April 16, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

International Guest Lecturer Perkuat Langkah Internasionalisasi Unismuh Makassar

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah Makassar terus memperkuat langkah internasionalisasinya melalui penyelenggaraan International Guest Lecturer dengan menghadirkan akademisi dari Asia Tenggara. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampus untuk meningkatkan daya saing global sekaligus mendukung pencapaian QS World University Rankings.

Forum akademik yang digelar secara daring tersebut menghadirkan Dr. Aleyah Masae dari Yala Rajabhat University, Thailand, Ts. Dr. Zurina Binti Yasak dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, serta akademisi internal Unismuh Makassar, Prof. Dr. Munirah Muin, M.Hum. Acara dihelat pada Kamis, 16 April 2026.

Melalui pertemuan ini, mahasiswa dan dosen tidak hanya memperoleh pengalaman belajar lintas negara, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan perspektif Indonesia, Thailand, dan Malaysia dalam satu forum akademik.

Materi yang dibahas mengangkat isu-isu global, mulai dari peran artificial intelligence dalam pembelajaran lintas budaya, komunikasi internasional, hingga pemertahanan bahasa di era digital. Isu-isu tersebut menjadi relevan karena perguruan tinggi hari ini tidak lagi hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kapasitas beradaptasi dalam percakapan global.

Wakil Rektor Unismuh Makassar, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat reputasi akademik dan memperluas jejaring internasional kampus.

“Kegiatan International Guest Lecturer ini merupakan langkah strategis Unismuh Makassar dalam memperkuat reputasi akademik sekaligus memperluas jejaring internasional dengan mitra-mitra global. Kami ingin internasionalisasi kampus tidak berhenti pada simbol, tetapi benar-benar hadir dalam proses pembelajaran, kerja sama riset, dan pengembangan institusi,” ujar Prof Andis, sapaan akrab Warek I Unismuh Makassar itu.

Pandangan serupa disampaikan Dr. Zahrul Bin Damin, Direktur TRANSFORM UTHM, yang menekankan pentingnya implementasi kerja sama yang berkelanjutan, terutama dalam bidang riset dan pertukaran profesor.

“Kerja sama internasional perlu ditindaklanjuti secara konkret pada level riset bersama, pertukaran profesor, dan penguatan kapasitas akademik. Dengan begitu, hubungan antarinstitusi tidak hanya berhenti pada pertemuan formal, tetapi memberi dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Zahrul.

Sementara itu, Assistant Professor Dr. Sainee Tamphu, Deputy Dean for Academic Affairs, Research and Innovation dari Yala Rajabhat University, menyatakan bahwa peluang kolaborasi dengan Unismuh Makassar terbuka luas dan tidak terbatas hanya pada satu bidang.

“Kami membuka peluang kerja sama ini tidak hanya pada satu fakultas, tetapi untuk semua fakultas yang memiliki potensi untuk dikembangkan bersama. Kolaborasi internasional harus memberi manfaat yang luas dan dapat menjangkau berbagai disiplin ilmu,” ujar Sainee Tamphu.

Bagi Unismuh Makassar, kegiatan ini juga berkontribusi langsung terhadap sejumlah indikator penting dalam pemeringkatan internasional, antara lain international collaboration, academic reputation, dan global engagement. Namun, lebih dari sekadar memenuhi indikator, kegiatan semacam ini menegaskan bahwa internasionalisasi sesungguhnya bertumpu pada keberanian kampus untuk membuka diri terhadap pertukaran gagasan dan pengalaman akademik lintas batas.

Program ini dimoderatori oleh Dr. Zalkha Soraya dari FEBIS Unismuh Makassar dan diikuti peserta dari perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, serta sekolah. Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan tingginya minat peserta terhadap isu global yang kini semakin dekat dengan ruang-ruang belajar di kampus.

Melalui program ini, mahasiswa memperoleh pengalaman pembelajaran berbasis global yang relevan dengan perkembangan dunia internasional, tanpa harus melepaskan identitas nasional masing-masing. Di tengah arus globalisasi yang sering menyeragamkan arah pendidikan, forum semacam ini justru menjadi penanda bahwa keterbukaan terhadap dunia dapat berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap akar kebudayaan sendiri.

Bagi Unismuh Makassar, kuliah tamu internasional ini bukan sekadar peristiwa akademik satu hari. Ia adalah bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk membangun kampus yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga semakin siap berdialog dengan dunia.