UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Muhammadiyah Makassar melaksanakan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Program BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026 di Desa Bonto Jai, Kabupaten Bantaeng, pada Sabtu 11 Juli 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Inovasi Teknologi Ulva lactuca, Diversifikasi Produk dan Pemasaran Digital Berbasis Syariah untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Pesisir.” Tim pelaksana diketuai oleh Siti Walida Mustamin, S.Pd., M.Si., dengan anggota Dr. Nur Insana Salam, S.Pi., M.Si. dan Mega Mustika, S.E.Sy., M.H. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Nelayan Cahaya Laut yang berlokasi di Desa Bonto Jai, Kabupaten Bantaeng.
Ketua Tim PKM, Siti Walida Mustamin, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat pesisir dalam meningkatkan perekonomian melalui pemanfaatan Ulva lactuca (selada laut).
Selama ini, keberadaan selada laut di wilayah pesisir hanya dianggap sebagai gulma atau hama yang mengganggu aktivitas budidaya dan belum memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Padahal, Ulva lactuca memiliki potensi yang sangat besar untuk diolah menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan kepada masyarakat agar mampu mengubah sumber daya yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ungkap Siti Walida.
Berdasarkan hasil identifikasi potensi dan permasalahan mitra, program pengabdian ini difokuskan pada dua aspek utama, yaitu aspek produksi dan aspek pemasaran.
Pada aspek produksi, tim memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai penerapan inovasi teknologi pengolahan Ulva lactuca menjadi produk pangan yang bernilai jual. Diversifikasi produk dilakukan melalui pembuatan keripik selada laut dan bubuk nori sebagai alternatif pangan sehat yang memiliki kandungan gizi tinggi. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah selada laut sehingga menjadi komoditas yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat pesisir.
Sementara itu, pada aspek pemasaran, tim memperkenalkan strategi pemasaran digital berbasis syariah melalui pemanfaatan berbagai platform digital. Materi yang diberikan mencakup teknik pemasaran menggunakan media sosial, pengelolaan toko digital, pembuatan konten promosi, serta penerapan prinsip-prinsip ekonomi syariah dalam aktivitas pemasaran. Pendekatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing produk, serta membangun sistem pemasaran yang jujur, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.
Integrasi antara inovasi produksi dan pemasaran digital diharapkan mampu menciptakan model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengolah hasil laut sekaligus memasarkan produknya secara efektif, program ini diyakini dapat mendorong peningkatan pendapatan serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Program pengabdian ini juga memberikan manfaat sosial yang signifikan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tumbuhnya jiwa kewirausahaan masyarakat, serta terbukanya peluang usaha baru berbasis potensi lokal.
Pemanfaatan Ulva lactuca yang sebelumnya belum bernilai kini diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan Desa Bonto Jai.
Kegiatan diikuti oleh Ketua Kelompok Nelayan Cahaya Laut beserta 10 orang anggota yang terdiri atas laki-laki dan perempuan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, mulai dari penyampaian materi, sesi diskusi, hingga praktik langsung pembuatan produk olahan Ulva lactuca. Peserta juga aktif mengajukan pertanyaan serta berdiskusi mengenai teknik pengolahan dan strategi pemasaran produk.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Universitas Muhammadiyah Makassar berharap masyarakat mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal secara mandiri, meningkatkan nilai ekonomi hasil laut, serta mewujudkan masyarakat pesisir yang lebih produktif, inovatif, dan sejahtera.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

