October 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh Bahas Peluang Studi dan Karier di Eropa

Pembekalan melalui sharing session bertajuk Peluang Studi dan Karier Pasca Studi di Eropa, Selasa, 20 Oktober 2026

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membekali mahasiswa dan alumni dengan informasi mengenai peluang studi lanjut dan karier di Eropa. Pembekalan dilakukan melalui sharing session bertajuk “Peluang Studi dan Karier Pasca Studi di Eropa”, Selasa, 20 Oktober 2026, dengan menghadirkan akademisi yang berbasis di Jerman.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Lontara, Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI), Lantai 2 Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar, itu diselenggarakan bersama Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Unismuh. Penyelenggara juga menggandeng Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman.

Mengangkat tema “Peluang Karier Pasca Studi Menembus Eropa”, Dr. Phil. Retno Widyastuti, M.Si., M.A., menguraikan berbagai persyaratan dan tantangan yang perlu dipahami mahasiswa sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Pembahasannya meliputi prosedur pendaftaran perguruan tinggi, peluang beasiswa, biaya pendidikan dan kehidupan sehari-hari, hingga persiapan memasuki dunia kerja internasional.

Salah satu hal yang mendapat perhatian ialah anggapan bahwa kuliah di Jerman sepenuhnya gratis. Melalui materi “Kuliah di Jerman: Antara Asumsi dan Realitas”, Retno menjelaskan bahwa tidak semua perguruan tinggi dan program pendidikan di negara tersebut membebaskan mahasiswa dari biaya kuliah.

Pada sejumlah perguruan tinggi, mahasiswa memang tidak dikenai uang kuliah, tetapi tetap harus membayar kontribusi semester dan memenuhi berbagai kebutuhan selama menjalani pendidikan. Pengeluaran tersebut mencakup asuransi kesehatan, akomodasi, konsumsi, transportasi, serta biaya administrasi.

Retno juga mengingatkan bahwa biaya hidup di Jerman perlu menjadi pertimbangan utama calon mahasiswa internasional. Besarnya pengeluaran dapat berbeda menurut kota tempat tinggal, jenis akomodasi, dan kebutuhan masing-masing mahasiswa.

Selain persoalan biaya, penguasaan bahasa menjadi bagian penting dalam persiapan studi di Eropa. Retno menjelaskan bahwa penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan untuk menguasai bahasa Jerman.

Kemampuan berbahasa Jerman diperlukan untuk menunjang komunikasi sehari-hari, pengurusan administrasi, interaksi sosial, hingga memperluas peluang magang dan bekerja. Karena itu, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan kemampuan bahasa sesuai dengan kebutuhan akademik dan rencana karier mereka.

Pembahasan tersebut relevan dengan pengembangan kompetensi mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik internasional. Penguasaan bahasa Inggris sebagai bidang keilmuan perlu dilengkapi kemampuan beradaptasi dengan budaya, sistem pendidikan, dan tuntutan profesional di negara tujuan.

Sebelumnya, Dr. Radiah Hamid, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya memberikan akses informasi internasional kepada mahasiswa dan alumni. Menurut dia, perguruan tinggi perlu membantu mahasiswa memahami peluang pendidikan lanjutan sekaligus mempersiapkan kompetensi yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat global.

“Kegiatan Sharing Session ini merupakan bentuk komitmen nyata kami dalam mendorong akselerasi internasionalisasi di Unismuh Makassar,” kata Radiah.

Radiah menjelaskan, internasionalisasi pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui kerja sama antarlembaga. Mahasiswa dan alumni juga perlu memperoleh pengetahuan praktis mengenai persyaratan akademik, peluang beasiswa, serta strategi membangun karier di luar negeri.

“Kami ingin membekali para mahasiswa dan alumni tidak hanya dengan wawasan akademis global, tetapi juga dengan strategi konkret untuk meraih peluang karir serta studi lanjut hingga ke tingkat internasional, khususnya Eropa,” ujar Radiah.

Menurut Radiah, kolaborasi dengan perguruan tinggi mitra dan organisasi Muhammadiyah di luar negeri menjadi salah satu cara memperluas akses mahasiswa terhadap informasi pendidikan internasional. Kehadiran narasumber yang memahami kondisi akademik dan kehidupan di Jerman diharapkan membantu peserta menyusun rencana studi secara lebih realistis.

Melalui kerja sama dengan PCIM Jerman, kegiatan ini juga membuka ruang pertukaran pengalaman mengenai kehidupan masyarakat Indonesia di Eropa. Informasi tersebut penting agar mahasiswa tidak hanya memahami prosedur masuk perguruan tinggi, tetapi juga mengenali tantangan sosial dan profesional setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan yang dipandu Aqmal Reza Amri, S.IP., M.Phil., sebagai moderator itu dilanjutkan dengan diskusi mengenai pilihan program studi, persyaratan bahasa, pembiayaan pendidikan, dan peluang karier setelah lulus. Peserta juga diajak mempertimbangkan kesesuaian bidang pendidikan dengan rencana pengembangan profesi masing-masing.

Aspek adaptasi lintas budaya turut menjadi perhatian dalam diskusi. Kemampuan memahami kebiasaan masyarakat, membangun komunikasi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik yang berbeda dinilai penting untuk mendukung keberhasilan studi dan pekerjaan di luar negeri.

Bagi Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan internasional mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan akademik dengan mitra luar negeri. Pembekalan tersebut diharapkan mendorong mahasiswa dan alumni mempersiapkan studi lanjut serta pengembangan karier secara lebih terarah.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 12.00 WITA itu ditutup dengan foto bersama narasumber, peserta, dan panitia. Penyelenggara mengaitkan kegiatan tersebut dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, dan penguatan kemitraan.