UNISMUH.AC.ID, BARRU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Pendidikan) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kepada tenaga pendidik di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Pengenalan AI tersebut dilakukan melalui workshop bertajuk Teaching Smarter with Artificial Intelligence di SD Negeri 15 Barru, Lempae, Kabupaten Barru, Sabtu 19 September 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu guru memanfaatkan teknologi AI dalam mendukung pekerjaan administratif dan proses pembelajaran.
Workshop diikuti tenaga pendidik dengan melibatkan tiga utusan dari setiap sekolah di Kelurahan Coppo. Para peserta diperkenalkan pada sejumlah pemanfaatan AI, mulai dari penyusunan modul ajar, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, hingga pengembangan model pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan guru yang menghadapi beragam tugas administratif di luar kegiatan mengajar. Dengan bantuan AI, guru dapat memperoleh alternatif dalam menyusun perangkat pembelajaran secara lebih efisien, sekaligus tetap menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta didik.
Kepala SD Negeri 15 Barru, Hj. Hasnawati, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi guru, khususnya dalam mendukung persiapan pembelajaran.
“Kegiatan ini sangat membantu proses pembelajaran dalam menyusun modul, RPP, dan model pembelajaran lainnya,” kata Hasnawati.
AI sebagai Asisten Guru
Pemateri workshop, Nasharuddin, S.Pd., M.Sc., menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai alat bantu dalam menjalankan aktivitas, termasuk dalam bidang pendidikan.
“AI bukanlah pengganti, tetapi asisten untuk kita bisa menjalani kehidupan,” ujar Nasharuddin.
Menurut dia, pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan peran guru sebagai pihak yang memahami karakteristik peserta didik dan konteks pembelajaran. Karena itu, teknologi perlu digunakan secara bijak dan tidak menggantikan fungsi utama guru dalam mendidik.
Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh empat materi utama, yakni AI Essentials, Prompting Mastery, AI-Powered Lesson Planning dan From AI to Classroom. Materi disusun untuk memberikan pemahaman mulai dari pengenalan AI hingga penerapannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Pada materi AI Essentials peserta diperkenalkan pada konsep dasar dan fungsi AI. Selanjutnya, Prompting Mastery membekali peserta dengan teknik menyusun perintah atau prompt yang efektif agar AI dapat memberikan keluaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Materi AI-Powered Lesson Planning kemudian mengarahkan peserta memanfaatkan AI dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Adapun materi From AI to Classroom membahas penerapan hasil pemanfaatan AI dalam praktik pembelajaran di ruang kelas.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Pendidikan FKIP Unismuh Makassar mendorong tenaga pendidik agar tidak sekadar mengenal AI, tetapi juga memahami penggunaannya secara bertanggung jawab. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu guru mengurangi beban pekerjaan administratif sekaligus memberikan lebih banyak ruang untuk mempersiapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Tiga utusan dari setiap sekolah yang mengikuti workshop juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada guru lainnya. Dengan pola tersebut, pemanfaatan AI diharapkan tidak berhenti pada peserta workshop, tetapi dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik di Kelurahan Coppo.

