UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terpilih mengikuti Sakura Science Program 2026 di Kanazawa Institute of Technology (KIT), Jepang.
Mereka adalah Ahmad Riyadi dari Program Studi Informatika, Baso Ichwan Chasir dari Program Studi Teknik Pengairan, dan Ayu Andini dari Program Studi Teknik Elektro.
Ketiganya dijadwalkan bertolak ke Jepang pada 11 Oktober 2026. Kegiatan akademik secara langsung di KIT berlangsung pada 12–18 Oktober 2026.
Sakura Science Program didukung Japan Science and Technology Agency (JST). Keikutsertaan mahasiswa Unismuh dalam program tersebut menjadi bagian dari implementasi kerja sama antara Unismuh Makassar dan KIT.
Program itu memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pengalaman di bidang sains dan teknologi melalui kegiatan laboratorium, pengembangan perangkat, pengujian teknologi, serta kolaborasi dengan mahasiswa dan akademisi di Jepang.
Tiga mahasiswa yang terpilih memiliki latar belakang akademik dan pengalaman berbeda. Mereka antara lain menekuni inovasi digital, teknologi pengairan, telekomunikasi, hingga kegiatan pengabdian internasional.
Ahmad Riyadi dan Inovasi Digital
Ahmad Riyadi merupakan mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik Unismuh Makassar.
Ia menekuni pemrograman, desain antarmuka pengguna atau user interface/user experience (UI/UX), serta pengembangan produk digital.
Di kampus, Ahmad mengembangkan keterampilan tersebut melalui sejumlah proyek, di antaranya pengembangan gim edukasi sebagai media pembelajaran interaktif dan perancangan identitas visual produk digital.
Pada September 2026, Ahmad bersama timnya meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Best Innovation dalam kompetisi DTC/CREATHON 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Informatika Fakultas Teknik Unismuh Makassar.
Ia juga pernah meraih Juara 1 Kompetisi UI/UX pada ajang ITEX. Pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Ahmad untuk mendalami keterkaitan antara pemrograman, desain, dan pengembangan perangkat teknologi.
Dalam Sakura Science Program, ia akan mempelajari penggunaan mikrokontroler, sistem pengukuran, serta penerapan teknologi informasi dalam pengembangan perangkat sains.
Baso Ichwan Chasir dan Teknologi Pengairan
Baso Ichwan Chasir merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Pengairan Fakultas Teknik Unismuh Makassar.
Ia aktif dalam kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta sejumlah program kolaborasi internasional.
Pada 2026, Baso memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) skema Penerapan Iptek dari Belmawa, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Program tersebut berfokus pada optimalisasi jaringan irigasi air tanah berbasis pompa energi surya untuk mendukung ketahanan pangan Kelompok Tani Siporennue di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Baso juga pernah mengikuti KKN Internasional Unismuh Makassar di Darul Uloom, Satun, Thailand Selatan.
Dalam kegiatan itu, ia terlibat dalam pengabdian masyarakat, edukasi lingkungan, serta pembuatan lubang resapan biopori bersama siswa sekolah mitra.
Pengalaman internasional lainnya diperoleh melalui Learning Express (LeX) Batch X, program kolaborasi Unismuh Makassar dengan Singapore Polytechnic di Desa Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep.
Dalam program tersebut, Baso terlibat mengidentifikasi persoalan masyarakat dan mengembangkan prototipe solusi berdasarkan kebutuhan warga.
Ayu Andini dan Teknologi Telekomunikasi
Ayu Andini merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro dengan konsentrasi Telekomunikasi.
Ia menekuni teknologi telekomunikasi, jaringan komputer, Internet of Things (IoT), dan perkembangan teknologi digital.
Ayu sebelumnya mengikuti KKN Internasional Batch 2 Unismuh Makassar di Darul Hikmah School, Narathiwat, Thailand Selatan, pada 2026.
Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat, pembelajaran bersama siswa, serta pengenalan teknologi telekomunikasi dan IoT.
Pengalaman itu memberinya ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat dari latar budaya berbeda sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kerja sama.
Di kampus, Ayu juga aktif mengikuti praktikum dan proyek terkait jaringan komputer, komunikasi digital, IoT, serta teknologi telekomunikasi.
Tiga Bidang Ilmu dalam Satu Program
Meski berasal dari tiga program studi berbeda, Ahmad, Baso, dan Ayu akan mengikuti program yang dirancang secara multidisipliner.
Selama berada di KIT, peserta dijadwalkan mempelajari analisis kimia lingkungan, pengendalian perangkat menggunakan mikrokontroler, teknologi manufaktur, hingga pengembangan spektrometer sederhana untuk pengukuran kualitas air.
Mereka juga akan mengikuti kegiatan laboratorium, mengembangkan prototipe, melakukan pengujian perangkat, dan mempresentasikan hasil pembelajaran bersama dosen serta mahasiswa KIT.
Ketiganya akan didampingi Dr. Wildhan Burhanuddin, M.Hum., Ketua Divisi Kerja Sama, Pusat Studi dan Inkubasi Bisnis LP3M Unismuh Makassar.
Wildhan mengatakan, program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga mengalami langsung proses pengembangan teknologi.
“Mahasiswa akan belajar bagaimana berbagai bidang ilmu dapat bekerja bersama untuk menghasilkan sebuah teknologi yang bermanfaat. Mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengembangan dan penerapan teknologi,” ujar Wildhan.
Menurut dia, pengalaman tersebut juga diharapkan memberi efek lebih luas ketika para mahasiswa kembali ke kampus.
“Kami berharap pengalaman ini tidak berhenti ketika mereka kembali dari Jepang, tetapi dapat dibagikan kepada mahasiswa lain dan menjadi awal pengembangan kegiatan akademik maupun penelitian bersama,” katanya, saat dikonfirmasi Kamis, 8 Oktober 2026.
Wildhan berharap program itu membuka jalan bagi semakin banyak mahasiswa Unismuh Makassar untuk memperoleh pengalaman akademik internasional melalui jejaring kerja sama kampus.
Keikutsertaan tiga mahasiswa tersebut menjadi salah satu tindak lanjut kerja sama Unismuh Makassar dengan Kanazawa Institute of Technology.
Sebelumnya, delegasi KIT melakukan kunjungan akademik ke Unismuh Makassar pada Juni hingga Juli 2026. Kegiatan itu mencakup pertemuan kelembagaan, kuliah tamu, serta pembahasan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sakura Science Program menjadi salah satu bentuk konkret dari kerja sama tersebut. Melalui program ini, para mahasiswa diharapkan membawa pulang tidak hanya pengalaman belajar, tetapi juga pengetahuan, jejaring, dan keterampilan yang dapat dikembangkan dalam kegiatan akademik, penelitian, serta inovasi teknologi di Unismuh Makassar.

