UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Dr. Aliman, Lc., M.Fil.I., menekankan pentingnya menjaga ikatan alumni dalam kegiatan ramah tamah menjelang wisuda 22 wisudawan dan wisudawati KPI. Pesan itu ia sampaikan sebagai upaya memperkuat jejaring serta mematangkan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja dan kehidupan pascakampus. Kegiatan ramah tamah berlangsung di Wong Solo, Sabtu, 14 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Aliman menegaskan bahwa hubungan yang terbangun selama masa studi memiliki nilai strategis setelah mahasiswa dinyatakan lulus. Menurutnya, jejaring alumni dapat menjadi medium yang memediasi komunikasi, peluang, dan kolaborasi ke depan.
“Ini yang paling penting, selalu menggunakan ikatan. Ikatan-ikatan seperti inilah yang mampu mewadahi kita,” ujar Aliman. Ia menilai, kekuatan alumni terletak pada soliditas dan kemauan untuk tetap terhubung meski proses akademik telah selesai.
Ia juga mengingatkan agar penyelesaian administrasi kampus tidak memutus hubungan emosional antarlulusan. “Meskipun administrasi kegiatan selesai, ikatan emosional jangan sampai terputus,” katanya. Menurut dia, banyak cerita dan pengalaman yang tetap bisa dibagikan sebagai bagian dari proses belajar sepanjang hayat.
Aliman menjelaskan, melalui ikatan alumni, lulusan dapat saling bertukar kabar, informasi, hingga peluang kerja. Ia menilai, jejaring semacam itu sering kali menjadi pintu masuk berbagai kesempatan positif yang tidak selalu diperoleh secara individual.
Ia menambahkan, kelulusan merupakan satu tahapan, bukan akhir perjalanan. “Kita telah menyelesaikan satu tahapan dalam proses kehidupan dan masih banyak tahapan berikutnya,” ujarnya. Capaian tersebut, kata dia, menjadi kebanggaan bukan hanya bagi pribadi wisudawan, tetapi juga bagi keluarga dan orang-orang terdekat.
Secara tidak langsung, Aliman juga mendorong para lulusan untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia menegaskan, kompetensi yang dimiliki seseorang bisa saja baru dibutuhkan pada waktu yang tidak terduga. Karena itu, pembaruan pengetahuan dan keterampilan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga: Breaking News, Selamat ! DIY Juara Umum OlympicAD VIII 2026 di Makassar
“Apapun yang kita ingin capai, salah satunya mudahkan diri kita dan pantaskan diri kita,” katanya. Ia menekankan pentingnya memperkaya kompetensi serta memperbarui kemampuan agar siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Dalam refleksi pribadinya, Aliman mengaku perjalanan hidupnya tidak selalu sesuai rencana. “Boleh dikata berbalik 90 derajat dari apa yang saya rancang,” tuturnya. Ia berkisah pernah bercita-cita berkarier di organisasi nonpemerintah di luar negeri, namun akhirnya mengabdikan diri di dunia akademik.
Pengalaman tersebut, lanjutnya, mengajarkan pentingnya bersikap fleksibel menghadapi takdir dan perubahan. Menurut dia, perencanaan hidup tetap penting, tetapi kesiapan menerima dinamika justru lebih menentukan keberlanjutan karier seseorang.
Sebanyak 22 wisudawan dan wisudawati KPI dijadwalkan mengikuti wisuda pada Senin, 16 Januari 2026. Berdasarkan surat penetapan wisudawan berprestasi Fakultas Agama Islam, sejumlah mahasiswa KPI juga meraih penghargaan: Liana Uswa (IPK tertinggi dan terbaik tingkat Prodi KPI), Nursoleha Neva (jenjang kekaderan), Erika Amanda Fitriana (hifzhul Qur’an), Nengsi R. (prestasi terbanyak), Ru’yatul Aini (tilawah Qur’an), Rian Fadi Bafadhal (kompetensi), serta Muhammad Fachri Rachman (konten kreator).
Menutup kegiatan, Aliman berharap para lulusan tetap menjaga komunikasi dan kolaborasi di bawah naungan KPI. Ia menegaskan, kekuatan alumni akan menentukan kontribusi nyata di tengah masyarakat sekaligus memperkuat posisi KPI di masa mendatang.

