October 11, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Kepala Humas Unismuh Bekali Mahasiswa FAI Melukis Peristiwa dengan Kata

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Kepala Subdirektorat Humas dan Protokoler Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr Hadisaputra, membekali mahasiswa Fakultas Agama Islamm (FAI) keterampilan menulis berita. Ia menjadi narasumber dalam Kelas Media yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (Himaprodi PAI) bersama Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (Himpaprodi PBA).

Melalui pemaparan materi dan pembahasan contoh tulisan, pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa menghasilkan informasi berkualitas itu berlangsung di Aula Ahwal Syakhshiyah, lantai 3, Unismuh Makassar, Ahad, 11 Oktober 2026.

Dalam pelatihan tersebut, Hadi, panggilan akrab Hadisaputra, memperkenalkan prinsip-prinsip dasar jurnalistik, mulai dari menentukan nilai berita, memilih sudut pandang, mengumpulkan fakta, hingga menyusun tulisan yang mudah dipahami pembaca.

Ia menekankan bahwa kemampuan menulis berita tidak cukup hanya dengan menguasai bahasa, tetapi juga memerlukan kepekaan menemukan informasi yang penting bagi publik.

“Menulislah untuk pembaca, bukan untuk Anda sendiri,” kata Hadi di hadapan peserta.

Menurut dia, wartawan harus memahami kebutuhan pembaca karena menulis berita berbeda dengan menulis catatan harian yang terutama ditujukan untuk diri sendiri.

Dosen Pendidikan Sosiologi Unismuh itu menjelaskan tujuh nilai yang dapat menjadikan sebuah peristiwa layak diberitakan, yakni kepentingan publik, aktualitas, kedekatan, ketokohan, konflik, sisi kemanusiaan, serta keunikan.

Selain memahami nilai berita, mahasiswa diajak menentukan sudut pandang atau angle sebelum menulis. Hadi menjelaskan bahwa satu peristiwa dapat menghasilkan beberapa berita berbeda, bergantung pada fakta yang dipilih dan persoalan yang ingin ditonjolkan penulis.

“Satu berita itu satu sudut pandang,” ujarnya. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak memasukkan terlalu banyak persoalan ke dalam satu tulisan karena dapat mengaburkan fokus dan menyulitkan pembaca memahami informasi utama.

Setelah menentukan sudut pandang, penulis perlu menyiapkan kerangka dan daftar pertanyaan sebelum melakukan peliputan. Hadi mengatakan persiapan tersebut membantu wartawan menggali informasi secara terarah sekaligus mengurangi risiko kehilangan fakta penting saat berada di lapangan.

“Kumpulkan fakta sebanyak mungkin dan pilih yang paling penting,” tutur Hadi. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan jurnalistik mencakup tiga tahapan utama, yakni pengumpulan bahan, penulisan, dan penyuntingan, dengan porsi perhatian yang besar pada ketepatan bahan serta pemeriksaan hasil tulisan.

Hadi juga menguraikan pentingnya unsur 5W+1H, yaitu siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Ia secara khusus mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan identitas pelaku, waktu, dan lokasi kejadian karena ketiganya menjadi landasan untuk memastikan kejelasan fakta dalam berita.

Untuk memperlihatkan kekuatan deskripsi, Hadi membacakan esai karya jurnalis Farid Gaban tentang suasana pemakaman seorang perempuan di Parung, Bogor. Setelah pembacaan, ia mengajak peserta mengidentifikasi alasan tulisan tersebut mampu menghadirkan gambaran peristiwa secara kuat meskipun pembaca tidak menyaksikannya secara langsung.

Menurut Hadi, kekuatan tulisan terletak pada kemampuan penulis menghadirkan fakta dan detail yang dapat dibayangkan pembaca. Ia mendorong mahasiswa menerapkan prinsip “show, don’t tell”, yakni memperlihatkan keadaan melalui penggambaran konkret, bukan sekadar memberikan penilaian umum.

Ia mencontohkan perbedaan antara menyebut sebuah konser berlangsung meriah dan menggambarkannya melalui jumlah penonton, harga tiket, serta situasi selama pertunjukan. Melalui contoh tersebut, Hadi menekankan bahwa angka, kutipan narasumber, dan hasil pengamatan lapangan dapat membuat berita lebih jelas serta meyakinkan.

Pelatihan jurnalistik ini merupakan bagian dari rangkaian Kelas Media yang diselenggarakan pada 10–11 Oktober 2026. Selain penulisan berita, panitia memasukkan pelatihan desain grafis dan penyuntingan video dalam agenda kegiatan.

Kegiatan yang mengusung tema “Mengasah Kreativitas dan Keterampilan Media dalam Menyampaikan Informasi yang Menarik dan Berkualitas” ini menjadi wadah pengembangan kemampuan komunikasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Agama Islam Unismuh.

Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memproduksi berita dan konten media yang tidak hanya menarik, tetapi juga bertumpu pada fakta, akurasi, dan kebutuhan pembaca.