October 2, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Empat Kampus Taiwan Buka Peluang bagi Unismuh, Siap Tampung hingga 600 Mahasiswa dan Alumni per Tahun

UNISMUH.ACID, MAKASSAR — Peluang mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar untuk mengikuti program internasional di Taiwan semakin terbuka. Empat perguruan tinggi di Taiwan disebut siap menerima peserta dari Unismuh melalui skema studi, magang, hingga penyerapan alumni, dengan kapasitas sekitar 250 sampai 600 orang per tahun.

Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi pimpinan Universitas Muhammadiyah Makassar di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Gedung Iqra, Kamis, 1 Oktober 2026. Rapat dipimpin Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, dan dihadiri Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, Dekan FEB Dr Edy Jusriadi, Dekan FKIP Dr Baharullah, Ketua LPMB Dr Muhammad Akhir, Ketua LP2B Prof Sulfasyah, Ketua LKUI Dr Maharida, para Wakil Dekan, serta Kepala Humas Unismuh Makassar.

Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional Unismuh Makassar, Dr Maharida, menjelaskan bahwa empat kampus di Taiwan yang telah dijajaki membuka peluang cukup besar bagi mahasiswa maupun alumni Unismuh. Program tersebut mencakup jalur magang dan peluang bagi alumni untuk memperoleh pengalaman kerja di Taiwan.

Menurut Maharida, jumlah peserta yang dapat diterima dari Unismuh dalam satu tahun berada pada kisaran 250 hingga 600 orang. Namun, kemampuan bahasa Mandarin menjadi salah satu prasyarat penting yang harus dipersiapkan calon peserta.

“Dalam setahun mereka bisa menerima sekitar 250 sampai 600 orang dari Unismuh. Dengan empat kampus saja jumlahnya bisa sampai 600 orang. Catatannya, kemampuan bahasa Mandarinnya harus bagus,” ujar Maharida.

Unismuh, lanjutnya, telah menyiapkan dukungan pembinaan bahasa bagi calon peserta, termasuk pembelajaran bahasa Mandarin sebelum keberangkatan. Pembekalan bahasa dipandang penting agar peserta tidak hanya mampu mengikuti proses akademik, tetapi juga beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari di Taiwan.

Maharida juga menyebut bahwa dalam skema yang dibahas, peserta memperoleh sejumlah dukungan selama berada di Taiwan. Di antaranya tiket pesawat dan uang bulanan, sementara peserta terutama perlu mempersiapkan dokumen administrasi seperti paspor, visa, dan legalisasi dokumen.

Peluang tersebut tidak hanya menyasar mahasiswa aktif. Alumni Unismuh juga dapat memanfaatkan program magang dan penyerapan tenaga kerja sebagai bagian dari penguatan kompetensi setelah menyelesaikan studi.

Bahkan, pihak perguruan tinggi mitra di Taiwan dan unsur terkait di sana berharap Unismuh dapat mengirim lebih banyak peserta pada periode berikutnya. Dalam rapat disebutkan bahwa biaya hidup dan kebutuhan selama program relatif banyak ditanggung oleh skema yang tersedia, sehingga hambatan biaya bagi peserta dapat ditekan.

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menyambut peluang tersebut sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi kampus. Ia juga menilai Taiwan cukup ramah bagi mahasiswa Muslim, termasuk dalam penyediaan fasilitas ibadah dan makanan halal di lingkungan kampus mitra.

Menurut Rakhim, mahasiswa dan alumni yang memperoleh kesempatan ke luar negeri perlu memanfaatkan pengalaman itu untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta membangun jejaring internasional.

Pada kesempatan yang sama, tiga alumni Unismuh juga dilepas mengikuti program internasional di Taiwan, yakni Nur Syamsi Putri Abdul Hafidh dari Pendidikan Bahasa Inggris serta Rizky Ayuda dan Deni Febriansyah dari Program Studi Arsitektur.

Unismuh juga akan kembali membuka persiapan peserta untuk program berikutnya. Calon peserta akan dibekali kemampuan bahasa Mandarin sebagai salah satu modal utama sebelum mengikuti tahapan seleksi dan keberangkatan.

Program Taiwan tersebut menjadi bagian dari strategi internasionalisasi Unismuh Makassar yang tidak hanya berorientasi pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga membuka akses magang, pengalaman kerja, penguasaan bahasa asing, dan peluang penyerapan alumni di tingkat global.