UNISMUH.AC.ID, Batu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 82 memasang 23 papan penanda berbahan kayu jati berukir bunga di rumah perangkat desa dan Ketua RW Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Pemasangan fasilitas informatif tersebut bertujuan untuk memudahkan warga serta pendatang mengenali lokasi perangkat desa, sekaligus memperkuat identitas lokal yang selaras dengan tema KKN MAS 2026.
Pelaksanaan program utama ini melibatkan pengrajin kayu setempat guna memberdayakan keterampilan warga Desa Sidomulyo. Koordinator Desa KKN MAS Kelompok 82, Muh Fajri, menjelaskan alasan pemilihan desain tersebut untuk merefleksikan karakteristik wilayah.
“Kami ingin papan penanda ini tidak hanya berfungsi sebagai informasi, tetapi juga membawa identitas Desa Sidomulyo. Karena itu, kami memilih kayu jati dan menambahkan ukiran bunga yang menggambarkan potensi florikultura di desa. Kami juga melibatkan pengrajin lokal agar program ini dapat sekaligus mengangkat keterampilan masyarakat setempat,” ujar Muh Fajri.
Ukiran berbentuk bunga yang menghiasi setiap papan penanda terinspirasi dari status Desa Sidomulyo sebagai sentra tanaman hias dan florikultura. Unsur estetika ini dipilih agar fasilitas umum desa tetap memiliki nilai seni tinggi sekaligus memperkuat karakter wilayah setempat.
Keterlibatan pengrajin lokal menegaskan komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan tema nasional pengabdian tahun ini. Muh Fajri menambahkan bahwa konsep program dirancang agar selaras dengan fokus utama penguatan potensi desa.
Ia menyampaikan bahwa penggunaan kayu jati, pelibatan pengrajin lokal, dan pengangkatan unsur bunga merupakan wujud nyata penyesuaian terhadap tema nasional. Konsep tersebut mendukung aspek penguatan potensi lokal melalui pemanfaatan sumber daya masyarakat desa.
Tahapan program dimulai dari pendataan rumah perangkat desa dan Ketua RW, perancangan desain, hingga pembuatan bersama pengrajin. Mahasiswa asal Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) itu berharap fasilitas ini memberikan solusi jangka panjang bagi mobilitas informasi warga.
“Harapannya, 23 papan ini bisa menjadi fasilitas sederhana yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Masyarakat maupun pendatang yang membutuhkan informasi mengenai keberadaan perangkat desa dan Ketua RW dapat lebih mudah mengenalinya,” tutur mahasiswa PBA Unismuh Makassar tersebut.
Sementara itu, pihak Dekan Fakultas di perguruan tinggi asal mahasiswa menekankan agar kegiatan pengabdian ini tidak berhenti pada seremonial belaka. Ia menggarisbawahi pentingnya dampak nyata yang berkelanjutan bagi kemandirian ekonomi warga desa sasaran.
Ibu Dekan berpesan agar mahasiswa mampu merancang program yang menyentuh akar permasalahan masyarakat secara substantif. Kehadiran akademisi di tengah warga harus mampu menggerakkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan kolaboratif ini diinisiasi oleh perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia yang ditempatkan di wilayah Malang Raya. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertindak sebagai tuan rumah pelaksanaan program nasional tersebut.
Sebanyak 13 mahasiswa dari 11 PTMA tergabung dalam kelompok ini, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Palu dan Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (Unisa Yogyakarta). Mereka berkolaborasi merumuskan berbagai program pendukung bagi kemajuan warga.
Selain papan penanda, kelompok mahasiswa menjalankan program edukasi pengelolaan sampah di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Sidomulyo. Mereka juga menyusun profil digital serta memberikan pendampingan belajar bagi anak-anak setempat.
Kehadiran 23 papan penanda bernuansa lokal di Desa Sidomulyo diharapkan mampu memperkuat sistem informasi warga sekaligus merawat identitas florikultura daerah. Keberhasilan program ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa PTMA, khususnya perwakilan Unismuh, dalam mendorong kemandirian dan kemajuan desa secara berkelanjutan.

