismuh Makassar, Ismail, S.P., menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkenalkan pendidikan lingkungan secara langsung kepada siswa. Menurut dia, pengelolaan limbah dapur menjadi kompos tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga membuka wawasan tentang kemandirian dan peluang usaha sederhana.

Dukungan serupa disampaikan Direktur Pondok Pesantren Darul Fallaah Unismuh Makassar, Dr. Dahlan Lama Bawa, S.Ag., M.Ag. Ia mengatakan kegiatan itu relevan diterapkan di lingkungan pesantren karena aktivitas dapur setiap hari menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar.

“Kegiatan ini sangat cocok diterapkan di Pondok Pesantren Darul Fallaah. Produksi limbah dapur di pesantren cukup besar setiap hari. Jika dikelola dengan baik, limbah itu bisa menjadi kompos yang bermanfaat, sekaligus menjadi pembelajaran penting bagi para santri,” katanya.

Melalui kunjungan tersebut, Ponpes Darul Fallaah dan SWSC Unismuh Makassar berharap semakin banyak siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Dari kebiasaan sederhana seperti memilah sisa dapur hingga mengolahnya menjadi kompos, siswa diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.