October 22, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Di Hadapan Wakil Ketua DPD RI, Unismuh Makassar Soroti Ketimpangan Dukungan bagi PTS

Hadiri ICOMFEST 5 Prodi KPI Unismuh

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Perguruan tinggi swasta (PTS) dinilai perlu memperoleh perhatian dan dukungan pemerintah yang lebih setara dengan perguruan tinggi negeri (PTN), terutama dalam pembiayaan operasional dan kesejahteraan dosen. Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menilai tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa tidak hanya berada di tangan perguruan tinggi negeri, tetapi juga dijalankan oleh ribuan perguruan tinggi swasta di Indonesia.

Aspirasi tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr Burhanuddin, di hadapan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung dalam Seminar Islamic Communication Festival (ICOMFEST) 5, Kamis, 22 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam itu berlangsung di Theater I-Gift, Lantai 2 Menara Iqra, Kampus Unismuh Makassar.

Burhanuddin menyoroti perbedaan dukungan pemerintah terhadap perguruan tinggi negeri dan swasta. Menurut dia, PTS selama ini menghadapi tantangan pembiayaan operasional, meskipun menjalankan fungsi pendidikan yang sama.

“Biaya operasional perguruan tinggi hanya diterima oleh perguruan tinggi negeri. Perguruan tinggi swasta, kami tidak dapat, Pak. Padahal, mencerdaskan anak bangsa bukan cuma perguruan tinggi negeri, tapi juga perguruan tinggi swasta,” ujar Burhanuddin.

Selain pembiayaan operasional, Burhanuddin mengangkat persoalan tunjangan kinerja dosen. Ia menjelaskan bahwa dosen tetap yayasan di perguruan tinggi swasta memiliki tanggung jawab akademik yang tidak berbeda secara mendasar dengan dosen berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Namun, menurut dia, terdapat perbedaan dalam dukungan kesejahteraan yang diterima. Dosen yayasan memperoleh tunjangan sertifikasi sesuai ketentuan, tetapi tidak menikmati tunjangan kinerja seperti yang diterima sebagian dosen berstatus aparatur sipil negara.

“Padahal, pegawai negeri sipil dengan dosen yayasan sama-sama tanggung jawabnya untuk mencerdaskan anak bangsa,” katanya.

Baca Juga: Tamsil Linrung Buka Peluang Studi ke Rusia bagi Mahasiswa Unismuh

Burhanuddin berharap persoalan tersebut mendapatkan perhatian pemerintah dan diperjuangkan melalui lembaga legislatif. Ia menilai peningkatan kesejahteraan dosen swasta merupakan bagian penting dari upaya memperkuat mutu pendidikan tinggi nasional.

“Dosen-dosen kami di PTS bisa juga dapat tunjangan kinerja sebagaimana layaknya tunjangan dosen pegawai negeri sipil,” ujarnya.

Tamsil Dorong Penguatan Aspirasi ke Parlemen

Menanggapi aspirasi tersebut, Tamsil Linrung menyatakan sependapat bahwa perguruan tinggi swasta memiliki kontribusi besar dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

Menurut Tamsil, lembaga pendidikan swasta telah membantu negara menyediakan layanan pendidikan melalui pembangunan infrastruktur, penyediaan tenaga pendidik, dan pengelolaan institusi pendidikan.

“Seharusnya negara memberi apresiasi dan terima kasih kepada lembaga-lembaga swasta yang mengelola pendidikan karena itu mengambil tanggung jawab negara,” kata Tamsil.

Ia mengungkapkan bahwa persoalan tunjangan kinerja dosen sebelumnya juga telah disampaikan kepadanya oleh kalangan dosen. Aspirasi tersebut, menurut Tamsil, telah diteruskannya kepada Kementerian Keuangan serta kementerian yang menangani pendayagunaan aparatur negara.

Tamsil menilai persoalan kesejahteraan tenaga pendidik perlu terus disuarakan agar memperoleh perhatian dalam pembahasan kebijakan dan anggaran pemerintah.

“Memang ini mungkin harus sering-sering kita suarakan ke parlemen supaya parlemen ini menyuarakan ketika ada rapat dengan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan parlemen dapat memperkuat posisi aspirasi perguruan tinggi swasta dalam pembahasan kebijakan pendidikan nasional.

y

Dalam kesempatan yang sama, Burhanuddin juga memaparkan komitmen Unismuh Makassar terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya dosen muda dan mahasiswa berprestasi.

Ia menyampaikan bahwa Unismuh memiliki 65 dosen berusia 35 tahun ke bawah yang didorong untuk meningkatkan kualifikasi akademik sebagai bagian dari regenerasi tenaga pengajar.

Selain pengembangan dosen, Unismuh setiap tahun memfasilitasi tiga mahasiswa berprestasi untuk mengakses peluang beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sejumlah mahasiswa dan alumni Unismuh juga telah melanjutkan pendidikan ke berbagai negara, antara lain Inggris, Italia, dan Taiwan.

Burhanuddin berharap kehadiran Tamsil Linrung dapat memperluas dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia Unismuh, baik melalui akses beasiswa maupun penguatan kebijakan pendidikan tinggi.

Bagi Unismuh, peningkatan mutu perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari dukungan terhadap tenaga pendidik. Karena itu, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan dosen dan keberlanjutan pembiayaan PTS dinilai penting untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.