UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Musyawarah Besar (Mubes) bertema “Dokter Islami Berkemajuan, Back to Campus: Dari Ruang Kuliah ke Umat, FK Unismuh Menjawab Tantangan Zaman”. Acara dihelat di Gedung Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unismuh Makassar, Jl Tun Abd Razak, Kabupaten Gowa, Ahad, 8 Februari 2026. Kegiatan diawali registrasi dan fun walk sejak pagi, lalu berlanjut ke sesi pembukaan, diskusi, dan konsolidasi organisasi.
Sejumlah tokoh kampus dan alumni hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd. Rakhim Nanda, Ketua Umum DPP IKA Unismuh Makassar Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, Dekan FKIK Unismuh Makassar Prof. Dr. Suryani As’ad, mantan Dekan FKIK Dr. Mahmud Gaznawi, Ph.D., para wakil dekan, pimpinan program studi, dosen, serta alumni lintas angkatan.
Ketua Panitia Mubes dr. Muhammad Risqullah Ammar mengatakan Mubes kali ini merupakan yang pertama dalam periode kepengurusan IKA FKIK Unismuh saat ini. Persiapan dilakukan sekitar satu bulan dengan melibatkan alumni muda, mahasiswa koas, dan sivitas akademika.
“Musyawarah ini menjadi ruang silaturahmi, evaluasi, dan proyeksi arah pembangunan Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar. Kami berharap masukan dari alumni, pimpinan fakultas, universitas, dan diaspora alumni,” ujar Risqullah.
Panitia mencatat sekitar 800 alumni FKIK Unismuh telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah itu, sekitar 180 alumni terdata aktif dan sebagian hadir langsung pada pelaksanaan Mubes.
Dalam sambutannya, Ketua IKA FK Unismuh Makassar dr. Andi Ardiatma, M.Kes., FISQua menegaskan IKA dimaksudkan sebagai ruang kolaborasi dan penguatan kapasitas alumni. “IKA bukan ruang kompetisi atau perebutan jabatan. Ini forum silaturahmi, diskusi, dan saling menguatkan,” kata Ardiatma. Ia juga menyatakan tidak mencalonkan kembali sebagai ketua agar regenerasi kepemimpinan dapat berjalan, sekaligus menyinggung dampak pandemi Covid-19 yang membuat sejumlah program sebelumnya belum berjalan optimal.
Sementara itu, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri menyoroti potensi alumni Unismuh Makassar yang disebut telah melampaui 110 ribu orang, termasuk sekitar 800 alumni FKIK. Menurut dia, alumni kedokteran memiliki posisi strategis dalam pengembangan institusi, persyarikatan Muhammadiyah, dan pelayanan kesehatan.
“Keunggulan kita adalah identitas dokter Islami berkemajuan. Alumni FKIK harus menjadi motor penggerak yang membawa nilai itu ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd. Rakhim Nanda, yang membuka kegiatan, menekankan peran alumni dalam menjaga kemandirian dan keberlanjutan universitas. Ia juga memaparkan arah pengembangan Fakultas Kedokteran dan rumah sakit pendidikan, termasuk penguatan sarana-prasarana, layanan kesehatan, serta adaptasi terhadap regulasi dan akreditasi.
“Alumni adalah kekuatan utama universitas. Kontribusi alumni bukan hanya finansial, tetapi juga jejaring, gagasan, dan pengabdian,” tegas Nanda.
Mubes IKA FKIK Unismuh Makassar diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi, memperkuat jejaring alumni, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan FKIK Unismuh Makassar sebagai pusat pendidikan kedokteran Islami berkemajuan di kawasan Indonesia Timur.

