UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (LP2B) Universitas Muhammadiyah Makassar menerima kunjungan studi tiru dari Lembaga Bahasa Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lontara Meeting Room, Lantai 2, Gedung Iqra Universitas Muhammadiyah Makassar, Senin, 1 Syakban 1447 H/ 20 Januari 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Divisi Pengembangan SDM, BIPA, dan Kerja Sama Firman, S.Pd., M.Pd, Ketua Divisi Layanan Bahasa dan Operasional Dr. Syamsiarna Nappu, M.Pd.
Rombongan UIAD Sinjai dipimpin oleh Ketua Lembaga Bahasa Dr. Amran AR, M.Pd.I, didampingi Sekretaris Lembaga Bahasa Dr. Harmilawati, M.Pd, Bendahara Dr. Atmaranie Dewi Purnama, M.Pd, serta Ketua LP2M UIAD Dr. Hamka, bersama tim.
Kegiatan diawali dengan pengajian yang disampaikan oleh Ketua Divisi Perkaderan dan Transformasi, Dr. Muh. Amin, S.Ag., M.M., QPOA. Dalam pengajiannya, ia mempertegas kandungan Surah At-Taubah yang menekankan nilai komitmen, keikhlasan, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah kelembagaan, khususnya dalam konteks penguatan peran pendidikan dan dakwah.
Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Unismuh Makassar, Prof. Sulfasyah, M.A., Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi kepada rombongan UIAD Sinjai.
“Atas nama Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Universitas Muhammadiyah Makassar, kami menyampaikan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Lembaga Bahasa Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai. Kehadiran Bapak dan Ibu merupakan kehormatan sekaligus momentum strategis untuk saling belajar, berbagi praktik baik, serta memperkuat jejaring kelembagaan antarperguruan tinggi Muhammadiyah,” ungkapnya.
Prof. Sulfasyah menegaskan bahwa pengelolaan lembaga bahasa saat ini tidak lagi bersifat administratif semata, melainkan memiliki peran strategis dalam mendukung visi Universitas Muhammadiyah Makassar menuju world ranking university. Menurutnya, lembaga bahasa dituntut untuk adaptif terhadap dinamika global melalui penguatan layanan kebahasaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan program unggulan yang mendukung internasionalisasi universitas.
“Kegiatan studi tiru dan sharing session ini menjadi sangat relevan karena kolaborasi antar lembaga bahasa tidak hanya memperkaya perspektif pengelolaan, tetapi juga memperluas dampak bagi civitas akademika, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Bahasa UIAD Sinjai, Dr. Amran AR, M.Pd.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga bahasa di lingkungan Muhammadiyah guna menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Ia menilai sinergi antarlembaga merupakan kunci penguatan peran lembaga bahasa dalam mendukung tridarma perguruan tinggi.
Kegiatan studi tiru ini juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Universitas Muhammadiyah Makassar dan Lembaga Bahasa Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai sebagai bentuk komitmen kerja sama kelembagaan.
Melalui kegiatan ini, kedua institusi berharap terjalin kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan dalam pengembangan program kebahasaan, peningkatan kompetensi bahasa, serta kontribusi nyata bagi peningkatan mutu dan reputasi perguruan tinggi Muhammadiyah di tingkat nasional maupun internasional.

