October 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

USIM Malaysia Buka Peluang Studi Doktoral bagi Dosen Unismuh Makassar

Unismuh Makassar dan USIM Malaysia jajaki skema khusus pendidikan doktoral bagi dosen untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan memperkuat kolaborasi internasional.

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Peluang dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar melanjutkan pendidikan doktoral di Malaysia semakin terbuka. Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) menawarkan kesempatan studi S3 melalui Pusat Kemajuan Profesional dan Pendidikan Berterusan (USIM PACE), termasuk kemungkinan pengaturan khusus biaya pendidikan bagi dosen yang berminat.

Tawaran tersebut mengemuka dalam kunjungan delegasi USIM ke Unismuh Makassar di Ruang Senat, Lantai 17 Gedung Iqra, Kampus Unismuh Makassar, Senin, 19 Oktober 2026.

Delegasi dipimpin Prof Madya Dr Mohd Azmir Mohd Nizah selaku Pengarah USIM PACE. Turut hadir Mohd Akashah Abd Rashid, Timbalan Pendaftar USIM PACE, serta Aishah Mardhiah Muhammad Zon, Pembantu Tadbir USIM PACE.

Rombongan diterima Rektor Unismuh Makassar, Dr Abd Rakhim Nanda, bersama jajaran pimpinan universitas dan dosen dari berbagai fakultas.

Skema Khusus Pendidikan Doktoral

Dalam pemaparannya, Mohd Azmir menjelaskan bahwa USIM PACE memiliki pengaturan khusus untuk memfasilitasi calon mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana, terutama jenjang doktoral.

Kesempatan tersebut terbuka bagi berbagai bidang keilmuan sepanjang sesuai dengan program dan kepakaran akademik yang tersedia di USIM.

“Kita ada special arrangement. Ini termasuklah mungkin discount kepada fee-nya,” ujar Mohd Azmir.

Menurut dia, pengaturan tersebut berpotensi memberikan kemudahan bagi dosen Unismuh yang ingin menempuh pendidikan doktoral di Malaysia. Namun, bentuk fasilitas dan besaran keringanan biaya masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

Delegasi USIM juga menjelaskan mekanisme pembayaran biaya pendidikan yang dapat dilakukan secara bertahap setiap semester. Skema ini memberikan gambaran kepada calon mahasiswa mengenai kebutuhan pembiayaan selama masa studi.

Baca Juga: Unismuh Makassar dan UTHM Malaysia Perkuat Kolaborasi Riset Ketahanan Air Berkelanjutan

Mohd Azmir menilai peningkatan kualifikasi akademik dosen menjadi kebutuhan penting bagi pengembangan perguruan tinggi. Karena itu, USIM membuka ruang pembicaraan untuk merumuskan mekanisme kerja sama yang dapat memudahkan dosen Unismuh melanjutkan pendidikan.

Kerja Sama Tak Berhenti pada MoU

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menyambut baik peluang tersebut. Ia mengungkapkan, hubungan akademik antara Unismuh dan USIM telah berlangsung sejak sekitar 2008.

Pada masa awal pengembangan Fakultas Kedokteran Unismuh, akademisi USIM turut berkontribusi dalam penyusunan kurikulum kedokteran yang mengintegrasikan ilmu kesehatan dengan nilai-nilai Islam.

Hubungan kedua perguruan tinggi kembali diperkuat melalui pembaruan nota kesepahaman pada 2026.

Abd Rakhim menegaskan, kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. Kemitraan harus diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

“MoU tidak boleh selesai hanya di MoU. Harus terus ke implementation action-nya,” tegasnya.

Menurut dia, sejumlah bidang dapat dikembangkan bersama, mulai dari penelitian bersama (joint research), publikasi ilmiah (joint publication), pengabdian kepada masyarakat, hingga pertukaran mahasiswa dan dosen.

Dalam pengembangan sumber daya manusia, Abd Rakhim mengungkapkan bahwa sudah ada dosen Fakultas Kedokteran Unismuh yang melanjutkan pendidikan di USIM. Ia berharap kesempatan serupa dapat dimanfaatkan dosen dari fakultas lain.

Perkuat Internasionalisasi

Selain menawarkan peluang studi doktoral, delegasi USIM memperkenalkan profil akademik universitas yang berlokasi di Nilai, Negeri Sembilan, Malaysia.

USIM mengembangkan pendekatan integrasi ilmu naqli dan aqli, yakni memadukan pengetahuan yang bersumber dari wahyu dengan ilmu pengetahuan rasional dan empiris.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam berbagai bidang, antara lain kedokteran, sains dan teknologi, ekonomi dan muamalat, hukum dan syariah, serta kajian Al-Qur’an dan Sunnah.

Kesamaan orientasi pengembangan keilmuan berbasis nilai-nilai Islam menjadi salah satu landasan untuk memperluas kemitraan akademik kedua universitas.

Kunjungan delegasi USIM membuka ruang pembahasan lebih lanjut mengenai skema studi doktoral, kolaborasi riset, dan mobilitas akademik. Bagi Unismuh, peluang tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualifikasi dosen, memperkuat kapasitas penelitian, dan mengembangkan jejaring internasional menuju perguruan tinggi bereputasi global.

Kontributor: Muammar/Qotadah

Editor: Hadisaputra