UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mendorong pengaktifan kembali Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) untuk memperkuat aktivitas organisasi mahasiswa dan pengembangan literasi ekonomi syariah. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan antara pimpinan fakultas, program studi, dan pengurus organisasi mahasiswa, Kamis, 5 November 2026 di Ruang Rapat Pimpinan FEB Unismuh.
Pertemuan itu dihadiri Wakil Dekan I FEB Unismuh Makassar Agusdiwana Suarni, S.E., M.Sc., Acc., Ketua Program Studi Ekonomi Islam Sri Wahyuni, S.E., M.E., serta Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam Rasti bersama jajaran pengurusnya.
Pengaktifan kembali FoSSEI diharapkan memperluas ruang pengembangan keilmuan, kepemimpinan, dan jejaring mahasiswa. Organisasi tersebut juga didorong menghasilkan program yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat.
Wakil Dekan I FEB Unismuh Makassar, Agusdiwana Suarni, mengapresiasi inisiatif mahasiswa untuk menghidupkan kembali FoSSEI. Menurut dia, langkah tersebut perlu diikuti dengan komunikasi dan kerja sama yang berkesinambungan antara mahasiswa, program studi, dan fakultas.
“Saya berharap silaturahim ini bukan menjadi pertemuan pertama dan terakhir, tetapi menjadi awal dari kolaborasi yang terus terjalin secara berkelanjutan,” kata Agusdiwana.
Ia menilai, pengaktifan kembali organisasi perlu disertai penyusunan program kerja yang terarah. Kegiatan mahasiswa diharapkan mampu mempertemukan pengembangan pengetahuan ekonomi Islam dengan persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.
“Kita berharap segera lahir terobosan-terobosan baru melalui program kerja yang inovatif, produktif, dan memberikan dampak nyata, khususnya bagi pengembangan Ekonomi Islam,” ujarnya.
Menurut Agusdiwana, salah satu bidang yang dapat dikembangkan ialah literasi ekonomi dan keuangan syariah. Mahasiswa juga memiliki peluang berkontribusi dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal serta pengembangan kewirausahaan berdasarkan prinsip ekonomi Islam.
Kegiatan tersebut dinilai dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Dengan demikian, aktivitas organisasi tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga memberikan pengalaman dalam merancang dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat.
“Mahasiswa Ekonomi Islam harus mampu menghadirkan gagasan yang tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi diwujudkan dalam aksi dan program yang manfaatnya dapat dirasakan oleh mahasiswa, kampus, dan masyarakat,” kata Agusdiwana.
Ia menambahkan, pengembangan ekonomi Islam membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memahami konsep sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan sosial dan kegiatan ekonomi. Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk mengasah kemampuan tersebut melalui kegiatan yang terencana.
Karena itu, kerja sama antara Program Studi Ekonomi Islam, HMJ Ekonomi Islam, dan FoSSEI perlu diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan akademik, pengembangan kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain memperkuat kegiatan di lingkungan kampus, reaktivasi FoSSEI juga diharapkan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dengan sesama pegiat ekonomi Islam. Jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas anggota, dan mengembangkan kegiatan bersama.
FEB Unismuh Makassar berharap pengaktifan kembali FoSSEI menjadi langkah awal untuk membangun gerakan mahasiswa ekonomi Islam yang lebih aktif dan berkelanjutan. Dukungan fakultas dan program studi diharapkan dapat mendorong lahirnya kegiatan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa serta masyarakat luas.

