UNISMUH.AC.ID, DARUL U-LOOM, THAILAND — Mahasiswa Program Studi Teknik Pengairan, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh)Makassar, Baso Ichwan Chasir, mengimplementasikan teknologi lubang biopori di lingkungan Al-Ameen Dormitory, Darul U-loom School, Satun, Thailand Selatan, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Unismuh Makassar.
Program lubang biopori tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan terhadap sistem drainase di area asrama yang berpotensi menimbulkan genangan air saat curah hujan tinggi. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas siswa, sehingga diperlukan solusi teknis skala mikro yang efisien, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan.
Sebagai bentuk intervensi, Baso menginisiasi pembuatan lubang biopori untuk meningkatkan daya resap tanah dan mengurangi limpasan air permukaan. Teknologi ini dipilih karena bersifat sederhana, ekonomis, serta memiliki dampak ekologis jangka panjang dalam pengelolaan air hujan.
Baca Juga : Mahasiswi FISIP Unismuh Makassar Tanamkan Nilai Etika dan Kepemimpinan di Sekolah Thailand
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penentuan titik lokasi yang mempertimbangkan keamanan bangunan, efektivitas resapan, serta kemudahan perawatan. Lubang biopori dibuat dengan pengeboran tanah sedalam sekitar 50–80 sentimeter menggunakan bor manual, kemudian dipasangi pipa PVC berlubang untuk mengoptimalkan infiltrasi air. Lubang tersebut diisi material organik berupa daun kering dan sisa tanaman guna mendukung aktivitas biologi tanah sekaligus meningkatkan struktur dan kesuburan tanah.
Selain implementasi teknis, kegiatan ini juga memuat aspek edukasi lingkungan. Mahasiswa memberikan sosialisasi kepada siswa kelas 10 dan 11 yang tinggal di asrama mengenai prinsip kerja biopori, manfaatnya dalam pengelolaan air hujan, serta pentingnya kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Para siswa diajak menyaksikan langsung proses pemasangan biopori dan memahami bahwa solusi sederhana dapat memberikan dampak nyata terhadap pengurangan risiko genangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari KKN Internasional Unismuh Makassar yang berlangsung selama satu bulan, dari 27 Januari hingga 22 Februari 2026. Program ini menjadi batch pertama yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar sebagai upaya penguatan internasionalisasi pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pemeringkatan internasional, termasuk QS Ranking.
Dekan Fakultas Teknik Unismuh Makassar, Ir. Muhammad Syafaat S. Kuba, S.T., M.T., menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan KKN Internasional tersebut. Ia menilai keterlibatan mahasiswa Teknik Pengairan di lingkungan pendidikan internasional menunjukkan bahwa kompetensi keilmuan teknik dapat diterapkan secara kontekstual dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui program lubang biopori ini, Darul U-loom School diharapkan memiliki sistem resapan air yang lebih baik dan berkelanjutan. Partisipasi mahasiswa Teknik Pengairan Unismuh Makassar mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi teknik aplikatif yang adaptif dan berdampak bagi lingkungan pendidikan internasional.

