UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat jejaring akademik nasional melalui partisipasi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perkumpulan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PPPBA) 2026 dan Konferensi Internasional MUDIRRUDH-DHÂD.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel University, Yogyakarta, 23-25 September 2026. Unismuh Makassar diwakili Sekretaris Prodi PBA Abd. Rahman, S.Pd.I., M.Pd., dan dosen sekaligus pengelola jurnal PBA, Abdillah S., S.Pd.I., MA.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akademik. PBA Unismuh turut terlibat dalam pembahasan standar nasional Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE), sekaligus memperluas jejaring kerja sama antarprogram studi PBA di Indonesia.
Merumuskan Standar RPS Nasional
Rakernas PPPBA 2026 mengangkat tema “Standar dan Model RPS Nasional Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025”.
Forum tersebut mempertemukan pengelola Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, baik jenjang S-1, S-2 maupun S-3. Hadir pula akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerhati Bahasa Arab dari dalam dan luar negeri.
Salah satu agenda utama Rakernas adalah Focus Group Discussion (FGD) mengenai muatan RPS PBA untuk jenjang S-1, S-2, dan S-3. Pembahasan meliputi maharah lughawiyyah, seperti istima’ dan qira’ah, kalam dan kitabah, nahwu dan sharaf, pengembangan kurikulum, serta metodologi penelitian.
Peserta juga bertukar pengalaman mengenai tantangan pembelajaran dan praktik baik yang diterapkan di perguruan tinggi masing-masing. Hasil pembahasan kemudian dipresentasikan dalam sidang pleno untuk menghasilkan rekomendasi nasional RPS Program Studi PBA.
Pembahasan tersebut menempatkan Rakernas tidak hanya sebagai forum koordinasi antarprogram studi, tetapi juga sebagai ruang akademik untuk menyusun arah kurikulum PBA yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Bahas Transformasi Pendidikan Bahasa Arab
Selain Rakernas PPPBA, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Konferensi Internasional MUDIRRUDH-DHÂD yang mengangkat tema “Kecerdasan Artifisial Generatif dan Transformasi Pendidikan Bahasa Arab: Inovasi Kurikulum, Pedagogi, dan Asesmen di Era Society 5.0”.
Konferensi membahas perkembangan kecerdasan artifisial generatif dan dampaknya terhadap pengembangan kurikulum, pembelajaran, asesmen, serta penelitian Bahasa Arab.
Salah satu narasumber, Prof. Dr. Wafi Shalahuddin Haj Majid, menekankan pentingnya memperhatikan konteks dalam penggunaan Bahasa Arab. Menurut dia, teks jurnalistik, teks televisi, dan teks sastra memiliki karakteristik yang berbeda.
Ungkapan yang tepat secara linguistik, kata Wafi, belum tentu sesuai secara pragmatik apabila digunakan dalam konteks yang berbeda. Ia juga menekankan prinsip kullu maqāmin maqāl, yakni setiap situasi atau konteks memiliki bentuk ungkapan yang sesuai.
Karena itu, penggunaan Bahasa Arab tidak hanya berkaitan dengan ketepatan struktur bahasa, tetapi juga kesesuaian antara tuturan, konteks, tujuan komunikasi, dan realitas yang dibicarakan.
Wafi juga menyoroti tantangan kajian Bahasa Arab kontemporer, antara lain perbedaan dialek, istilah budaya, ungkapan idiomatik, dan persoalan pemaknaan. Verifikasi sumber serta pemahaman terhadap konteks budaya, menurut dia, menjadi bagian penting dalam kajian Bahasa Arab.
Pembahasan tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan teknologi digital dan penggunaan generative artificial intelligence (AI) dalam pendidikan. Transformasi pembelajaran Bahasa Arab dinilai tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknologi, tetapi juga perlu mempertahankan ketepatan penggunaan bahasa sesuai konteks sosial dan budaya.
Perluas Jejaring Akademik
Sekretaris Prodi PBA Unismuh Makassar Abd. Rahman mengatakan, keikutsertaan dalam Rakernas PPPBA menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring sekaligus memberikan kontribusi dalam penyusunan arah pembelajaran PBA di tingkat nasional.
“Rakernas PPPBA menjadi ruang untuk tidak hanya menerima kebijakan, tetapi juga berkontribusi dalam merumuskan standar nasional yang akan menjadi acuan bersama,” kata Abd. Rahman.
Menurut dia, keterlibatan tersebut penting bagi pengembangan kelembagaan dan peningkatan kualitas pembelajaran di PBA Unismuh Makassar. Pertukaran gagasan dengan pengelola PBA dari berbagai perguruan tinggi juga dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program studi.
Sementara itu, Abdillah S., S.Pd.I., MA., yang juga pengelola jurnal PBA Unismuh Makassar, memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas jejaring antarpengelola jurnal.
Interaksi dengan pengelola jurnal PBA dari berbagai perguruan tinggi membuka peluang pertukaran praktik dalam tata kelola jurnal, peningkatan mutu publikasi, serta pengembangan jaringan reviewer dan kontributor.
Keikutsertaan PBA Unismuh Makassar dalam Rakernas PPPBA 2026 dan Konferensi Internasional MUDIRRUDH-DHÂD menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kelembagaan dan jejaring akademik. Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi program studi untuk mengikuti perkembangan kurikulum, teknologi, dan kajian Bahasa Arab di tingkat nasional dan internasional.

