October 8, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Utama

Dua Dosen Unismuh Makassar Ukir Prestasi dalam Konferensi Sistem Pangan Berkelanjutan

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Prestasi akademik kembali dicatat dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. Dua dosen dari disiplin ilmu berbeda berhasil meraih penghargaan Presenter Terbaik dan Poster Terbaik dalam Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan (KISPB) 2026 Seri Sulawesi Selatan yang berlangsung di Kampus Unhas Tamalanrea Makassar, Rabu 7 Oktober 2026.

Kedua dosen tersebut adalah Dr. Khaeriyah Darwis, S.P., M.Si., dari Program Studi Agribisnis dan Muhammad Randhy Akbar, S.IP., M.Si., dari Program Studi Ilmu Pemerintahan Unismuh Makassar.

Khaeriyah Darwis meraih penghargaan Presenter Terbaik, sedangkan Muhammad Randhy Akbar berhasil menyabet penghargaan Poster Terbaik. Keduanya mengangkat persoalan pangan lokal dari perspektif keilmuan yang berbeda, yakni agribisnis dan kebijakan pemerintahan.

Konferensi tersebut diselenggarakan ICRAF Indonesia (World Agroforestry) melalui program Land4Lives atau Lahan untuk Kehidupan, bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, serta didukung Global Affairs Canada (GAC).

Forum ilmiah ini bertujuan menghimpun hasil penelitian dan pembelajaran mengenai sistem pangan berkelanjutan untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun nasional.

Teliti Diversifikasi Pangan Lokal

Dalam konferensi tersebut, Khaeriyah Darwis tampil pada Tema 3, yakni Diversifikasi Konsumsi, Sistem Pangan Lokal, dan Resiliensi Gizi Komunitas.

Ia mempresentasikan penelitian berjudul “Pangan Lokal Nonberas, Diversifikasi Konsumsi, dan Resiliensi Gizi di Sulawesi Selatan: Sebuah Scoping Review.”

Penelitian tersebut memetakan potensi komoditas pangan lokal nonberas dalam mendukung diversifikasi konsumsi sekaligus memperkuat ketahanan gizi masyarakat Sulawesi Selatan.

Kajian ini menempatkan sumber pangan lokal sebagai bagian penting dalam membangun sistem pangan yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Pemanfaatan pangan nonberas dinilai relevan dalam upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis pangan pokok serta memperluas pilihan konsumsi berbasis potensi daerah.

Melalui pendekatan scoping review, penelitian tersebut mengidentifikasi dan memetakan berbagai temuan ilmiah yang berkaitan dengan pangan lokal, pola konsumsi, dan ketahanan gizi masyarakat.

Kaji Kebijakan Tata Ruang dan Rantai Pasok Pangan

Sementara itu, Muhammad Randhy Akbar dari Program Studi Ilmu Pemerintahan meraih penghargaan Poster Terbaik melalui penelitian berjudul “Implikasi Kebijakan Penataan Ruang terhadap Resiliensi Rantai Pasok Pangan Lokal di Kota Makassar.”

Penelitian tersebut mengkaji hubungan antara kebijakan penataan ruang perkotaan dan ketahanan rantai pasok pangan lokal.

Perhatian utama kajian diarahkan pada dampak penataan ruang terhadap keberlanjutan pusat distribusi pangan, keberadaan pasar lokal, serta kelancaran distribusi komoditas pangan di Kota Makassar.

Kajian ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan kebutuhan sistem pangan dalam perencanaan dan pengelolaan ruang perkotaan.

Kebijakan tata ruang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan lahan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan.

Dari perspektif ilmu pemerintahan, penelitian tersebut memberikan perhatian pada peran kebijakan publik dalam menjaga keberlanjutan sistem distribusi pangan di tengah perkembangan wilayah perkotaan.

Perkuat Kontribusi Akademisi Unismuh

Konferensi Ilmiah Sistem Pangan Berkelanjutan 2026 Seri Sulawesi Selatan diisi dengan presentasi makalah ilmiah, sesi poster, dan dialog multipihak.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan akademisi, peneliti, dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai tantangan pembangunan sistem pangan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi penguatan kebijakan pangan berbasis bukti ilmiah.

Keberhasilan dua dosen Unismuh Makassar meraih penghargaan memperlihatkan kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan kajian yang berkaitan langsung dengan persoalan pembangunan daerah.

Penelitian Khaeriyah Darwis menekankan pentingnya diversifikasi pangan dan ketahanan gizi masyarakat, sedangkan kajian Muhammad Randhy Akbar memberikan perhatian pada kebijakan penataan ruang dan keberlanjutan distribusi pangan.

Kedua penelitian tersebut memperlihatkan bahwa penguatan sistem pangan berkelanjutan membutuhkan kerja sama lintas disiplin ilmu, mulai dari agribisnis, gizi, perencanaan wilayah, hingga tata kelola pemerintahan.

Prestasi ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi Unismuh Makassar dalam pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.