October 21, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus Green Kampus

Di Tengah Keramaian Wisuda Unismuh, Rukaiya Menjemput Rezeki dari Es Jeruk

Meski harus berpanas-panasan dan bersaing dengan pedagang lain, semangat wirausaha Rukaiya berhasil mendatangkan omzet ratusan ribu rupiah. Sukses terus untuk kuliah dan usahanya, ya!

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Ketika ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar merayakan kelulusan bersama keluarga, Rukaiya (20) memiliki kesibukan berbeda. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) itu berkeliling di kawasan kampus sambil menjajakan es jeruk kepada para pengunjung wisuda.

Rabu, 21 Oktober 2026, Rukaiya kembali mencoba peruntungan di tengah keramaian Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar. Baginya, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan akademik, melainkan juga kesempatan memperoleh penghasilan dari usaha kecil yang baru beberapa bulan dirintisnya.

Rukaiya belum memiliki merek dagang ataupun tempat usaha permanen. Ia hanya mengandalkan minuman es jeruk yang dibawanya untuk ditawarkan langsung kepada pembeli.

“Tidak ada, belum ada,” katanya ketika ditanya mengenai nama merek usahanya.

Meski sederhana, usaha tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Rukaiya dalam belajar mencari penghasilan secara mandiri. Ia mulai berjualan ketika memasuki masa libur semester dan memanfaatkan waktu di luar kegiatan perkuliahan untuk mengembangkan usahanya.

Wisuda Ke-89 menjadi pengalaman pertamanya berjualan dalam kegiatan kelulusan di kampus sendiri. Selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, ia mencoba menjangkau pembeli di tengah keramaian wisudawan dan keluarga.

Berpindah Tempat Mencari Pembeli

Sebelum mencoba berjualan di tengah kegiatan wisuda, Rukaiya telah terbiasa mendatangi lokasi-lokasi keramaian.

Ia menjajakan es jeruk di kawasan pasar dan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day di sekitar Jalan Syekh Yusuf.

Kebiasaan berpindah lokasi membuatnya harus menyesuaikan diri dengan kondisi pembeli yang berbeda-beda. Ada kalanya dagangan lebih cepat terjual, tetapi pada kesempatan lain ia harus menghadapi persaingan dengan pedagang sejenis.

Saat berjualan di kawasan Unismuh, Rukaiya mengaku tetap memperoleh pemasukan meskipun jumlahnya tidak sebesar ketika berjualan di lokasi biasanya.

“Alhamdulillah, ada-ada,” ujarnya ketika ditanya mengenai hasil penjualan selama wisuda.

Menurut Rukaiya, hasil penjualan di lokasi biasanya berkisar Rp200.000 hingga Rp300.000. Sementara itu, selama kegiatan wisuda, penjualannya mencapai lebih dari Rp200.000.

Baca Juga: Sambutan LLDIKTI IX dalam Wisuda 87 Unismuh Makassar: PTS dengan Prodi Terbanyak di Wilayah Sultan Batar

Perbedaan tersebut tidak terlalu besar, tetapi ia merasakan persaingan yang lebih ketat karena banyak pedagang lain turut memanfaatkan momentum wisuda.

Rukaiya menyadari bahwa keramaian tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah pembeli. Semakin banyak pedagang yang menawarkan produk serupa, semakin besar pula persaingan untuk menarik perhatian pengunjung.

Meski demikian, ia tetap memilih berjualan. Baginya, kesempatan memperoleh penghasilan sekaligus menambah pengalaman berwirausaha patut dimanfaatkan.

Panas dan Kemacetan Jadi Tantangan

Berjualan sambil berkeliling di tengah keramaian wisuda bukan tanpa tantangan. Rukaiya harus menghadapi cuaca panas dan kepadatan kendaraan di sekitar kampus.

“Paling biasa panas, macet,” katanya singkat ketika menjelaskan kendala yang dihadapi.

Kondisi tersebut tidak membuatnya menghentikan kegiatan berjualan. Ia tetap mencoba mendatangi pembeli dan menawarkan minumannya selama kegiatan berlangsung.

Rukaiya juga mengaku terbantu karena dapat berjualan di area dalam kampus tanpa dikenai biaya tempat. Kesempatan tersebut dinilainya memberikan keringanan bagi pedagang kecil seperti dirinya.

Namun, ia turut menceritakan pengalaman ketika pernah dimintai pembayaran sebesar Rp20.000 saat berjualan. Ia tidak menjelaskan secara terperinci siapa yang meminta pembayaran tersebut maupun ketentuan yang mendasarinya.

Terlepas dari pengalaman itu, Rukaiya mengaku senang memperoleh kesempatan berjualan selama berlangsungnya wisuda.

Belajar Mandiri Sambil Kuliah

Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, kegiatan berwirausaha memberikan pengalaman yang berbeda dari aktivitas akademik sehari-hari.

Di ruang kuliah, Rukaiya mempelajari bahasa dan pendidikan. Sementara melalui usaha es jeruknya, ia belajar menghadapi pembeli, mengikuti perubahan permintaan, dan mencari peluang memperoleh penghasilan.

Usaha yang masih sederhana tersebut memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan waktu luang untuk mengembangkan kemandirian ekonomi.

Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar sendiri berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 20–21 Oktober 2026, dengan jumlah keseluruhan 1.598 lulusan.

Kehadiran wisudawan bersama keluarga dan kerabat menciptakan peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, bunga, dan berbagai perlengkapan wisuda.

Di antara para pedagang itu, Rukaiya membawa harapan sederhana. Ia ingin terus memperoleh kesempatan berjualan dan mengembangkan usaha kecilnya sambil menyelesaikan pendidikan.

Rukaiya juga menyampaikan harapan bagi kampus tempatnya menimba ilmu.

“Semoga makin berjaya, bersinar,” ujarnya.

Bagi Rukaiya, dua hari wisuda tidak hanya menjadi kesempatan memperoleh uang ratusan ribu rupiah. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses belajar mandiri, membangun keberanian berusaha, dan menyiapkan masa depan sejak masih duduk di bangku kuliah.

Kontributor: Ilmia Nabila/Nur Wahyuni

Editor: Hadisaputra