August 27, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Fakultas Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa Unismuh Kembangkan Irigasi Tenaga Surya untuk Petani Sidrap

Mahasiswa Unismuh Kembangkan Irigasi Tenaga Surya untuk Petani Sidrap

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar mengembangkan Smart Solar Irrigation System, teknologi pengairan pertanian berbasis energi surya yang diterapkan bersama Kelompok Tani Siporennue di Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI). Kegiatan PKM PI digelar di Desa Kanie, pada Senin, 24 Agustus 2026.

Tim dipimpin Respiani bersama Baso Ichwan Chasir, Ilham, Nabila Al Islamiyah, dan Dedi, dengan dosen pembimbing Indriyanti, S.T., M.T.

Respiani, saat memberikan keterangan di Kampus Unismuh Makassar, Kamis, 27 Agustus 2026, mengatakan teknologi tersebut dirancang berdasarkan persoalan pengairan yang ditemukan pada kelompok tani mitra.

Sebelum program diterapkan, petani masih memanfaatkan BBM dan LPG untuk mendukung pengoperasian pompa air. Pola tersebut membuat kegiatan pengairan bergantung pada ketersediaan serta biaya bahan bakar.

Melalui Smart Solar Irrigation System, energi matahari dimanfaatkan sebagai sumber tenaga untuk mengoperasikan pompa yang mengalirkan air ke lahan pertanian.

“Kami ingin teknologi yang kami bawa tidak hanya berhenti sebagai sebuah prototipe, tetapi benar-benar dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Karena itu, sosialisasi kepada mitra menjadi bagian penting dalam program ini,” ujar Respiani.

Dari Panel Surya ke Lahan Pertanian

Sebelum teknologi diterapkan, tim melakukan observasi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan kelompok tani.

Tahapan berikutnya meliputi pengukuran kebutuhan air, pengadaan alat dan bahan, perakitan prototipe, instalasi, hingga uji coba sistem di lokasi mitra.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa menjelaskan kepada masyarakat dan anggota Kelompok Tani Siporennue mengenai cara kerja sistem, mulai dari pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi hingga pengoperasian pompa untuk menyalurkan air ke lahan.

Sosialisasi juga diarahkan agar petani memahami manfaat energi terbarukan sebagai alternatif dalam mendukung kegiatan pertanian.

Dengan memanfaatkan energi matahari, sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional sekaligus membantu petani mengelola kebutuhan pengairan secara lebih efisien.

Dapat Dukungan Pemerintah Daerah

Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang.

Dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program karena penerapan inovasi mahasiswa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama ketika teknologi diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

Menurut Respiani, dukungan tersebut memberikan motivasi bagi tim untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan.

“Kami sangat bersyukur karena kegiatan ini mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus belajar, melakukan evaluasi, dan mengembangkan teknologi agar manfaatnya bisa dirasakan oleh petani,” katanya.

Kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani juga membuka ruang agar inovasi mahasiswa tidak berhenti pada tahapan kompetisi atau prototipe.

Teknologi yang dihasilkan dapat diuji dalam kondisi nyata, mendapat masukan langsung dari pengguna, kemudian disempurnakan berdasarkan kebutuhan lapangan.

Lanjutkan Monitoring dan Evaluasi

Setelah tahap instalasi dan uji coba, tim PKM-PI Unismuh akan melanjutkan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Smart Solar Irrigation System.

Evaluasi diperlukan untuk melihat efektivitas sistem, termasuk kemampuan teknologi memenuhi kebutuhan pengairan kelompok tani serta berbagai aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan.

Tim berharap model tersebut dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani lainnya apabila hasil penerapan menunjukkan manfaat yang positif.

Bagi Respiani, mahasiswa asal Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, program tersebut juga menjadi pengalaman menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi untuk menjawab persoalan masyarakat di luar daerah asalnya.

Melalui program itu, mahasiswa Unismuh tidak hanya belajar merancang teknologi, tetapi juga berhadapan langsung dengan proses adaptasi inovasi, komunikasi dengan masyarakat, dan kebutuhan menjaga keberlanjutan penerapan teknologi setelah program selesai.

Program Smart Solar Irrigation System memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui dukungan teknologi bagi produktivitas dan ketahanan sektor pertanian, SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui pemanfaatan tenaga surya, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan inovasi teknologi mahasiswa, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.