UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) memperkuat mutu dan akreditasi jurnal ilmiah melalui Workshop Pendampingan Peningkatan Mutu, Akreditasi, dan Indeksasi Jurnal Ilmiah Menuju Science and Technology Index (SINTA) dan Scopus di Ruang Rapat Senat, Lantai 17, Gedung Iqra Unismuh Makassar, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Andri Pranolo, S.Kom., M.Cs., Ph.D., sebagai pemateri untuk membekali pengelola jurnal dengan strategi peningkatan kualitas publikasi, pemenuhan persyaratan akreditasi, dan persiapan menuju indeksasi internasional.
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, mengatakan penguatan jurnal ilmiah merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas penelitian dan reputasi perguruan tinggi. Menurut dia, kualitas riset dan publikasi ilmiah turut mendukung pencapaian akreditasi program studi sehingga pengelolaan jurnal perlu mendapat perhatian serius dari seluruh unsur universitas.
“Tidak mungkin kita mencapai akreditasi prodi kalau tidak didukung dengan riset yang bagus dan publikasi yang bagus,” ujar Burhanuddin dalam sambutannya.
Penguatan Mutu Publikasi Ilmiah
Burhanuddin memaparkan, Unismuh Makassar mengelola 26 jurnal ilmiah, meningkat dari 24 jurnal pada 2024. Dari jumlah tersebut, satu jurnal telah mencapai peringkat SINTA 1, dua jurnal telah mencapai peringkat SINTA 2, sedangkan jumlah jurnal pada peringkat SINTA 3 meningkat dari lima menjadi 10 jurnal berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan akreditasi jurnal Unismuh Makassar menunjukkan kemajuan, meskipun masih memerlukan pendampingan dan perbaikan berkelanjutan. Burhanuddin mendorong para pengelola jurnal memanfaatkan kehadiran pemateri untuk memperbaiki tata kelola publikasi sekaligus menyiapkan jurnal yang berpotensi menembus indeksasi internasional.
Menurut Burhanuddin, pengembangan jurnal tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas penelitian dan publikasi di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, ia berharap pendampingan tersebut dapat menjadi ruang bagi pengelola jurnal untuk memperdalam pengetahuan dan menerapkan strategi pengembangan yang sesuai dengan standar akreditasi.
Dorong Peningkatan Akreditasi Jurnal
Andri Pranolo, yang memiliki pengalaman dalam pengembangan jurnal di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, memaparkan strategi peningkatan mutu jurnal berdasarkan evaluasi kinerja publikasi dan persyaratan akreditasi. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa jurnal turut berperan dalam penilaian kinerja akademik dan pemeringkatan perguruan tinggi.
“Jadi jurnal itu juga berperan,” kata Andri saat menjelaskan kontribusi jurnal terhadap peningkatan jabatan fungsional akademik dan pemeringkatan perguruan tinggi di Indonesia.
Andri menekankan pentingnya ketelitian pengelola jurnal dalam memenuhi persyaratan akreditasi, mulai dari konsistensi penerbitan, ketersediaan artikel dalam teks lengkap, proses penelaahan sejawat (peer review), hingga kelengkapan identitas publikasi. Ia juga mengingatkan pengelola untuk memastikan informasi mengenai penerbit, editor, penelaah, serta Digital Object Identifier (DOI) tersedia dan dikelola dengan baik pada laman jurnal.
Dalam pemaparannya, Andri menyebutkan bahwa pengajuan akreditasi jurnal periode 2026 telah dibuka pada 8 Oktober dan dijadwalkan berlangsung hingga 22 Oktober 2026. Ia mengimbau pengelola jurnal yang telah memenuhi persyaratan agar segera memeriksa kesiapan dokumen dan sistem pengelolaan sebelum mengajukan akreditasi baru maupun reakreditasi melalui sistem Arjuna generasi kedua.
Andri juga mengingatkan pentingnya transparansi informasi biaya pemrosesan artikel atau Article Processing Charge (APC) pada laman jurnal. “APC itu harus dicantumkan,” ujarnya ketika menjelaskan kelengkapan informasi yang perlu diperhatikan pengelola jurnal.
Selain kelengkapan administrasi, Andri menjelaskan bahwa penilaian akreditasi juga memperhatikan kualitas substansi artikel, pelaksanaan proses editorial, dan integritas akademik. Pengelola jurnal perlu memastikan artikel yang diterbitkan melalui proses penelaahan yang dapat dipertanggungjawabkan serta menghindari praktik penerbitan yang tidak sesuai dengan kaidah publikasi ilmiah.
Persiapan Menuju Indeksasi Internasional
Andri mendorong pengelola jurnal Unismuh Makassar menyiapkan strategi jangka panjang untuk mencapai indeksasi Scopus. Ia memaparkan pengalaman pengembangan jurnal di UAD, yang menurut informasi dalam kegiatan tersebut telah memiliki tujuh jurnal terindeks Scopus, sebagai salah satu referensi bagi Unismuh Makassar dalam mengembangkan publikasi bereputasi.
Upaya menuju indeksasi internasional, menurut materi yang disampaikan, memerlukan konsistensi penerbitan, kualitas artikel, proses editorial yang transparan, serta kepatuhan terhadap standar publikasi ilmiah. Pengelola jurnal juga perlu melakukan evaluasi secara berkala agar dapat mengidentifikasi kekurangan dan menyusun langkah perbaikan yang terukur.
Melalui kegiatan pendampingan ini, Unismuh Makassar diharapkan dapat mempercepat peningkatan peringkat akreditasi jurnal, memperkuat tata kelola publikasi, dan memperluas jangkauan publikasi ilmiah ke tingkat internasional. Upaya tersebut membutuhkan konsistensi penerbitan, peningkatan kualitas riset, kepatuhan terhadap standar editorial, serta kolaborasi berkelanjutan antara pengelola jurnal dan pimpinan universitas.

