UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Bertambahnya jumlah mahasiswa tidak boleh membuat perguruan tinggi lengah terhadap mutu. Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memilih menjaga keseimbangan antara pertumbuhan mahasiswa, kualitas pembelajaran, ketepatan masa studi, dan integritas tata kelola akademik.
Direktur Program Pascasarjana Unismuh Prof Erwin Akib, PhD menegaskan hal itu saat memberikan sambutan pada Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Unismuh Tahun Akademik 2026/2027, Senin, 21 September 2026, di Aula Teater I Gift, Kampus Unismuh Makassar.
Prof Erwin mengungkapkan, berdasarkan data yang diterimanya, mahasiswa baru program magister dan doktor telah mencapai 435 orang. Angka itu masih berpotensi bertambah karena penerimaan mahasiswa baru masih berlangsung.
Program Pascasarjana Unismuh saat ini mengelola 17 program studi, terdiri atas 14 program magister dan tiga program doktor. Menurut Prof Erwin, perkembangan tersebut harus diikuti penguatan fasilitas dan kualitas layanan akademik.
Ia menekankan, Pascasarjana Unismuh tidak ingin sekadar mengejar jumlah mahasiswa. Pertumbuhan setiap program studi perlu dikelola secara bertahap agar keberlanjutan dan kualitasnya dapat terjaga.
Salah satu program studi yang menunjukkan peminat cukup tinggi ialah Magister Pendidikan Dasar. Prof Erwin menyebut jumlah mahasiswa pada program tersebut telah mencapai sekitar 100 orang dan berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
“Mulai dari barat Indonesia sampai timur Indonesia ada semua mahasiswanya,” ujarnya.
Peminat tinggi juga terlihat pada Program Doktor Pendidikan. Menurut Prof Erwin, mahasiswa program tersebut banyak berasal dari kalangan dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).
Antusiasme itu, kata dia, menunjukkan semakin tingginya kesadaran dosen PTMA untuk meningkatkan kualifikasi akademik. Pascasarjana Unismuh juga memiliki skema beasiswa yang membantu dosen PTMA melanjutkan studi pada program doktor.
Meski peminat meningkat, Pascasarjana Unismuh tidak serta-merta memperbesar jumlah kelas. Program Doktor Pendidikan, misalnya, dibatasi dua kelas sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Cukup dua kelas kami buka untuk menjaga kualitas,” kata Prof Erwin.
Lulus Cepat, tetapi Bukan Dipermudah
Prof Erwin juga menekankan pentingnya penyelesaian studi tepat waktu.
Mahasiswa program doktor didorong menyelesaikan studi tidak lebih dari tiga tahun. Sementara mahasiswa program magister diarahkan dapat menyelesaikan pendidikannya kurang dari dua tahun apabila seluruh tahapan dan persyaratan akademik telah dipenuhi.
Namun, ia menegaskan bahwa percepatan masa studi bukan berarti menurunkan standar.
“Prosesnya bukan dimudah-mudahkan, tetapi diupayakan dimaksimalkan. Anda mengenyam pendidikan dengan baik, berproses dengan baik, mendapatkan pengetahuan yang baik, tetapi selesai dengan kualitas yang juga bisa kita pertaruhkan dengan tempat lain,” ujarnya.
Menurut Prof Erwin, kualitas lulusan antara lain dijaga melalui persyaratan akademik dan publikasi. Ia menyebut lulusan Program Doktor Pendidikan tetap harus memenuhi ketentuan publikasi internasional bereputasi.
Sejak dibuka, kata dia, Program Doktor Pendidikan telah meluluskan 10 orang. Capaian tersebut menurutnya menunjukkan bahwa penyelesaian studi yang relatif cepat dapat berjalan beriringan dengan standar akademik yang ketat.
Tegaskan Transparansi Tata Kelola
Dalam kesempatan itu, Prof Erwin juga memberikan pesan tegas mengenai transparansi layanan Pascasarjana.
Ia meminta mahasiswa hanya mengikuti mekanisme pembayaran dan layanan yang ditetapkan secara resmi. Jika ada pihak yang menawarkan kemudahan tertentu dengan pungutan di luar ketentuan, mahasiswa diminta tidak melayaninya dan segera melapor kepada pengelola Pascasarjana.
“Kalau bukan resmi dari Pascasarjana, informasinya jangan dipercaya. Jangan sampai ada yang menawarkan sesuatu untuk memudahkan urusan saudara,” tegasnya.
Menurut dia, menjaga integritas pengelolaan pendidikan merupakan bagian dari amanah Persyarikatan Muhammadiyah.
“Kita harus menjaga marwah kita mengelola amanah dari Persyarikatan. Itu penting,” ujarnya.
Ta’aruf dan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Pascasarjana Unismuh juga menghadirkan Plt Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara Prof dr Budu, PhD, SpM(K), M.Med.Ed. sebagai pembicara kuliah umum bertema “Transformasi Keilmuan dan Tantangan Akademik di Era Global.”
Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Harian Rektor Unismuh yang juga Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri. Rangkaian orientasi menjadi pintu awal bagi mahasiswa baru untuk memahami budaya akademik Pascasarjana Unismuh, mulai dari mutu pembelajaran, penelitian dan publikasi, hingga integritas tata kelola pendidikan.

