UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat pendidikan karakter mahasiswa dengan menempatkan nilai-nilai akidah Islam sebagai fondasi pembinaan kepribadian. Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pencapaian akademik dengan pembentukan kesadaran moral dan tanggung jawab sosial mahasiswa.
Komitmen itu diwujudkan antara lain melalui Seminar Internasional yang diselenggarakan Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar di Masjid Subulussalam Al-Khoory, Rabu, 4 November 2026. Kegiatan bertema “Peran Akidah Islam dalam Pendidikan Generasi Unggul: Fondasi, Metode, dan Tujuan” tersebut menghadirkan akademisi Universitas Ummul Qura, Makkah, Arab Saudi, Prof. Dr. Abu Zaid bin Muhammad Makki Al-Qubbi.
Sekitar 500 peserta dari kalangan mahasiswa dan akademisi menghadiri seminar yang membahas kedudukan akidah dalam pendidikan generasi muda. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang penguatan keilmuan Islam melalui pertemuan langsung dengan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar Bidang Kemahasiswaan, Alumni, Kaderisasi, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan, KH Mawardi Pewangi, mengatakan pendidikan tinggi tidak boleh hanya menitikberatkan pada kemampuan intelektual dan pencapaian akademik. Pembentukan kepribadian yang berlandaskan akidah Islam juga perlu mendapat perhatian dalam proses pendidikan.
“Pendidikan generasi unggul tidak sekadar diukur dari pencapaian akademik semata, tetapi berawal dari keteguhan akidah Islam yang menjadi fondasi utama kepribadian seorang muslim,” kata Mawardi.
Akidah dan Pembinaan Karakter Mahasiswa
Menurut Mawardi, penguatan akidah merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di lingkungan Unismuh. Pembinaan tersebut diarahkan agar mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Islam.
“Unismuh Makassar terus berkomitmen menegakkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta pembinaan karakter mahasiswa secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan berbasis akidah diperlukan untuk membangun fondasi kepribadian mahasiswa. Nilai-nilai keislaman diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Gelar Seminar Internasional Bahasa Arab, Unismuh Hadirkan Pakar dari Arab Saudi
Dalam kerangka pendidikan Muhammadiyah, perpaduan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga perlu memiliki landasan etis dalam menggunakan pengetahuan yang diperoleh.
Mawardi berharap materi yang disampaikan akademisi Universitas Ummul Qura dapat memperkaya pendekatan pembinaan mahasiswa di lingkungan kampus. Pengetahuan yang diperoleh selama seminar diharapkan memiliki keberlanjutan dalam praktik pendidikan dan kehidupan peserta.
“Melalui seminar internasional bersama ulama kontemporer dari Makkah ini, kami berharap civitas akademika dan para mahasiswa dapat menyerap metode pendidikan berbasis akidah untuk diterapkan dalam pola pembinaan kemahasiswaan maupun kehidupan sehari-hari,” kata Mawardi.
Ma’had Al-Birr Perkuat Keilmuan Islam
Ketua Panitia Pelaksana, Anshar Sultan, mengatakan seminar internasional tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan keilmuan Islam dan pemahaman akidah di lingkungan kampus. Kehadiran akademisi Universitas Ummul Qura diharapkan memberi perspektif yang lebih luas mengenai pendidikan generasi muda berlandaskan ajaran Islam.
“Seminar internasional ini dirancang sebagai wadah penguatan keilmuan Islam dan akidah di lingkungan civitas akademika,” kata Anshar.
Menurut dia, pendidikan akidah menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keteguhan keyakinan dan karakter. Karena itu, forum akademik yang mempertemukan mahasiswa dengan pakar keilmuan Islam perlu terus dikembangkan.
Anshar menjelaskan bahwa seminar tersebut menghadirkan Abu Zaid yang merupakan profesor madya bidang Akidah pada Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Universitas Ummul Qura. Latar belakang keilmuan narasumber dinilai relevan dengan tema pendidikan karakter dan penguatan akidah yang diangkat penyelenggara.
“Kehadiran pakar bidang akidah dari Universitas Ummul Qura Makkah, Prof. Dr. Abu Zaid bin Muhammad Makki Al-Qubbi, diharapkan mampu memberikan pencerahan mendalam mengenai pentingnya menanamkan fondasi akidah yang kokoh dalam mencetak generasi muda Islam yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Pertukaran Pengetahuan dalam Forum Internasional
Seminar tersebut juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi luar negeri dan sivitas akademika Unismuh. Melalui pemaparan dan diskusi, peserta memperoleh kesempatan memperdalam konsep-konsep keimanan serta memahami pendekatan pembelajaran akidah.
Dalam sesi materi, Abu Zaid membahas hubungan antara tauhid, iman kepada malaikat, rasul, dan kitab-kitab suci dengan kehidupan manusia. Ia menggunakan metode tanya jawab untuk menggali pemahaman peserta sekaligus menghubungkan ajaran keimanan dengan perilaku sehari-hari.
Salah satu bagian yang mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai iman kepada malaikat dan pengaruhnya terhadap pengendalian diri. Keyakinan bahwa perbuatan manusia dicatat oleh malaikat dijelaskan sebagai salah satu dasar untuk membangun kehati-hatian dalam berbicara dan bertindak.
Pendekatan tersebut memberikan gambaran bahwa pendidikan akidah dapat dikembangkan melalui dialog dan pengujian pemahaman, bukan hanya penyampaian materi secara satu arah. Mahasiswa diajak berpartisipasi aktif dan menjelaskan pemahaman mereka terhadap konsep-konsep keagamaan.
Bagi Unismuh, kegiatan ini menjadi salah satu sarana mempertemukan penguatan nilai-nilai AIK dengan pengembangan wawasan keilmuan Islam. Kehadiran narasumber internasional juga memperluas kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pembelajaran dari akademisi dengan latar belakang keilmuan yang berbeda.
Antusiasme Ratusan Peserta
Anshar menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, pengelola Ma’had Al-Birr, panitia, dan seluruh peserta yang mendukung penyelenggaraan seminar. Kehadiran sekitar 500 peserta dinilai menunjukkan antusiasme terhadap kegiatan penguatan keilmuan Islam di lingkungan perguruan tinggi.
Mawardi juga mengapresiasi partisipasi mahasiswa dan akademisi dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, antusiasme peserta menjadi dorongan bagi kampus untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan karakter berbasis nilai-nilai keislaman.
Seminar internasional ini sekaligus memperlihatkan upaya Ma’had Al-Birr dan Unismuh menempatkan pendidikan akidah dalam kerangka pembentukan generasi unggul. Keunggulan itu tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga dengan keteguhan nilai, kedalaman pengetahuan, dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Kontributor: Qatada/Ilmia Nabila/Nur Wahyuni
Editor: Hadisaputra

