UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus memperkuat pelaksanaan tracer study sebagai bagian dari strategi peningkatan mutu dan akuntabilitas kinerja perguruan tinggi. Penguatan ini sekaligus mendukung pemenuhan pelaporan Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2025 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya IKU I “Lulusan Mendapat Pekerjaan yang Layak”
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi tracer study yang digelar Badan Penjaminan Mutu (BPM) Unismuh Makassar di I-Gift Theatre Lantai 2 Gedung Iqra, Rabu, 25 Februari 2026. Forum ini mempertemukan unsur pimpinan dan perangkat penjaminan mutu lintas fakultas, termasuk ketua dan sekretaris Gugus Kendali Mutu (GKM), tim tracer study program studi, serta unsur teknis pendukung.
Ketua Badan Penjaminan Mutu Unismuh Makassar Dr. Ir. Amrullah Mansida, ST., MT., IPM., ASEAN Eng menegaskan, tracer study merupakan instrumen penting untuk memastikan mutu perguruan tinggi berjalan berbasis data. Menurut dia, pelacakan alumni tidak boleh dipandang sebatas pemenuhan administrasi, tetapi harus dimaknai sebagai pijakan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
“Tracer study ini menjadi cermin kinerja institusi. Dari data alumni, kita bisa membaca relevansi kurikulum, kesiapan lulusan di dunia kerja, sampai bahan evaluasi layanan akademik. Karena itu, data yang terkumpul harus valid dan representatif,” kata Amrullah.
Dalam rapat tersebut, BPM menekankan standar minimal keterisian data pada angka 85 persen. Target ini dipandang strategis agar hasil tracer study benar-benar menggambarkan kondisi lulusan secara lebih utuh. Program studi yang telah melampaui target diprioritaskan untuk diproses lebih cepat, sehingga pelaporan dapat berjalan terukur dan tepat waktu.
Ketua Bidang Tracer Study BPM Unismuh Makassar Nasharuddin, M.Sc. menjelaskan, pembaruan data dilakukan secara berkala sehingga capaian respons alumni bersifat dinamis. Ia menyebut sejumlah program studi sudah memenuhi bahkan melampaui standar, dan data tersebut langsung dipersiapkan untuk tahap unggah pelaporan.
“Progres bisa berubah cepat karena pembaruan dilakukan terus-menerus. Program studi yang sudah melewati 85 persen kami dorong segera masuk proses pelaporan. Yang masih di bawah target juga terus kami dampingi agar mengejar ketertinggalan,” ujar Nasharuddin.
Selain mengakselerasi capaian, rapat juga menjadi ajang penguatan kualitas data. BPM bersama unsur teknologi informasi melakukan penyempurnaan mekanisme verifikasi agar isian alumni benar-benar lengkap. Data yang masih memiliki bagian penting kosong diarahkan untuk dilengkapi kembali sehingga hasil akhir lebih akurat dan layak dilaporkan.
Nasharuddin menambahkan, tim tracer study juga menerapkan strategi penjangkauan yang lebih adaptif. Selain memaksimalkan komunikasi langsung kepada alumni yang telah pernah mengakses sistem, tim memperluas kanal pengingat melalui email dan media sosial guna menjangkau alumni yang nomor ponselnya berubah atau tidak lagi aktif.
Di sisi lain, BPM memberikan perhatian pada aspek isian “pengguna lulusan” atau pihak atasan di tempat kerja. Dalam rapat, dijelaskan bahwa pengisian dapat menggunakan atasan langsung atau pihak yang lebih tinggi dalam struktur kerja dan relevan dengan pekerjaan alumni. Penegasan ini penting untuk memastikan alumni merasa aman dan nyaman, sekaligus menjaga perlindungan privasi data.
Sekretaris Badan Penjaminan Mutu Unismuj Sandy Pratama, M.Pd.I menambahkan bahwa langkah percepatan tidak boleh mengabaikan prinsip kehati-hatian. “Kuantitas penting, tetapi kualitas data jauh lebih penting. Kita ingin laporan yang bukan hanya memenuhi target, tetapi juga memberi gambaran yang tepat sehingga bisa menjadi dasar kebijakan akademik,” ujarnya.
Tidak berhenti pada langkah percepatan menjelang pelaporan, Unismuh Makassar juga menyiapkan strategi jangka menengah. Salah satunya penguatan “exit tracer”, yakni pembaruan data kontak mahasiswa sebelum yudisium agar basis data alumni lebih rapi dan mudah ditelusuri setelah lulus. Selain itu, BPM mendorong penguatan jejaring dengan pengguna lulusan melalui forum silaturahmi dan pertemuan berkala untuk memperkuat kolaborasi serta relevansi lulusan.
Sandy juga menegaskan bahwa masukan alumni yang terekam dalam kolom saran dan kritik akan diolah sebagai bahan evaluasi. Dengan demikian, tracer study menjadi kanal umpan balik yang memperkuat ikatan alumni dengan almamater, sekaligus membantu peningkatan layanan akademik dan fasilitas kampus.
Dengan koordinasi lintas unit yang semakin solid, BPM optimistis pelaksanaan tracer study Unismuh Makassar mampu menghasilkan data yang berkualitas, mendukung pelaporan IKU 2025 secara tepat waktu, serta memperkuat budaya mutu institusi secara berkelanjutan.

