April 13, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Syawalan 1447 H Unismuh Makassar Teguhkan Silaturahim dan Semangat Islah

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Syawalan 1447 H di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Senin, 13 April 2026, sebagai momentum memperkuat silaturahim, meneguhkan semangat islah, serta membangun kebersamaan di lingkungan kampus pasca-Ramadan.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan pembukaan Darul Arqam Tahap III dosen dan menghadirkan hikmah syawalan yang disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag.

Dalam laporan panitia, Dr. Ferdinan menyampaikan bahwa syawalan tahun ini menjadi ajang untuk meningkatkan silaturahim keluarga besar Unismuh Makassar. Ia menegaskan, selain sebagai tradisi kebersamaan pasca-Idulfitri, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempertemukan sivitas akademika dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat persaudaraan.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., dalam sambutannya menekankan bahwa syawalan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan forum untuk membangun islah di tengah kehidupan kampus.

Menurutnya, tujuan utama syawalan adalah menghadirkan kesadaran bahwa seluruh warga Unismuh merupakan satu keluarga besar yang harus terus merawat persaudaraan dan memperkuat hubungan kerja yang harmonis.

Ia menegaskan bahwa semangat syawalan harus diterjemahkan ke dalam upaya nyata untuk memperbaiki relasi antarsesama di lingkungan kampus. Rakhim Nanda bahkan menyampaikan autokritik bahwa dalam institusi sebesar Unismuh, masih ada ruang-ruang kerja yang membutuhkan penguatan komunikasi dan rekonsiliasi.

Karena itu, syawalan diposisikan sebagai forum moral untuk saling mengingatkan, saling memahami, dan membuka jalan bagi terciptanya kerja sama yang lebih sehat.
“Tujuannya adalah islah, jadi bukan sekadar rutinitas,” tegas Rakhim Nanda di hadapan ratusan peserta syawalan.

Menurut Rektor, semangat islah itu penting agar Unismuh tidak hanya tumbuh sebagai institusi pendidikan tinggi yang besar, tetapi juga sebagai rumah bersama yang dihuni oleh orang-orang beriman, saling menghargai, dan bersedia merawat persaudaraan. Ia menilai forum-forum seperti syawalan perlu terus dihadirkan untuk mempertemukan hati, bukan hanya mempertemukan orang dalam satu ruangan.

Hikmah Syawalan

Sementara itu, dalam hikmah syawalan, Prof. Ambo Asse menegaskan bahwa inti syawalan adalah silaturahim. Menurutnya, baik halal bihalal maupun syawalan pada dasarnya memuat pesan yang sama, yakni memperbaiki hubungan antarsesama, membangun kedekatan, dan menumbuhkan budaya saling memaafkan.

Ia menyebut silaturahim bukan sekadar tradisi sosial, melainkan ajaran agama yang harus dirawat mulai dari keluarga, lingkungan kerja, hingga masyarakat luas.

Prof. Ambo Asse menjelaskan bahwa rumah tangga, lingkungan persyarikatan, dan ruang-ruang sosial harus menjadi tempat tumbuhnya nilai mawaddah wa rahmah. Dari keluarga yang sehat dan relasi sosial yang baik, kata dia, akan lahir keteladanan Muhammadiyah yang bisa dirasakan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya menahan emosi dan memberi maaf sebagai ciri orang bertakwa. Karena itu, syawalan tidak boleh berhenti pada seremoni dan salaman formal, tetapi harus menjadi momentum untuk benar-benar menyambung kembali hubungan yang renggang serta memulihkan komunikasi yang terputus.