October 16, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Kerja Sama

Unismuh Makassar Jajaki Peluang Kerja Sama Akademik dengan Kanazawa University Jepang

Kerja sama akademik Unismuh Makassar dengan Kanazawa University (KU)

UNISMUH.AC.ID, KANAZAWA, JEPANG — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) menjajaki peluang kerja sama akademik dengan Kanazawa University (KU), Jepang, Kamis, 15 Oktober 2026. Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan kolaborasi kedua perguruan tinggi dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, dan kegiatan internasional.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh Kepala Divisi Kerja Sama, Pusat Studi, dan Inkubasi Bisnis Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Dr. Wildhan Burhanuddin. Ia diterima Prof. Masato Kimura, Dr.Sci., Advisor to the President for International Exchange sekaligus profesor pada Faculty of Mathematics and Physics, Institute of Science and Engineering, Kanazawa University.

Pertemuan berlangsung pukul 13.00 waktu Jepang di International Relations Department, lantai tiga Administration Office Building, Kanazawa University. Diskusi tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk memperkenalkan potensi institusi dan mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing universitas.

Perkenalkan Program Internasional Unismuh

Dalam pertemuan itu, Wildhan memaparkan profil Unismuh Makassar sebagai perguruan tinggi swasta di kawasan Indonesia Timur yang terus mengembangkan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional.

Ia juga memperkenalkan sejumlah program internasional yang telah dijalankan Unismuh bersama perguruan tinggi dan mitra luar negeri. Program tersebut antara lain Learning Express bersama Singapore Polytechnic, Sakura Science Program bersama Kanazawa Institute of Technology, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand, serta berbagai kegiatan pertukaran akademik dan penelitian kolaboratif.

Menurut Wildhan, pengalaman menjalankan program-program tersebut menjadi modal bagi Unismuh untuk memperluas kemitraan internasional yang berorientasi pada kegiatan nyata.

“Unismuh Makassar terus berupaya mengembangkan kerja sama internasional yang tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan kedua institusi,” ujar Wildhan.

Melalui pendekatan tersebut, Unismuh berharap hubungan dengan perguruan tinggi luar negeri dapat membuka ruang bagi peningkatan kompetensi mahasiswa, penguatan kapasitas dosen, serta pengembangan penelitian yang melibatkan mitra internasional.

Kanazawa University Paparkan Potensi Kolaborasi

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Masato Kimura memperkenalkan Kanazawa University, termasuk pengembangan pendidikan, penelitian, dan kegiatan internasional yang dijalankan universitas tersebut.

Baca Juga: Teknik Unismuh dan Kanazawa Jepang Bahas Riset Bersama

Kanazawa University merupakan perguruan tinggi negeri di Prefektur Ishikawa, Jepang. Sejarah institusi ini berakar pada 1862, sedangkan pembentukannya sebagai universitas dalam sistem pendidikan tinggi modern berlangsung pada 1949.

Universitas tersebut memiliki beragam bidang keilmuan, mulai dari humaniora dan ilmu sosial hingga sains, teknik, dan kesehatan. Pengembangan pendidikan dan penelitian menjadi bagian penting dari upaya Kanazawa University untuk memperkuat kontribusinya kepada masyarakat serta membangun jejaring akademik di tingkat nasional dan internasional.

Dalam diskusi, Kimura menjelaskan bahwa peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri perlu mempertimbangkan kesesuaian bidang keilmuan, kebutuhan institusi, dan manfaat yang dapat diperoleh kedua belah pihak.

“Kerja sama internasional perlu dibangun berdasarkan kesesuaian bidang dan kebutuhan masing-masing institusi. Karena itu, penting untuk terlebih dahulu mengidentifikasi kegiatan akademik yang dapat dilaksanakan bersama dan memberikan manfaat timbal balik,” demikian inti penjelasan Kimura dalam pertemuan tersebut.

Kolaborasi Dapat Dimulai Tanpa MoU

Salah satu hal yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah pendekatan Kanazawa University dalam mengembangkan hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi luar negeri. Menurut Kimura, penjajakan kolaborasi tidak harus selalu diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Kedua institusi dapat terlebih dahulu mengidentifikasi kegiatan yang memungkinkan dosen dan mahasiswa terlibat secara langsung. Bentuknya dapat berupa penelitian bersama, pertukaran akademik, pengembangan program pendidikan, maupun kegiatan ilmiah lain yang sesuai dengan kompetensi masing-masing universitas.

Pendekatan tersebut menempatkan pelaksanaan kegiatan sebagai salah satu dasar untuk membangun hubungan kelembagaan yang lebih kuat. Jika kolaborasi awal menunjukkan manfaat timbal balik dan memiliki peluang keberlanjutan, kedua pihak dapat mempertimbangkan pengembangan kerja sama ke tahap yang lebih formal, termasuk melalui penandatanganan MoU.

Bagi Unismuh Makassar, pendekatan ini membuka peluang untuk merancang kegiatan bersama secara bertahap dengan mempertimbangkan potensi akademik dan sumber daya yang dimiliki kedua universitas.

Pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi akademik antara Unismuh Makassar dan Kanazawa University. Kedua pihak diharapkan dapat menindaklanjuti diskusi dengan mengidentifikasi bidang prioritas dan merumuskan kegiatan bersama yang relevan, saling menguntungkan, serta berpotensi dikembangkan menjadi kemitraan akademik berkelanjutan.