UNISMUH.AC.ID, GOWA — Ipda (Inspektur Polisi Dua) Musrudi yang baru bertugas sebagai Wakil Kepala Polsek Bungaya, Kabupaten Gowa, mengedukasi para santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fallaah Unismuh Makassar, Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Senin, 19 Januari 2026. Musrudi hadir sebagai pembina upacara bendera dan menyampaikan pesan tentang pentingnya disiplin serta kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam amanatnya, Musrudi menekankan bahwa karakter disiplin dan kebiasaan menolong sesama menjadi fondasi keberhasilan di masa depan. “Hanya santri yang disiplin dan suka menolong yang akan sukses di masa depan,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Musrudi dengan berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Bungaya setelah mendapat penugasan baru sekitar tiga bulan terakhir. Ia menyebut pesantren sebagai ruang strategis untuk menanamkan nilai ketertiban, tanggung jawab, dan ketahanan moral bagi generasi muda.
Materi edukasi yang disampaikan mencakup beberapa hal, di antaranya pentingnya disiplin, membiasakan diri menolong teman, menjauhi narkoba, menghindari vandalisme, serta menaati aturan lalu lintas. Para santri tampak antusias mengikuti paparan yang disampaikan dengan gaya santai namun tetap serius.
Usai upacara, Musrudi melanjutkan agenda dengan menghadiri Workshop dan Sosialisasi Tata Tertib Disiplin Positif serta Pesantren Ramah Anak di Aula Ambo Asse. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan apresiasi atas inisiatif Ponpes Darul Fallaah Unismuh menyusun tata tertib berbasis disiplin positif.
“Tata tertib ini sangat membantu tugas pokok polisi di masyarakat, khususnya di pondok pesantren,” kata Musrudi. Ia juga menyampaikan sejumlah masukan untuk memperkuat ikhtiar pesantren dalam membangun lingkungan belajar yang aman, tertib, dan ramah anak. Di akhir pertemuan, Musrudi menyebut kunjungan ini akan ditindaklanjuti melalui kerja sama kelembagaan. “Kunjungan saya ini akan kita tindaklanjuti dengan MoU,” ujarnya.
Direktur Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar, Dr Dahlan Lama Bawa, menyambut baik edukasi yang diberikan. Ia menilai kehadiran kepolisian di pesantren menjadi penguat pendidikan karakter sekaligus perlindungan bagi santri.
“Kami berterima kasih atas kehadiran Ipda Musrudi. Pesan disiplin, kepedulian, dan menjauhi narkoba itu sejalan dengan arah pembinaan kami. Kehadiran polisi di pesantren bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari pendidikan warga yang tertib, beradab, dan bertanggung jawab,” ujar Dahlan.
Ia menambahkan, tata tertib disiplin positif dan program pesantren ramah anak merupakan upaya sistematis untuk membangun budaya pengasuhan yang tegas namun mendidik. “Jika nanti ditindaklanjuti dengan MoU, kami berharap ada penguatan pembinaan, edukasi hukum, dan program pencegahan sejak dini yang menyentuh santri dan pengasuh,” kata Dahlan.
Upacara bendera dan rangkaian workshop tersebut dihadiri pimpinan pesantren, dewan guru, tim pengasuhan, serta para santri Ponpes Darul Fallaah Unismuh Makassar di Bissoloro.

