April 20, 2026
JL. SULTAN ALAUDDIN NO. 259, Kec. Rappocini, Gunung Sari, Kota Makassar, 90221
BERITA UTAMA

Kolaborasi Unismuh–UTHM Bahas AI, Kesehatan Darurat, dan Inovasi Limbah Sawit

UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan kuliah tamu internasional (international guest lecture) yang menghadirkan akademisi dari Malaysia, belum lama ini. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan lintas disiplin, mulai dari pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan medis, isu kesehatan darurat dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), hingga inovasi pengolahan limbah kelapa sawit.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. Irnawati tersebut merupakan kolaborasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Fakultas Teknik Unismuh Makassar dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Sejumlah narasumber dihadirkan, di antaranya Associate Professor Dr. Muhammad Faisal, Dr. dr. Andi Weri Sompa, serta Prof. Dr. Muhammad Zaki bin Noh.

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut dia, kerja sama internasional membuka ruang pertukaran pengetahuan yang lebih luas, terutama di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Kolaborasi lintas batas sangat penting untuk memperluas wawasan akademik dan meningkatkan mutu pendidikan di era globalisasi,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Associate Professor Dr. Muhammad Faisal membahas pentingnya literasi kecerdasan buatan dalam pendidikan dan riset medis. Ia menekankan bahwa AI dapat dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran adaptif, simulasi klinis, hingga analisis data penelitian. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus tetap mengedepankan aspek etika, validasi ilmiah, dan tanggung jawab manusia.

“AI bukan pengganti manusia, melainkan alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan penelitian jika digunakan secara kritis dan bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, Dr. dr. Andi Weri Sompa mengangkat tema SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, khususnya dari perspektif layanan kesehatan darurat. Ia menyoroti masih adanya kesenjangan dalam sistem penanganan darurat di Indonesia, termasuk keterbatasan respons cepat dan pemerataan layanan.

Menurut dia, sistem kesehatan yang kuat tidak hanya bergantung pada layanan rutin, tetapi juga kesiapan menghadapi situasi krisis, seperti bencana dan kasus darurat medis.

“Tanpa sistem penanganan darurat yang kuat, pencapaian SDGs akan tetap rapuh, terutama saat terjadi krisis,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk antara tenaga medis dan insinyur, dalam membangun sistem kesehatan yang lebih responsif dan berkelanjutan.

Pada sesi ketiga, Prof. Dr. Muhammad Zaki bin Noh memaparkan inovasi pemanfaatan limbah kelapa sawit, khususnya palm oil fuel ash (POFA), sebagai material teknik berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan konstruksi seperti beton, keramik, hingga material pelapis, sehingga mampu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi.

“Transformasi limbah menjadi produk bernilai merupakan langkah penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkular,” jelasnya.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang membahas peluang kolaborasi riset antara Unismuh Makassar dan UTHM di masa mendatang. Para peserta, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan hingga akhir.

Melalui kuliah tamu ini, Unismuh Makassar menegaskan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi akademik terhadap isu-isu global.