September 28, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
Berita Kampus

KKN Internasional BKPI Unismuh di Yala Ditutup, Tinggalkan Jejak Kolaborasi Pendidikan Islam

UNISMUH.AC.ID, YALA, THAILAND — Setelah satu setengah bulan menjalani pengabdian di Thailand Selatan, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Muhammadiyah Makassar mengakhiri program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Yala, Senin, 28 September 2026.

Penutupan berlangsung di lingkungan ma’had setempat dalam suasana khidmat dan haru. Bagi para mahasiswa, kepulangan bukan sekadar menandai berakhirnya program pengabdian, tetapi juga perpisahan dengan komunitas yang selama lebih dari sebulan menjadi bagian dari proses belajar mereka.

Program KKN Internasional tersebut dirancang untuk memberi pengalaman lintas budaya kepada mahasiswa sekaligus memperluas jejaring kerja sama pendidikan Islam Unismuh Makassar di kawasan Asia Tenggara.

Selama berada di Yala, mahasiswa terlibat dalam sejumlah kegiatan, mulai dari pendampingan pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga aktivitas sosial bersama komunitas Muslim setempat. Interaksi langsung dengan masyarakat juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami dinamika pendidikan Islam dalam konteks sosial dan budaya Thailand Selatan.

Pengarah Ma’had Ustaz Abdulrahman Tupa’, yang mewakili Direktur Thamavitya Mulniti School Yala, secara resmi menutup kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Abdulrahman mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Unismuh selama pelaksanaan program. Ia berharap kerja sama yang telah terbangun tidak berhenti pada satu angkatan mahasiswa.

“Harapan kami, program ini bisa berlanjut. Bantu kami menyusun program-program yang juga dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain di bawah naungan Thamavitya Mulniti School, sehingga kita bersama-sama dapat menciptakan anak-anak ilmuwan yang berjiwa besar, tetapi tetap tawadhu,” ujarnya.

Ketua Program Studi BKPI Unismuh Makassar Rukiana Novianti Putri, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan pihaknya menyambut baik harapan tersebut. Menurut dia, KKN Internasional tidak ditempatkan sekadar sebagai program pengiriman mahasiswa ke luar negeri, melainkan bagian dari pembangunan kolaborasi jangka panjang.

“KKN Internasional ini bukan sekadar program penempatan mahasiswa, tetapi jembatan kolaborasi jangka panjang. Kami akan merancang program lanjutan bersama ma’had dan sekolah-sekolah mitra di Yala,” kata Rukiana.

Ia menambahkan, pengalaman lintas negara penting bagi mahasiswa BKPI karena calon konselor pendidikan Islam tidak cukup hanya dibekali kompetensi akademik.

Mereka juga perlu memiliki kepekaan terhadap perbedaan budaya, karakter masyarakat, serta realitas sosial komunitas Muslim yang beragam.

“Nilai-nilai pendidikan Islam, keilmuan, dan akhlak tawadhu perlu tumbuh bersama pada generasi muda di kedua negara,” ujarnya.

Suasana haru terasa ketika mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan menjelang kepulangan mereka ke Indonesia.

Perwakilan mahasiswa, Nur Alim, mengatakan pengalaman selama berada di Yala memberi pelajaran yang melampaui ruang kelas.

“Kami bersyukur atas pengalaman yang luar biasa ini. Banyak ilmu yang kami dapatkan, tidak hanya pengetahuan, tetapi juga pelajaran hidup, nilai-nilai keislaman, dan pengalaman lintas budaya yang tidak akan kami lupakan,” katanya.

Ia mengakui ada kesedihan ketika harus meninggalkan lingkungan yang selama satu setengah bulan menjadi tempat mereka belajar dan berinteraksi.

“Ada rasa sedih karena harus kembali ke Tanah Air. Namun, kami menyadari bahwa setiap pertemuan pasti ada perpisahan,” ujar Nur Alim.

Mahasiswa kembali ke Indonesia dengan membawa pengalaman memahami pendidikan Islam dalam konteks Thailand Selatan, jejaring persaudaraan lintas negara, serta perspektif baru mengenai peran calon konselor di tengah masyarakat yang majemuk.

Program Studi BKPI Unismuh Makassar juga menyampaikan terima kasih kepada Thamavitya Mulniti School, pengelola ma’had, serta masyarakat setempat yang telah menerima dan mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN Internasional.

Kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi pertukaran pengalaman dan program pendidikan yang lebih luas antara Unismuh Makassar dan lembaga pendidikan di Yala pada masa mendatang.