UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menorehkan capaian penting dalam hibah penelitian berbasis BIMA tahun 2025. Kampus ini berhasil meraih 52 judul penelitian dengan nilai pendanaan mencapai Rp 5,83 miliar. Angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya yang hanya memperoleh 29 judul dengan total dana Rp 2,43 miliar.
Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Prof Dr Andi Sukri Syamsuri, mengungkapkan pencapaian itu dalam pemaparan Capaian Kinerja Bidang Akademik dan Kerja Sama pada forum Rapat Kerja (Raker) Unismuh, Jumat, 29 Agustus 2025, di Balai Sidang Muktamar kampus tersebut.
“Peningkatan ini tidak lepas dari kesadaran dan kerja sama yang baik dari para dosen. Capaian ini memberi daya saing yang cukup bagus bagi Unismuh,” kata Prof Andis, sapaan akrabnya.
Namun, capaian positif itu disertai catatan penurunan pada hibah kolaborasi internasional. Jika pada 2024 hibah penelitian kolaborasi internasional mencapai 37 judul, maka tahun 2025 turun menjadi 26 judul. Hibah PKM kolaborasi internasional juga menyusut, dari 35 judul (2024) menjadi 24 judul (2025). Demikian pula hibah PKM BIMA yang turun tipis, dari 13 judul menjadi 11 judul.
Meski demikian, kinerja publikasi dosen tetap memperlihatkan tren positif. Pada 2022, publikasi dosen di jurnal nasional tercatat 2.549 artikel, meningkat menjadi 3.206 artikel pada 2023, meski kemudian sedikit menurun di 2024 menjadi 2.373 artikel. Untuk publikasi buku, capaian meningkat dari 184 judul (2022), 276 judul (2023), dan 265 judul (2024).
“Kami berharap karya dosen, baik artikel maupun buku, terus meningkat. Budaya literasi harus terus kita dorong,” ujar Andi Sukri.
Dari sisi hibah riset DRTPM, tren kenaikan cukup menonjol. Penelitian fundamental reguler naik dari 19 judul (2024) menjadi 38 judul (2025). Penelitian terapan juga meningkat dari dua judul menjadi lima judul. Sebaliknya, hibah riset nasional RisetMu sedikit menurun, dari 25 judul (2024) menjadi 22 judul (2025).
Di bidang kerja sama, Unismuh juga mencatat kinerja menggembirakan. Tahun 2025, kampus ini menandatangani 92 MoA internasional dan 180 MoA nasional, meningkat dari 80 MoA internasional dan 141 MoA nasional pada tahun sebelumnya. Sejumlah program internasional turut memperkuat jejaring global Unismuh, di antaranya Panrita 6–10, Malebbi, Summer Course, hingga On Big Data and Governance.
Secara keseluruhan, capaian standar nasional pendidikan tinggi Unismuh terbilang tinggi. Standar pengelolaan mencapai 93,08 persen, standar isi 90,49 persen, standar pembelajaran 91,55 persen, standar penilaian 87,71 persen, standar kompetensi 63,57 persen, standar penelitian 79,99 persen, standar PKM 84,63 persen, dan standar kerja sama 65,86 persen.
Dengan capaian ini, Unismuh Makassar meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta yang kian kompetitif, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.