UNISMUH.AC.ID, BONTAENG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar mengadakan pelatihan pengelolaan limbah bertajuk “Limbah Bijak, Lingkungan Sehat” di PKBM Aisyiyah Bontaeng, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa pada 10–17 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti warga belajar yang didominasi ibu rumah tangga serta anggota Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bantaeng. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomis.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan praktis dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan volume sampah di lingkungan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Ketua tim pengabdian, Irmawanty, mengatakan bahwa pengelolaan limbah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari lingkungan rumah tangga.
“Dengan memanfaatkan limbah, kita dapat mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Irmawanty.
Ia menjelaskan, rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah masih menjadi salah satu penyebab utama menumpuknya sampah organik. Padahal, limbah dapur seperti kulit buah dan sayuran dapat diolah melalui bioteknologi sederhana menjadi eco-enzyme maupun pupuk cair.
Dalam kegiatan tersebut, tim PKM melaksanakan empat program utama, yakni pemberian materi tentang pengelolaan limbah, pelatihan pembuatan eco-enzyme, pembuatan kerajinan dari plastik bekas, serta penataan taman tanaman obat keluarga (TOGA).
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga selesai.
“Saya sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini. Saya belajar banyak tentang cara mengelola limbah dan membuat produk yang bernilai ekonomis,” ujar salah seorang peserta.
Mahasiswa yang terlibat dalam program ini juga memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat. Mereka tidak hanya mendampingi peserta, tetapi juga belajar menyampaikan materi ilmiah dengan bahasa yang lebih sederhana.
“Kami jadi paham bagaimana cara menyederhanakan bahasa ilmiah agar mudah dipahami ibu-ibu,” kata Deby, mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 2020.
Ketua PKBM Aisyiyah Bontaeng, Dr Nurdevi Bte Abdul, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ilmunya sangat aplikatif. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan lingkungan sehat,” ujarnya.
Kegiatan ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah serta pengurangan dampak lingkungan, sehingga diharapkan memberi manfaat berkelanjutan bagi warga sekitar.

