July 22, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Uncategorized

FEB Unismuh Perluas Jejaring Internasional, Bahas Pajak dan Akuntabilitas Fiskal untuk Pembangunan Berkelanjutan

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Tata kelola fiskal tidak hanya berurusan dengan kemampuan negara mengumpulkan penerimaan. Di dalamnya terdapat persoalan yang lebih mendasar: bagaimana pajak dikelola secara adil, anggaran dipertanggungjawabkan, dan sumber daya publik diarahkan untuk menopang pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Isu tersebut menjadi tema International Guest Lecture bertajuk “Taxation, Fiscal Governance, and Accountability for Sustainable Economic Development” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rabu, 22 Juli 2026.

Kegiatan berlangsung di Mini Hall lantai 8 FEB Unismuh Makassar. Forum menghadirkan Prof Jean Paul G. Martirez, dosen Polytechnic University of the Philippines, serta Prof Esakki Ammal K, dosen VIT School of Law, Chennai, India.

Dekan FEB Unismuh, Dr Edi Jusriadi, SE, MM, tampil sebagai pembicara kunci. Kegiatan dipandu dosen FEB Unismuh, Saerihaliding, SE, M.Acc.

Forum internasional tersebut diselenggarakan bersama sejumlah perguruan tinggi mitra sebagai co-host, antara lain Universitas Muhammadiyah Kendari, Politeknik Wahdah Islamiyah, STIMI YAPMI Makassar, Politeknik Indonesia, dan Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin Tangerang.

Tidak cukup bekerja sendiri

Dalam sambutannya, Edi Jusriadi menempatkan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung visi Unismuh Makassar menjadi perguruan tinggi bereputasi internasional. Kuliah tamu tidak hanya diarahkan untuk memperluas wawasan akademik, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi kolaborasi antarkampus.

“Perguruan tinggi tidak bisa menjadi hebat kalau hanya berjuang sendiri. Karena itu, kita mengajak teman-teman dari luar untuk bergerak bersama,” ujar Edi.

Menurut dia, keterlibatan perguruan tinggi mitra sebagai co-host merupakan langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih terstruktur. Kerja sama itu diharapkan berkembang menjadi pendampingan kelembagaan, pertukaran pengalaman, penelitian bersama, dan kegiatan akademik lintas negara.

Setelah kuliah tamu, Politeknik Indonesia dan STIMI YAPMI Makassar juga dijadwalkan mengikuti kegiatan benchmarking di FEB Unismuh. Kegiatan tersebut mencakup pengelolaan akademik dan kelembagaan.

Tema perpajakan dan tata kelola fiskal dipilih dalam konteks kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks. Penerimaan negara memang diperlukan untuk membiayai pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan perlindungan sosial. Namun, kekuatan fiskal tidak cukup dinilai dari besarnya penerimaan.

Kualitas tata kelola juga ditentukan oleh transparansi penganggaran, kepastian hukum, efektivitas belanja, pengawasan, dan kesediaan institusi publik mempertanggungjawabkan penggunaan uang masyarakat. Dengan demikian, perpajakan bukan sekadar perkara teknis pemungutan, melainkan bagian dari hubungan kepercayaan antara negara dan warga.

Kolaborasi untuk meningkatkan mutu

Direktur Politeknik Wahdah Islamiyah, Ir Ansar Rasak, M.Sp, menyampaikan bahwa perguruan tinggi yang relatif baru memerlukan ruang kolaborasi dengan institusi yang lebih berpengalaman. Kerja sama dinilai penting untuk memperkuat pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan tata kelola kelembagaan.

Ia berharap kegiatan bersama FEB Unismuh tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi berkembang menjadi penelitian kolaboratif yang melibatkan dosen dari sejumlah perguruan tinggi.

“Dalam proses kerja sama seperti ini, kita berharap dapat saling menguatkan,” katanya. Menurut Ansar, kolaborasi akan lebih bermakna apabila menghasilkan dampak positif bagi setiap institusi dan masyarakat.

Perwakilan STIMI YAPMI Makassar, Dr Dahlan, SE, MM, menyebut kegiatan tersebut membantu perguruan tinggi mitra meningkatkan kompetensi dosen sekaligus menghadapi perubahan standar mutu dan akreditasi.

“Kami berharap selalu diajak dalam kegiatan akademik seperti ini agar dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing,” ujarnya.

Direktur Politeknik Indonesia, Firman, SE, MM, M.Si, juga mengapresiasi langkah FEB Unismuh yang merangkul perguruan tinggi lain di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX.

Menurut dia, kehadiran pembicara internasional dapat menjadi sarana akselerasi pengetahuan sekaligus mendorong pembenahan administrasi dan pengelolaan perguruan tinggi. Politeknik Indonesia membawa pimpinan program studi, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kemahasiswaan untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Ini merupakan upaya kolaborasi luar biasa yang diinisiasi Universitas Muhammadiyah Makassar dengan tetap merangkul kampus-kampus yang bersama-sama berjuang mencetak generasi unggul,” katanya.

Dari forum menuju kerja sama konkret

Dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr Mustaf, MM, yang mengikuti kegiatan secara daring, berharap jejaring tersebut berlanjut melalui penelitian bersama dan program pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama internasional, menurut dia, harus menghasilkan dampak yang dapat dirasakan masyarakat, bukan semata-mata memenuhi kebutuhan administratif perguruan tinggi.

Perwakilan FEB Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin Tangerang, Zena Atmaja, SE, MM, menambahkan bahwa kolaborasi merupakan bagian penting dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Jejaring antarkampus dapat membuka peluang kerja sama dalam pengajaran, penelitian, dan pengabdian, baik secara langsung maupun melalui platform digital.

Sebelum kegiatan akademik dimulai, Wakil Dekan IV FEB Unismuh, Dr Samsul Rizal, SE, MM, menyampaikan pengajian singkat. Ia menghubungkan kehadiran peserta dari Filipina, India, Kendari, Tangerang, dan Makassar dengan pesan Al-Quran mengenai penciptaan manusia dalam bangsa dan suku yang berbeda agar saling mengenal.

Menurut Samsul, perjumpaan lintas negara dalam forum akademik merupakan kesempatan untuk saling mengenal melalui ilmu pengetahuan. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh bangsa dan sukunya, tetapi oleh kualitas ketakwaannya.

Pajak dan kepercayaan publik

Tema kuliah tamu mempertemukan tiga persoalan yang tidak dapat dipisahkan: perpajakan, tata kelola fiskal, dan akuntabilitas. Pajak menyediakan sumber pembiayaan pembangunan. Tata kelola menentukan bagaimana dana publik direncanakan dan digunakan. Sementara itu, akuntabilitas menjadi dasar agar masyarakat dapat menilai apakah kekuasaan fiskal dijalankan untuk kepentingan bersama.

Dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, kebijakan fiskal juga dituntut mampu menjawab kebutuhan hari ini tanpa mengorbankan generasi mendatang. Anggaran publik perlu diarahkan tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk mengurangi ketimpangan, memperluas pelayanan dasar, memperkuat institusi, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan demikian, tantangan kebijakan pajak bukan hanya bagaimana meningkatkan kepatuhan masyarakat. Pemerintah dan institusi publik juga dituntut menunjukkan bahwa penerimaan yang dihimpun dikelola secara terbuka, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kuliah tamu internasional FEB Unismuh menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif ekonomi, bisnis, hukum, dan tata kelola. Namun, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada kehadiran pembicara dari luar negeri atau banyaknya kampus yang terlibat.

Tantangan berikutnya ialah menerjemahkan perjumpaan tersebut menjadi penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penguatan kelembagaan, serta kajian kebijakan yang dapat membantu membangun sistem fiskal yang lebih adil dan dipercaya masyarakat.