October 23, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Rektor Unismuh Hadiri Akselerasi Pendidikan Dokter Spesialis di Jakarta

Dr Ir Abd Rakhim Nanda MT IPU, menghadiri pertemuan nasional akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan kedokteran serta kedokteran gigi.

UNISMUH.AC.ID, JAKARTA — Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Ir Abd Rakhim Nanda MT IPU, menghadiri pertemuan nasional akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan kedokteran serta kedokteran gigi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Pertemuan di Auditorium Gedung D Kemdiktisaintek, Senayan, tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis, sekaligus memperkuat pemerataan pelayanan kesehatan di Indonesia.

Kehadiran Rektor Unismuh memiliki arti strategis sejalan dengan pengembangan pendidikan kedokteran di kampus tersebut. Saat ini, Unismuh telah memiliki empat program studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni Kedokteran Emergensi atau Kegawatdaruratan, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Bedah, serta Dermatologi, Venereologi, dan Estetika.

Selain itu, Unismuh memiliki Program Studi Sarjana Kedokteran Gigi dan Pendidikan Profesi Dokter Gigi. Pengembangan keenam program studi tersebut menjadi bagian dari penguatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar.

Rektor Unismuh, Abd Rakhim Nanda, menyambut positif kebijakan pemerintah yang memberikan perhatian lebih besar terhadap peningkatan kapasitas pendidikan dokter spesialis, termasuk melalui dukungan beasiswa dan kemitraan dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Unismuh menyambut baik kebijakan percepatan pendidikan dokter spesialis. Dengan empat program studi spesialis dan dua program studi kedokteran gigi yang telah kami miliki, kami ingin berkontribusi lebih besar dalam menyiapkan tenaga medis yang kompeten dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rakhim, pengembangan pendidikan kedokteran harus diikuti penguatan mutu akademik, kesiapan tenaga pendidik, fasilitas pendidikan klinik, serta kerja sama dengan rumah sakit pendidikan.

“Kami tidak hanya berorientasi pada penambahan program studi, tetapi juga memastikan kualitas pendidikan dan kompetensi lulusan. Pendidikan dokter spesialis membutuhkan ekosistem akademik dan klinik yang kuat agar memberikan manfaat nyata bagi pelayanan kesehatan,” katanya.

Pemerintah Siapkan 1.000 Beasiswa Dokter Spesialis

Pertemuan nasional yang dihadiri Rektor Unismuh tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintah dalam mempercepat pemenuhan dan pemerataan tenaga medis.

Baca Juga: Unismuh Makassar Tambah Dua Program Dokter Spesialis, Kini Miliki 72 Program Studi

Dalam forum tersebut, Kemdiktisaintek mengumumkan tiga inisiatif strategis, yakni penyediaan 1.000 beasiswa pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis, perluasan penempatan residen tingkat mandiri di fasilitas pelayanan kesehatan prioritas, serta akselerasi pengembangan pendidikan kedokteran gigi di berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 1.000 beasiswa disiapkan untuk tahun akademik 2026/2027. Dari jumlah itu, sekitar 750 beasiswa direncanakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sedangkan 250 lainnya didukung pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta.

Kebijakan tersebut menjadi peluang bagi perguruan tinggi penyelenggara PPDS, termasuk Unismuh Makassar, untuk memperkuat akses pendidikan spesialis melalui skema pembiayaan dan kemitraan yang dikembangkan pemerintah.

Selain beasiswa, pemerintah memperkuat penempatan residen tingkat mandiri pada fasilitas pelayanan kesehatan. Kebijakan ini ditujukan untuk menghubungkan proses pendidikan dokter spesialis dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang masih mengalami keterbatasan tenaga medis.

Rektor Unismuh menegaskan, pengembangan pendidikan kedokteran merupakan bagian dari komitmen Unismuh untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui empat program studi spesialis dan pendidikan kedokteran gigi, Unismuh berupaya memperkuat perannya dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Partisipasi dalam forum nasional ini sekaligus menjadi langkah Unismuh memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan institusi kesehatan guna mendukung pendidikan kedokteran yang bermutu dan berkelanjutan.