October 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Wakil Ketua Majelis Dikti PP Muhammadiyah Ajak Wisudawan Unismuh Terus Belajar dan Berani Merantau

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Jamhari Makruf, saat memberikan amanat pada Wisuda Ke-89 Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa, 20 Oktober 2026.

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Gelar akademik bukan akhir dari proses belajar. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja, lulusan perguruan tinggi dituntut terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal zaman.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Jamhari Makruf, saat memberikan amanat pada Wisuda Ke-89 Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa, 20 Oktober 2026.

Wisuda yang berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar itu diikuti 1.598 lulusan dalam dua hari pelaksanaan, 20–21 Oktober 2026.

Jamhari mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana, magister, maupun doktor merupakan pencapaian penting. Namun, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah perlu terus dikembangkan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mengibaratkan kemampuan lulusan dengan teknologi telepon pintar yang terus mengalami pembaruan. Perangkat yang sebelumnya dianggap paling canggih dapat kehilangan daya saing ketika muncul teknologi dengan kemampuan lebih baik.

“Kalau adik-adik tidak memperbarui ilmunya, tidak memperbarui apa yang dipelajari, itu dengan sendirinya akan kedaluwarsa, tidak dipakai lagi,” ujar Jamhari, yang saat ini juga merupakan Rektor Universitas Internasional Islam Indonesia.

Menurut dia, gambaran tersebut juga berlaku bagi lulusan perguruan tinggi. Kompetensi yang dimiliki saat menerima ijazah tidak dapat dijadikan satu-satunya bekal untuk menghadapi perubahan sepanjang kehidupan profesional.

Karena itu, Jamhari mendorong para lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sekaligus mengembangkan kemampuan melalui pengalaman kerja dan pembelajaran mandiri.

Bagi lulusan sarjana, pendidikan magister dapat menjadi pilihan untuk memperdalam keahlian. Demikian pula lulusan magister didorong melanjutkan pendidikan doktor, sedangkan mereka yang telah menyelesaikan pendidikan doktor tetap dituntut menghasilkan karya dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Berani Merantau dan Mencari Pengalaman

Selain menekankan pentingnya belajar sepanjang hayat, Jamhari mengajak lulusan Unismuh memiliki keberanian meninggalkan zona nyaman dan mencari pengalaman di berbagai tempat.

Ia mengutip syair yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i tentang pentingnya perjalanan bagi orang berilmu. Melalui syair tersebut, Jamhari mengingatkan bahwa pengetahuan, pengalaman, dan kesempatan hidup perlu diusahakan dengan keberanian untuk bergerak.

Menurut dia, seseorang tidak dapat berharap memperoleh keberhasilan apabila hanya berdiam diri tanpa berusaha mengembangkan kemampuan dan mencari kesempatan.

Jamhari menggunakan perumpamaan air yang mengalir, singa yang berburu, dan anak panah yang dilepaskan dari busurnya untuk menggambarkan pentingnya tindakan dalam meraih tujuan.

“Jangan lupa untuk terus bekerja dan jangan lupa untuk berkelana mencari ilmu dan mencari pekerjaan,” pesannya.

Ia berharap lulusan Unismuh tidak membatasi kesempatan bekerja dan mengembangkan diri hanya di daerah asal. Mereka perlu memiliki keberanian bersaing dan memanfaatkan peluang di berbagai daerah, bahkan di luar negeri.

Semangat tersebut, menurut Jamhari, menjadi bagian penting dari proses membangun kemandirian setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.

Muhammadiyah memiliki Ekosistem Pendidikan

Dalam amanatnya, Jamhari juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada Unismuh Makassar.

Menurut dia, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki lingkungan pendidikan yang memadukan pengembangan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Jamhari menyebut Muhammadiyah memiliki 164 perguruan tinggi dan 125 rumah sakit. Jaringan tersebut, menurut dia, memperlihatkan luasnya kontribusi persyarikatan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Ia berharap para lulusan mampu memanfaatkan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di lingkungan Muhammadiyah untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Jamhari juga menyampaikan salam dan ucapan selamat dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, kepada seluruh wisudawan beserta orang tua mereka.

Bersyukur kepada orang tua, dosen, dan diri sendiri

Pada bagian lain amanatnya, Jamhari mengajak para lulusan mensyukuri keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Rasa syukur itu tidak hanya ditujukan kepada Allah SWT, tetapi juga diwujudkan melalui penghargaan kepada orang tua, wali, dan para dosen yang telah mendampingi proses pendidikan.

Ia secara khusus meminta wisudawan menghargai perjuangan diri sendiri. Menurut dia, tidak semua mahasiswa yang memulai pendidikan tinggi berhasil menyelesaikannya hingga tahap wisuda.

Karena itu, keberhasilan mengenakan toga dan menerima gelar akademik patut disyukuri sebagai hasil dari ketekunan menghadapi berbagai tantangan selama masa studi.

Namun, rasa syukur tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk melanjutkan perjuangan, bukan alasan untuk berhenti mengembangkan kemampuan.

Jamhari berharap para lulusan Unismuh Makassar dapat memasuki dunia kerja dengan bekal ilmu, semangat belajar, dan keberanian menghadapi tantangan. Ia juga mengingatkan bahwa masa depan tidak cukup dibangun melalui ijazah, tetapi membutuhkan kerja keras dan kesediaan untuk terus bertumbuh.

Melalui pesan tersebut, Jamhari mengajak para alumni menjadikan wisuda sebagai awal perjalanan baru untuk mengembangkan ilmu, memperluas pengalaman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.