August 25, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Raker Unismuh, Warek IV Beberkan Lompatan Akreditasi hingga Daya Saing Global

UNISMUH.AC.ID, MALINO — Penguatan mutu menjadi salah satu agenda utama Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam memasuki tahun akademik 2026–2027. Dari 75 program studi yang dimiliki saat ini, sebanyak 34 prodi telah meraih Akreditasi Unggul, atau setara 45,33 persen dari keseluruhan program studi.

Capaian tersebut dipaparkan Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Dr Burhanuddin, S.Sos., M.Si. dalam sesi evaluasi Bidang Sistem Informasi, Penjaminan Mutu, Perencanaan, dan Daya Saing pada Rapat Kerja (Raker) Unismuh Tahun Akademik 2026–2027 di Malino Highlands, Kabupaten Gowa, Selasa, 25 Agustus 2026. Bidang tersebut memang menjadi ruang kerja yang dikoordinasikan Wakil Rektor IV.

Wakil Rektor IV Unismuh itu memaparkan lompatan mutu program studi dalam enam tahun terakhir. Pada 2020, Unismuh memiliki 48 program studi dan belum ada yang berstatus Unggul. Pada 2026, jumlah prodi telah berkembang menjadi 75, dengan 34 prodi Unggul, sembilan Baik Sekali, 14 Baik, dua berstatus A, dua B, serta 14 prodi berstatus minimum, terutama prodi baru.

Burhanuddin mengatakan capaian tersebut telah menempatkan Unismuh pada posisi yang relatif kuat untuk menghadapi akreditasi institusi berikutnya.

“Kalau kita lihat dari syarat akreditasi Unggul untuk persiapan 2028, insyaallah umumnya sudah memenuhi syarat. Karena prodi kita lebih dari 40 persen prodi kita telah unggul, syarat yang ditentukan 20 persen dari total prodi harus terakreditasi Unggul,” ujarnya.

Namun, Unismuh tidak ingin berhenti pada capaian tersebut.

“Kita target sampai Desember, insyaallah akan mencapai 50 persen,” kata Burhanuddin.

Reputasi Global Terus Diperkuat

Bidang IV juga mengawal agenda daya saing dan pemeringkatan internasional. Dalam paparan Burhanuddin, posisi Unismuh pada QS Asia University Rankings 2026 berada pada kelompok 1201–1300 Asia, peringkat 185 Asia Tenggara, dan 58 Indonesia.

Pada THE Impact Rankings 2026, Unismuh berada pada kelompok 801–1000 dunia. Sementara pada THE World University Rankings dan THE Asia University Rankings, Unismuh telah masuk sebagai reporter, tahap yang menjadi pintu masuk menuju peringkat numerik.

Burhanuddin menilai keterlibatan dalam berbagai pemeringkatan bukan sekadar mengejar posisi, tetapi menjadi instrumen untuk mengukur daya saing institusi.

Ia juga menekankan bahwa salah satu variabel penting dalam reputasi internasional adalah produktivitas publikasi bereputasi.

Publikasi Scopus Tumbuh Tajam

Dalam presentasinya, Warek IV Unismuh memperlihatkan pertumbuhan publikasi Unismuh yang terindeks Scopus.

Pada 2018 tercatat sembilan dokumen. Jumlah tersebut kemudian melonjak menjadi 52 pada 2019 dan 2020, 78 pada 2021, sempat turun menjadi 48 pada 2022, lalu kembali naik menjadi 88 pada 2023.

Pada 2024 tercatat 153 publikasi Scopus, kemudian meningkat menjadi 193 pada 2025. Hingga 24 Agustus 2026, sudah tercatat 127 publikasi.

Burhanuddin menyebut target hingga Desember 2026 mencapai 200 publikasi. Salah satu kebijakan yang mendorong produktivitas tersebut adalah dukungan universitas terhadap biaya publikasi atau article processing charge (APC) pada jurnal internasional bereputasi.

“Setiap dosen yang memiliki publikasi pada jurnal internasional bereputasi, pembayaran APC-nya dibayar oleh Unismuh Makassar,” kata Burhanuddin.

Transformasi Digital, 19 Aplikasi Terintegrasi

Penguatan mutu juga dibarengi transformasi sistem informasi. Burhanuddin mencatat pengembangan lima aplikasi pada 2024, enam aplikasi pada 2025, dan delapan aplikasi pada 2026. Secara keseluruhan terdapat 19 aplikasi yang mendukung berbagai proses akademik dan manajemen universitas.

Aplikasi tersebut mencakup pelayanan surat, SIAP, wisuda, prestasi mahasiswa, beasiswa, pemantauan capaian mahasiswa, IKU perguruan tinggi, sinkronisasi pembelajaran, penjaminan mutu, kepegawaian, sistem keuangan, hingga Surat Keterangan Pendamping Ijazah.

Sistem tersebut diarahkan semakin terintegrasi melalui Single Sign-On (SSO). “Setiap lembaga yang sudah punya aplikasi sangat memberikan kemudahan melakukan tugas-tugas kita. Seluruh aplikasi ini, satu kali kita klik, akan muncul secara otomatis lewat SSO,” jelas Burhanuddin.

Mutu Tak Cukup Hanya Akreditasi

Paparan Wakil Rektor IV menunjukkan bahwa agenda mutu Unismuh tidak berhenti pada bertambahnya jumlah prodi Unggul.

Akreditasi harus beriringan dengan kelulusan tepat waktu, keberhasilan studi, relevansi lulusan dengan dunia kerja, produktivitas publikasi, transformasi digital, dan peningkatan reputasi internasional.

Data-data tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dalam sidang komisi Raker untuk menyusun program prioritas tahun akademik 2026–2027.

Melalui penguatan penjaminan mutu, perencanaan berbasis data, digitalisasi layanan, dan daya saing internasional, Bidang IV diarahkan menjadi salah satu penggerak transformasi Unismuh menuju teaching university yang berdampak, berkelanjutan, dan bereputasi global.