UNISMUH.AC.ID, TERENGGANU— Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar menunjukkan peran strategisnya. Rabu 15 April 2026. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertaraf internasional di kawasan Pantai Bukit Keluang, Terengganu, Malaysia.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Politeknik Besut Terengganu dan komunitas lingkungan Geng Plastik Ija (GPI). Program tersebut mengusung konsep ekonomi biru (blue economy) yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah laut berbasis masyarakat.
Kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, komunitas lokal, serta relawan yang berpartisipasi dalam aksi bersih pantai dan edukasi lingkungan. Peserta membersihkan kawasan pesisir dari sampah plastik yang berpotensi merusak ekosistem laut.
Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga diisi dengan sesi edukasi terkait pengelolaan sampah berkelanjutan, mulai dari pemilahan, proses daur ulang, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Peran Prodi Akuntansi Unismuh Makassar tampak dalam pendampingan pengelolaan keuangan komunitas. Pendampingan tersebut mencakup pencatatan keuangan sederhana, transparansi pengelolaan dana, serta penguatan kapasitas usaha berbasis daur ulang agar lebih berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Salah satu narasumber, Prof. Dr. Syamsia, SP., M.Si, menegaskan bahwa pendekatan ekonomi biru tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga harus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan Sustainable Waste and Sustainability Center (SWSC) Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai contoh pengelolaan sampah berbasis institusi pendidikan. SWSC berperan dalam pengelolaan bank sampah aktif, laboratorium edukasi daur ulang dan kompos, serta pengembangan wirausaha hijau di lingkungan kampus.
Menurut perwakilan pelaksana, kolaborasi lintas negara ini diharapkan memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas lokal dalam meningkatkan kesadaran menjaga ekosistem laut. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin mandiri dalam mengelola sampah serta mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang selaras dengan prinsip ekonomi biru. Kolaborasi ini sekaligus menegaskan bahwa peran akademisi, termasuk di bidang akuntansi, tidak terbatas pada aspek teoritis, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

