April 15, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Unismuh Makassar Gelar Sosialisasi Akreditasi LAM Teknik

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan bahwa akreditasi program studi teknik kini tidak bisa lagi dipahami sebagai urusan administratif belaka. Di tengah instrumen penilaian yang semakin ketat, akreditasi harus bertumpu pada kesiapan mutu yang nyata, mulai dari kualitas dosen, struktur kurikulum, produktivitas publikasi ilmiah, hingga keterlacakan lulusan di dunia kerja. Penekanan itu mengemuka dalam Sosialisasi Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAMTEK) yang digelar di kampus tersebut, Rabu, 15 April 2026.

Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unismuh Makassar. Peserta terdiri dari unsur BPM, GKM, pimpinan Fakultas Teknik, Pascasarjana, serta tim akreditasi program studi terkait. Hadir pula lembaga penjaminan mutu dari UM Palopo, UM Buton, dan UM Luwuk.

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda ST MT IPU, menegaskan bahwa akreditasi tetap menjadi agenda strategis universitas dan karena itu harus ditopang secara serius oleh kebijakan kampus. “Akreditasi bagi Universitas Muhammadiyah Makassar masih menjadi program prioritas utama, jadi hampir tidak ada kata tidak kalau urusannya akreditasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bila kebutuhan peningkatan mutu harus segera dipenuhi, universitas siap melakukan penyesuaian anggaran agar target yang dicanangkan program studi dapat didukung secara nyata.

Bagi Unismuh Makassar, komitmen itu penting karena akreditasi unggul tidak mungkin dicapai hanya dengan mempercantik dokumen. Rakhim Nanda mengingatkan, pengakuan dari lembaga eksternal hanya akan lahir jika mutu internal lebih dahulu dibangun secara sungguh-sungguh.

“Tidak mungkin kan kucing di depan cermin terus harimau di dalam cerminnya. Kalau kucing di depan cerminnya, kucing juga di dalam cerminnya,” katanya, menggambarkan bahwa reputasi akademik tidak bisa ditopang oleh kosmetika administratif.

Sosialisasi itu menghadirkan Prof Dr Ir Muji Setiyo ST MT sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa jalan menuju akreditasi unggul di rumpun teknik terbuka, tetapi tidak longgar. “Di LAM Teknik itu tidak sulit untuk unggul, tetapi memang ada syarat strict yang di Lam Teknik itu tidak bisa ditawar, yaitu DTPS,” ujarnya.

Menurut dia, syarat terkait dosen tetap program studi menjadi salah satu titik paling menentukan, terutama dalam kaitannya dengan kesesuaian latar belakang akademik dosen dengan rumpun sains dan teknik.

Syarat Unggul LAM Teknik

Muji menjelaskan, instrumen LAMTEK kini makin menekankan substansi mutu. Untuk program sarjana, misalnya, ada syarat unggul yang menuntut kekuatan tata pamong, kurikulum, mutu dosen, luaran ilmiah, serta kinerja lulusan. Salah satu aspek yang mendapat perhatian serius ialah kecukupan basic science. “Untuk bisa unggul 5 tahun harus 25 SKS,” katanya.

Yang dimaksud basic science, lanjut dia, meliputi kelompok kajian matematika, fisika, kimia, dan biologi, bukan semata nama mata kuliah yang tertulis di kurikulum.

Dengan demikian, program studi teknik tak lagi cukup menyusun daftar mata kuliah secara formal. Mereka dituntut membuktikan bahwa substansi kajian yang diajarkan benar-benar menopang fondasi ilmu teknik. Penilaian pun tidak hanya berhenti pada label, tetapi bergerak ke isi dan konsistensi akademik yang dijalankan di ruang kuliah.

Aspek dosen juga menjadi sorotan lain yang tidak kalah penting. Muji menegaskan, salah satu syarat unggul LAMTEK bertumpu pada pemerataan produktivitas ilmiah dosen tetap program studi. “Yang menjadi syarat unggul untuk Lam Teknik adalah persentase dosen tetap program studi yang terdaftar yang memiliki karya ilmiah sebagai penulis pertama dan atau penulis korespondensi di jurnal internasional bereputasi atau prosiding yang terindeks di Scopus atau patent dalam 3 tahun terakhir harus 50 persen,” ujarnya. Itu berarti, akreditasi tak lagi memberi ruang besar pada model pencapaian yang hanya bertumpu pada satu atau dua dosen sangat produktif.

Ketua BPM Unismuh Makassar, Dr Amrullah Mansida ST MT IPM ASEAN Eng, dihubungi di sela acara, menyebut bahwa forum itu juga menekankan pentingnya sosialisasi semacam ini bagi kesiapan internal kampus, terutama karena instrumen baru LAMTEK belum banyak dipahami secara mendalam. Ia menegaskan bahwa kampus membutuhkan penjelasan yang lebih rinci agar program studi bisa menyiapkan strategi menuju unggul secara realistis.

Dalam forum tersebut, ia menyatakan bahwa karena instrumen LAMTEK baru digunakan, kampus masih “minim sekali mendapatkan informasi” sehingga diperlukan penjelasan yang lebih mendalam, sekaligus langkah-langkah yang lebih siap sebelum dokumen akreditasi dikirimkan. Ia juga menilai sayang jika pencerahan seperti ini tidak dimanfaatkan secara luas, sebab kesempatan memperoleh sosialisasi semacam itu “agak sangat susah kita dapatkan”.