August 27, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Pascasarjana Profil Inspiratif

Dari Putri Transmigran di Banggai hingga Raih Doktor di Unismuh, Ratna M Kaji Blended Learning Pendidikan Islam

Dari Putri Transmigran di Banggai hingga Raih Doktor di Unismuh, Ratna M Kaji Blended Learning Pendidikan Islam

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Ratna M meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Disertasi Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Ujian promosi doktor berlangsung Rabu, 26 Agustus 2026 di Ruang I-Gift, Gedung Iqra Lantai 2, Kampus Unismuh Makassar.

Ratna mempertahankan disertasi berjudul “Eksplorasi Model Blended Learning dalam Pembelajaran Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam di Unismuh Makassar: Perspektif Pendidikan Islam.” Penelitian itu dibimbing Prof. Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A. sebagai promotor dan Dr. Hj. Sumiati, M.A. sebagai kopromotor.

Sidang melibatkan Rektor Unismuh Makassar Direktur Program Pascasarjana Prof. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. sebagai Ketua Tim Penguji.

Tim penguji juga melibatkan Dr. Sukmawati, M.Pd., Prof. Dr. H. Bahaking Rama, M.S., Dr. Rusli Malli, M.Ag., serta Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri sebagai penguji eksternal.

Padukan Teknologi dan Nilai Pendidikan Islam

Disertasi Ratna berangkat dari perkembangan teknologi yang mengubah proses pembelajaran di perguruan tinggi, termasuk pendidikan tinggi Islam.

Menurut penelitiannya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak cukup dipahami sekadar sebagai perpindahan sebagian aktivitas kelas ke ruang digital. Tantangannya adalah bagaimana teknologi tetap mendukung dimensi moral, spiritual, dan komunikatif dalam pendidikan Islam.

Karena itu, Ratna mengeksplorasi penerapan blended learning pada pembelajaran Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) di Unismuh Makassar.

Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif deskriptif. Data dihimpun melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang melibatkan dosen serta mahasiswa KPI Unismuh.

Hasil penelitian menemukan lima pola utama blended learning, yakni pertemuan tatap muka dan daring yang terintegrasi, pengayaan melalui e-learning, pembelajaran daring yang dilanjutkan dengan praktik di kelas, kolaborasi proyek secara hibrida, serta penilaian hibrida.

Dalam praktiknya, pembelajaran memperlihatkan pola adaptif sekitar 60 persen tatap muka dan 40 persen daring.

Porsi tatap muka terutama digunakan untuk pendalaman materi, diskusi kritis, praktik penyiaran, simulasi dakwah, serta pembentukan adab. Adapun pembelajaran daring digunakan untuk pre-learning, distribusi bahan ajar, eksplorasi mandiri, dan pengayaan materi.

Efektivitas Capai 72,39 Persen

Ratna juga mengevaluasi implementasi model menggunakan kerangka Kirkpatrick yang mencakup empat dimensi, yakni Reaction, Learning, Behavior, dan Result.

Hasil evaluasi terhadap 40 mahasiswa menunjukkan capaian Reaction sebesar 71,25 persen, Learning 67,43 persen, Behavior 75,79 persen, dan Result 75,07 persen. Secara keseluruhan, nilai efektivitas mencapai 72,39 persen dan dikategorikan efektif.

Capaian tertinggi terdapat pada dimensi perilaku dan hasil. Temuan tersebut menunjukkan mahasiswa menjadi lebih aktif, percaya diri, mandiri mencari sumber belajar, serta lebih terbiasa memanfaatkan media digital.

Penelitian juga menemukan bahwa pembelajaran campuran berkontribusi pada peningkatan literasi media dan kesiapan mahasiswa sebagai komunikator dakwah.

Kebaruan riset Ratna terletak pada upaya mengintegrasikan blended learning dengan prinsip-prinsip pendidikan Islam, yakni tauhid, tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib.

Dengan pendekatan itu, pembelajaran digital tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik dan penguasaan teknologi, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran spiritual, dan integritas moral mahasiswa.

Putri Transmigran yang Membiayai Studinya Sendiri

Perjalanan akademik Ratna juga mendapat perhatian dari dosen Program Studi KPI Unismuh Makassar, Dr. Wiwik Laela Mukromin.

Saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Agustus 2026, Wiwik menggambarkan Ratna sebagai mahasiswa yang memiliki daya juang kuat dalam menempuh pendidikan.

“Ratna ini dari Luwuk Banggai, salah satu putri dari keluarga transmigran yang sukses belajar hingga doktor. Biaya pendidikannya ia perjuangkan sendiri,” ujar Wiwik.

Menurut Wiwik, kemampuan Ratna menyelesaikan studi tidak terlepas dari karakternya sebagai pembelajar.

“Ratna adalah mahasiswa yang pembelajar, pekerja keras, dan pantang menyerah. Tugas-tugas selalu dituntaskan dengan baik dan memuaskan. Saat di kelas juga aktif dalam diskusi dan sangat terbuka untuk perbaikan ke depan,” katanya.

Wiwik juga mengenal Ratna sebagai pribadi yang memiliki kepedulian sosial.

“Ia juga seorang yang altruistik, suka menolong,” tambahnya.

Dari Ma’had Al-Birr hingga Doktor PAI

Ratna lahir di Tirtakencana pada 12 Desember 1993. Pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di SD Negeri Singkoyo, SMP Negeri 1 Toili, dan SMK Negeri 1 Toili.

Perjalanan akademiknya di Unismuh dimulai melalui pendidikan D2 Bahasa Arab di Ma’had Al-Birr pada 2015 dan diselesaikan pada 2018.

Ratna kemudian menyelesaikan S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam Unismuh Makassar pada 2021, dilanjutkan S2 Pendidikan Islam yang dituntaskan pada 2022. Pendidikan S3 Pendidikan Agama Islam ditempuh sejak 2023 hingga 2026.

Selain menempuh pendidikan formal, Ratna juga mencatat pengalaman di bidang pendidikan, mulai dari MI dan MTs Muhammadiyah Tirtasari, Rumah Tahfidz Tabarok Toili, hingga SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar.

Produktivitas akademiknya juga terlihat dari sejumlah karya mengenai blended learning, pendidikan Islam, pendidikan karakter, filsafat pendidikan Islam, media digital, hingga manajemen pendidikan. Ratna juga telah menulis sejumlah buku, antara lain Safar Cinta, Ilalang Hati, dan Meraih Mimpi di Kampus.

Raihan doktor tersebut menandai perjalanan akademik Ratna dari pendidikan Bahasa Arab di Ma’had Al-Birr, studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Pendidikan Islam, hingga Program Doktor Pendidikan Agama Islam. Disertasinya sekaligus menawarkan gagasan bahwa transformasi digital di perguruan tinggi Islam tidak harus mempertentangkan teknologi dan tradisi pendidikan Islam, tetapi dapat mempertemukan keduanya dalam pembelajaran yang fleksibel sekaligus tetap menjaga dimensi adab, spiritualitas, dan karakter.