UNISMUH.AC.ID, GOWA — Mahasiswa lintas program studi bidang kesehatan menggelar bakti sosial di Dusun Lambengi, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Selasa 13 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik kerja lapangan yang mengusung tema “Implementasi Interprofessional Education (IPE) melalui Kolaborasi Pelayanan Kesehatan Komunitas.”
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa Program Studi D3 Kebidanan, Pendidikan Dokter, Farmasi, dan Keperawatan. Bakti sosial dipusatkan di Mushollah Ukhuwah Al Ghifari, Birtal Lambengi, bersama Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Bontaeng.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan berkolaborasi dalam memberikan edukasi sekaligus pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bentuk implementasi nyata konsep Interprofessional Education (IPE) yang menekankan kerja sama lintas profesi dalam pelayanan kesehatan.
Ketua Program Studi D3 Keperawatan Zakiyah Putri mengatakan, mahasiswa dari berbagai program studi terlibat aktif dalam kegiatan tersebut dengan pendampingan dosen dari masing-masing program studi.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bekerja sama secara langsung di lapangan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari unsur akademik, termasuk Ketua Prodi PPDS Emergency FKIK Unismuh Makassar dr. Corona Rintawan yang turut hadir mendampingi jalannya pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan penyuluhan kesehatan kepada warga dengan sejumlah materi, di antaranya kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kesehatan balita, imunisasi, gizi, penggunaan obat rasional, hingga edukasi DAGUSIBU.
Selain penyuluhan, tim mahasiswa juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan dasar bagi warga, seperti pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa darah, dan hemoglobin (Hb). Layanan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatannya.
Menurut Corona, kegiatan bakti sosial ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan konsep IPE secara langsung.
Melalui kolaborasi lintas disiplin tersebut, mahasiswa diharapkan mampu membangun komunikasi, koordinasi, serta kerja sama profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pelayanan kesehatan komunitas yang berkelanjutan. Bakti sosial tersebut juga menjadi wujud pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

