October 19, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

FISIP Unismuh Makassar Jadi Rujukan Studi Banding Pengelolaan Laboratorium

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Makassar (FISIP Unismuh Makassar) menerima kunjungan studi banding dari pimpinan Universitas Ichsan Gorontalo dan Universitas Ichsan Gorontalo Utara untuk membahas tata kelola serta pengembangan laboratorium perguruan tinggi, Senin 19 Oktober 2026. Kunjungan yang berlangsung di Aula FISIP, Lantai 5 Gedung Menara Iqra, Unismuh Makassar, tersebut menjadi ajang pertukaran pengalaman untuk meningkatkan kualitas pengelolaan fasilitas akademik dan mendukung proses pembelajaran.

Rombongan yang hadir terdiri atas Rektor Universitas Ichsan Gorontalo, Dr. Hj. Juriko Abdussamad, M.Si., dan Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Fatmah M. Ngabito. Kunjungan ini disambut Dekan FISIP Unismuh Makassar, Dr. Andi Luhur Prianto, S.IP., sebagai bagian dari upaya memperluas komunikasi kelembagaan dan berbagi praktik pengelolaan fasilitas akademik.

Andi Luhur mengatakan, studi banding ant perguruan tinggi dapat menjadi sarana untuk saling mempelajari pengalaman dan mengidentifikasi pendekatan pengelolaan laboratorium yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.

“Studi banding ini menjadi kesempatan bagi kita untuk saling berbagi pengalaman dan belajar mengenai tata kelola laboratorium. Kami berharap, pertemuan ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan fasilitas akademik dan peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing perguruan tinggi,” ujar Andi Luhur.

Pertukaran Pengalaman Pengelolaan Laboratorium

Tata kelola laboratorium merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaan yang baik tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga mencakup administrasi, pemeliharaan peralatan, prosedur pemanfaatan sarana, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan akademik.

Dalam konteks tersebut, kunjungan pimpinan Universitas Ichsan Gorontalo dan Universitas Ichsan Gorontalo Utara menjadi ruang untuk bertukar informasi mengenai pengelolaan fasilitas pembelajaran di lingkungan fakultas. Pertukaran pengalaman ini diharapkan membantu kedua institusi mengidentifikasi praktik yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kampus.

Andi Luhur menilai, keberadaan laboratorium perlu ditunjang sistem pengelolaan yang terencana agar pemanfaatannya dapat berjalan secara optimal. Pengaturan administrasi, pemeliharaan fasilitas, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pengembangan laboratorium.

“Laboratorium perlu dikelola secara terencana agar keberadaannya benar-benar menunjang proses pendidikan, penelitian, dan pengembangan kompetensi mahasiswa. Karena itu, tata kelola, pemanfaatan fasilitas, dan peningkatan kapasitas pengelola perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Bagi FISIP Unismuh Makassar, pertukaran pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pengelolaan fasilitas akademik secara berkelanjutan. Evaluasi diperlukan agar laboratorium dapat dimanfaatkan secara efektif untuk menunjang pembelajaran, penelitian, dan pengembangan keterampilan mahasiswa.

Pengembangan laboratorium juga membutuhkan perencanaan yang jelas, pembagian tanggung jawab pengelola, serta prosedur operasional yang terukur. Langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan layanan akademik sekaligus memastikan fasilitas yang tersedia dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Perkuat Mutu Akademik dan Kolaborasi

Studi banding antarkampus tidak hanya menjadi sarana kunjungan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang penguatan jejaring akademik. Melalui dialog dan pertukaran informasi, perguruan tinggi dapat memperoleh perspektif baru dalam mengembangkan fasilitas pendidikan dan menjawab tantangan pengelolaan laboratorium.

Pengelolaan laboratorium yang efektif berpotensi meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Fasilitas yang memadai dan dikelola secara profesional dapat mendukung pembelajaran berbasis praktik, pengembangan keterampilan, serta penelitian sesuai dengan bidang keilmuan yang dikembangkan fakultas.

Selain ketersediaan sarana dan prasarana, keberhasilan pengelolaan laboratorium turut ditentukan oleh kompetensi sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas pengelola, penyusunan standar operasional prosedur, dan evaluasi pemanfaatan fasilitas perlu menjadi bagian dari agenda pengembangan institusi.

Andi Luhur berharap, pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi yang berkelanjutan dan kerja sama konkret di antara perguruan tinggi. Dengan demikian, manfaat studi banding tidak hanya terbatas pada pertukaran informasi, tetapi juga dapat mendukung perbaikan tata kelola fasilitas akademik.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kunjungan dan pertukaran informasi, tetapi dapat dilanjutkan dengan komunikasi serta kerja sama yang konkret. Dengan begitu, pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bahan untuk memperbaiki tata kelola dan mengembangkan kualitas layanan akademik,” ujarnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi lanjutan, antara lain melalui diskusi akademik, pertukaran informasi, peningkatan kapasitas pengelola, dan kegiatan bersama sesuai kebutuhan kedua institusi.

Melalui studi banding tersebut, FISIP Unismuh Makassar menegaskan pentingnya berbagi pengalaman dan memperluas jejaring ant perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Hasil pertukaran informasi diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan tata kelola laboratorium agar semakin efektif dalam menunjang kegiatan akademik.

Kontributor: Bukhairul Iman
Editor: Hadisaputra