UNISMUH.AC.ID, GOWA, — Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kegiatan bertajuk Praktik Lapang Terpadu, Dialog Akademik, Outbound, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Bakti Sosial di Desa Erelembang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Senin 11 Mei 2026 hingga Rabu 13 Mei 2026.
Kegiatan yang diikuti seluruh mahasiswa Program Studi Agribisnis itu dirancang untuk mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan aksi sosial di tengah masyarakat. Mengusung tema “Mengabdi dengan Hati, Melakukan dengan Aksi”, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat pedesaan.
Ketua Panitia Pelaksana, Dr Khadijah Yahya Hiola, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah integritas sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.
“Ini bukan sekadar perjalanan akademik rutin, melainkan jembatan bagi mahasiswa untuk menyelaraskan teori yang didapat di kampus dengan realitas di lapangan. Melalui pengabdian dan bakti sosial, kami ingin menanamkan kepedulian sosial yang tinggi serta integritas karakter Islami kepada seluruh peserta,” ujar Khadijah.
Ketua Program Studi Agribisnis Unismuh Makassar, Muh Ikmal Saleh, menegaskan pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun kompetensi mahasiswa di bidang agribisnis.
Menurut dia, mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana ekosistem agribisnis berjalan di tingkat desa agar mampu melahirkan solusi atas berbagai tantangan sektor pertanian dan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Program Studi Agribisnis Unismuh Makassar juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Desa Erelembang terkait implementasi catur dharma perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Unismuh Makassar, Dr Nadir. Ia mengapresiasi kolaborasi yang terbangun antara kampus dan pemerintah desa.
“Fakultas sangat mendukung program yang bersifat holistik seperti ini. Mahasiswa adalah agent of change.
Dengan terjun langsung ke Desa Erelembang, mereka belajar menjadi pemimpin yang melayani. Kami berharap kegiatan ini memberi dampak positif bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas program studi,” kata Nadir.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari observasi lapangan terkait komoditas pertanian, dialog interaktif bersama tokoh masyarakat, bakti sosial, hingga aksi pembersihan lingkungan. Kegiatan outbound juga digelar untuk memperkuat solidaritas antarmahasiswa dan membangun kerja sama tim.
Kepala Desa Erelembang, Putra Syarif, menyambut positif kehadiran dosen dan mahasiswa Unismuh Makassar di wilayahnya.
Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa, khususnya dalam pengembangan potensi pertanian lokal
“Kami mengapresiasi dipilihnya Desa Erelembang sebagai lokasi praktik lapang terpadu ini. Kehadiran mahasiswa membawa energi positif melalui kegiatan sosial maupun berbagi pengetahuan yang relevan dengan potensi pertanian desa kami,” ujar Putra.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat terus berlanjut guna mendukung kemajuan sektor agribisnis di Kecamatan Tombolopao.

