UNISMUH.AC.ID, BARRU — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-DIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar edukasi bertajuk “Belajar Aman di Internet” bagi peserta didik di enam sekolah di Kelurahan Tanete, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Kegiatan yang berlangsung secara bertahap pada 24 Agustus hingga 7 September 2026 itu menyasar siswa SDN 47 Barru, SDN 48 Barru, SDN 49 Barru, MI DDI Bottoe, MTs Al-Munawwarah Maddo, dan MA Al-Munawwarah Bottoe.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat literasi digital peserta didik di tengah semakin luasnya penggunaan internet untuk belajar, mencari informasi, maupun berkomunikasi.
Para siswa dibekali pemahaman mengenai penggunaan internet secara aman dan bertanggung jawab, cara mengenali informasi bohong atau hoaks, etika berkomunikasi di ruang digital, perlindungan data pribadi, hingga kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan.
Koordinator Lapangan KKN-DIK Kelurahan Tanete, Opu Aswad Aswar, mengatakan internet kini telah menjadi bagian dari keseharian peserta didik. Karena itu, kemampuan menggunakan teknologi perlu berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap risiko yang menyertainya.
“Internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik, baik untuk belajar, mencari informasi, maupun berkomunikasi. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman tentang bagaimana menggunakan internet secara aman, bijak, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, lanjut Opu Aswad, mahasiswa berharap siswa semakin kritis ketika menerima informasi dari internet.
“Kami berharap siswa tidak mudah percaya pada hoaks, mampu menjaga data pribadi, dan tidak sembarangan mengklik tautan yang mencurigakan,” katanya.
Penyampaian materi dilakukan secara edukatif dan interaktif. Mahasiswa KKN-DIK menyesuaikan metode dan bahasa yang digunakan dengan jenjang pendidikan peserta didik, mulai dari tingkat madrasah ibtidaiyah dan sekolah dasar hingga madrasah aliyah.
Siswa juga diperkenalkan dengan berbagai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut digunakan agar mereka lebih mudah mengenali risiko di ruang digital sekaligus membangun kebiasaan berinternet yang aman.
Pelaksanaan program mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Saeful, S.Pd., M.Pd. dan Dr Muhammad Arief Muhsin. Pendampingan dilakukan sejak penyusunan materi hingga pelaksanaan edukasi di sekolah.
Menurut Muhammad Saeful, literasi digital tidak dapat dipisahkan dari kehidupan peserta didik saat ini.
“Literasi digital menjadi hal yang penting bagi peserta didik di tengah semakin luasnya penggunaan internet. Siswa perlu memahami bahwa penggunaan teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengakses informasi, tetapi juga menyangkut keamanan, etika, dan tanggung jawab,” jelasnya.
Ia berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan siswa ketika menggunakan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari.
Workshop “Belajar Aman di Internet” menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN-DIK Unismuh Makassar di Kelurahan Tanete.
Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan kegiatan pendidikan yang memberikan manfaat langsung bagi sekolah dan masyarakat, khususnya dalam membangun budaya digital yang aman, kritis, dan bertanggung jawab.

