UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR, — Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII menggelar lomba best practice pengelolaan sekolah, di lantai 2 Pascasarjana, universitas Muhammadiyah Makassar, pada Jumat, 13 Februari 2026. Ajang ini menjadi ruang kompetisi sekaligus forum berbagi praktik baik bagi kepala sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar.
Salah satu peserta lomba Kepala Sekolah Muhammadiyah Cilacap, Jawa Tengah, Wartono S.Pd., M.Pd. Ia mengikuti kompetisi tersebut untuk mengembangkan potensi diri dan berbagi pengalaman pengelolaan sekolah. serta memperkuat peran pendidikan Muhammadiyah di tingkat nasional.
Wartono mengatakan, motivasi utamanya mengikuti lomba best practice adalah memberikan kebanggaan bagi diri sendiri sekaligus mendorong peningkatan kompetensi sebagai kepala sekolah. Ia menilai ajang ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran berkelanjutan bagi para pendidik Muhammadiyah.
Menurut Wartono, praktik yang dipresentasikan dalam lomba dapat direplikasi di sekolah lain sesuai konteks masing-masing.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan OlympicAD VIII yang dinilai cukup tertata, termasuk penunjukan penanggung jawab (PJ) pada setiap mata lomba sehingga komunikasi antara panitia dan peserta berjalan efektif melalui grup khusus.
Baca Juga: Lomba Business Plan OlympiCAD VIII Jadi Ruang Belajar Alternatif bagi Siswa SMA
Wartono mengaku terkesan dengan suasana dan fasilitas kampus Unismuh Makassar, termasuk kemegahan Tugu Unismuh. “Saya pertama kali ke sini dan terpukau dengan begitu megahnya Tugu Unismuh,” ujarnya.
Ia menilai Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai wujud nyata peran Muhammadiyah dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Wartono berharap OlympicAD terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya agar memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan. Ia juga mengajak sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia untuk terus bersemangat mengemban amanah persyarikatan.ia berharap OlympicAD mampu melahirkan kader-kader unggul Muhammadiyah yang berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.
“Muhammadiyah untuk Indonesia,” kata Wartono.

