UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Anggota Komisi III DPR RI periode 2024–2029, Rudianto Lallo, memotivasi 128 lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassaragar berani menghadapi tantangan dan memperjuangkan cita-cita setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Motivasi tersebut disampaikan dalam acara ramah tamah Wisuda ke-89 FISIP Unismuh Makassar di Hotel Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Jumat 16 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Rudianto membagikan kisah perjalanan hidupnya, dari latar belakang sederhana hingga menjadi anggota DPR RI. Ia mengajak para lulusan menjadikan kelulusan sebagai awal perjalanan untuk mengembangkan potensi, membangun karier, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di hadapan para wisudawan, Rudianto mengajukan pertanyaan reflektif yang mendorong mereka memikirkan langkah setelah menyandang gelar sarjana.
“Setelah sudah wisuda, mau jadi apa?” ujar Rudianto kepada para lulusan.
Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa kelulusan perguruan tinggi bukanlah akhir dari proses belajar. Para alumni perlu menyiapkan diri menghadapi persaingan dunia kerja, mengembangkan kemampuan, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Melalui pengalaman hidupnya, Rudianto menekankan pentingnya kerja keras dan ketekunan untuk mencapai tujuan. Menurut dia, latar belakang kehidupan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih cita-cita dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin pada masa depan.
Jaga Nama Baik Almamater
Dekan FISIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto, menyampaikan rasa syukur atas kelulusan 128 mahasiswa pada periode Wisuda ke-89. Ia berharap para lulusan dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman selama kuliah untuk menjawab berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Andi Luhur juga berpesan agar para alumni menjaga nama baik almamater ketika memasuki dunia kerja maupun menjalankan pengabdian di lingkungan masing-masing. Bekal akademik yang diperoleh selama kuliah, menurut dia, perlu diwujudkan melalui tindakan dan kontribusi yang bermanfaat.
Baca Juga : Unismuh Makassar Jajaki Peluang Kerja Sama Akademik dengan Kanazawa University Jepang
Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menyampaikan amanat rektor kepada para wisudawan. Ia menegaskan bahwa Unismuh Makassar berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Pesan tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mempersiapkan lulusan yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, karakter, dan tanggung jawab sosial ketika terjun ke masyarakat.
Perkuat Jejaring Alumni
Acara ramah tamah juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara lulusan baru dan keluarga besar alumni Unismuh Makassar.
Ketua Ikatan Alumni (IKA) FISIP Unismuh Makassar, Adnan Ma’ruf, S.Sos., M.Si., mengajak para lulusan menjaga solidaritas dan membangun komunikasi dengan alumni yang lebih dahulu berkiprah di berbagai bidang.
Menurut Adnan, jejaring alumni dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta membuka peluang kolaborasi profesional. Karena itu, hubungan antarlulusan diharapkan tetap terpelihara meskipun mereka telah menyelesaikan pendidikan di kampus.
Perwakilan Dewan Pengurus Pusat (DPP) IKA Unismuh Makassar, Dr. Ismail Rasolong, turut menyambut bergabungnya 128 lulusan baru ke dalam keluarga besar alumni universitas. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas fakultas untuk memperkuat jaringan profesional dan memperluas kontribusi alumni di tengah masyarakat.
Sebelum rangkaian sambutan dan motivasi, kegiatan juga diisi dengan pengajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang disampaikan oleh Dr. KH. Mawardi Pewangi, S.Ag., M.Ag. Pengajian tersebut menjadi bagian dari pembekalan spiritual bagi para lulusan agar tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi maupun profesional.
Ramah tamah Wisuda ke-89 FISIP Unismuh Makassar berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pelepasan 128 alumni baru ini sekaligus menandai dimulainya fase baru bagi para lulusan untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, dan mengamalkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan tinggi.

