UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fenomena alam langka akan menghiasi langit Sulawesi Selatan pada Selasa (3/3/2026) bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 H (KHGT). Saat azan magrib berkumandang, masyarakat di Makassar dan sekitarnya berpeluang menyaksikan Gerhana Bulan Total, sebuah peristiwa astronomi yang jarang terjadi dan sarat makna, terutama di bulan suci Ramadhan.
Momen istimewa tersebut akan diabadikan dan disiarkan langsung oleh Observatorium Unismuh Makassar. Sebagai satu-satunya observatorium di Sulawesi Selatan, institusi ini akan melakukan pengamatan sekaligus menayangkan proses gerhana melalui kanal media resmi yang dimiliki, sehingga dapat disaksikan masyarakat dari rumah masing-masing.
Dengan dukungan teleskop beresolusi tinggi, siaran langsung dipastikan menampilkan visual optimal dari setiap fase gerhana. Mulai dari saat bayangan Bumi mulai menutupi bulan purnama hingga mencapai fase puncak ketika bulan tampak kemerahan atau dikenal sebagai blood moon.
Baca Juga: Dari Al Ikhlas ke Aksi Sosial, Prof Qadir Gassing Tegaskan Makna Tauhid yang Murni
Jadwal dan Fase Gerhana
Berdasarkan perhitungan astronomi, rangkaian fase Gerhana Bulan Total berlangsung sebagai berikut. Waktu ini sekaligus menjadi rentang yang dianjurkan untuk pelaksanaan Salat Gerhana Bulan (Khusuf):
Gerhana sebagian dimulai: 16.50 WIB / 17.50 WITA / 18.50 WIT
Gerhana total dimulai: 18.04.26 WIB / 19.04.26 WITA / 20.04.26 WIT
Puncak gerhana: 18.33.37 WIB / 19.33.37 WITA / 20.33.37 WIT
Gerhana total berakhir: 19.02.45 WIB / 20.02.45 WITA / 21.02.45 WIT
Gerhana sebagian berakhir: 20.17.10 WIB / 21.17.10 WITA / 22.17.10 WIT
Puncak gerhana diprediksi menjadi fase paling dramatis ketika bulan tampak berwarna merah tembaga akibat pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi.
Rangkaian Ibadah dan Pengamatan di Kampus
Selain siaran daring, Universitas Muhammadiyah Makassar juga membuka kesempatan bagi jamaah untuk mengikuti rangkaian ibadah dan pengamatan langsung di area masjid kampus. Kegiatan diawali dengan Salat Isya dan Tarawih berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan Salat Gerhana Bulan (Khusuf).
Selama prosesi ibadah berlangsung, jamaah dapat menyimak siaran langsung gerhana yang ditayangkan melalui layar di area masjid. Usai rangkaian salat, pengunjung dipersilakan melakukan pengamatan langsung menggunakan teleskop yang disiapkan tim observatorium di halaman masjid.
Berbuka Puasa yang Sarat Makna
Hisbullah Salam, selaku Pengelola Observatorium Unismuh Makassar mengajak masyarakat menjadikan peristiwa ini sebagai momentum reflektif. Fenomena alam tersebut, menurut mereka, dapat menjadi sarana memperdalam rasa syukur dan kekaguman terhadap kebesaran Sang Pencipta.
Masyarakat dapat menikmati pengalaman berbuka puasa yang berbeda: menyantap takjil, mendengar azan magrib, lalu menyaksikan keindahan gerhana melalui siaran langsung atau dengan hadir langsung di lingkungan kampus. Tautan siaran langsung akan diumumkan melalui media sosial resmi Observatorium Unismuh Makassar.

